Suamiku Jadul
“Banyak, Dek, karyawan yang nakal, banyak, Dek?”
“Nakal bagaimana, Bang?”
“Kan gini, Dek, pabrik itu hanya untuk menampung sawit desa kita dan sekitarnya, ada karyawan bagian penerimaan, dia justru terima sawit dari luar, katanya punya saudara, banyak pula itu,” kata Bang Parlin.
“Terus, Abang tegur?”