Payung Merah
paksa Tika lagi setelah dia berhasil menyusul lelaki itu.
"Aku lihat kau tidak membawa payung, bisa beritahu aku dimana kantormu? Kalau dekat, akan kuhantar. Kebetulan aku membawa payung," tawar Tika sembari menunjukkan payung merah yang tadi diambilnya dari tempat penitipan payung milik kafetaria.
Mata lelaki itu membulat demi melihat payung yang Tika bawa. Gegas ia mengeluarkan kartu namanya, "Ini kartu namaku."
Hot Chapters