ISTRIKU TAK SUKA DANDAN
Setelah berbelanja aku langsung kembali ke rumah sakit, dibantu pak Sahmat aku membawa barang yang kubeli sampai ke ruang ibu.
"Astagfirullah, Bang. Untuk apa beli pembalut sebanyak ini," ucap Alya. Bik Inah dan pak Sahmat tak bisa menahan tawa melihat Alya mengomel.
"Aduh, mas Dave bikin perut bik Inah sakit. Padahal lagi galau mikirin ibu."
"Habisnya dik Alya gak ngasih tahu pakai sayap atau tidak, terus ada night atau apa lah istilahnya. Mumet dibuat." Alya hanya geleng-geleng kepala melihat pembalut yang kubeli.