Menggoda Sang Paman
tanya Govan pelan.
Nabila menggeleng, lalu mendekat sedikit. “Enggak sih, soalnya... ada pemanas alami di sebelah aku.” Ia terkikik kecil.
Govan menoleh cepat, tatapannya lembut, namun penuh arti. “Oh ya? Pemanasnya bisa digandeng juga, lho.”
Senyum Nabila melengkung. Ia langsung menggandeng lengan Govan erat-erat, tanpa malu. Berlian dan Riska berjalan sedikit di depan, sibuk memotret pemandangan.