Ada satu adegan di 'Silver Spoon' di mana Hachiken yang frustrasi dengan pelajaran pertanian justru disuruh tersenyum lebar oleh temannya. Awalnya kelihatan konyol, tapi perlahan ekspresi itu mengubah cara dia memandang masalah. Gue mencoba trik itu pas deadline kerjaan numpuk—memaksa senyum di depan cermin sambil ngomong, 'Santai, ini cuma fase.' Ternyata otak emang terbodohi! Senyuman palsu pun bisa memicu pelepasan endorfin. Sekarang, setiap kali laptop mulai terasa berat, gue ingat Hachiken dan eksperimen bodoh itu. Lucunya, berhasil.
Yang bikin metode ini lebih efektif adalah kombinasinya dengan afirmasi sederhana. 'Masalah ini sementara' atau 'Gue bisa belajar dari ini' jadi semacam mantra pendamping. Dari pengalaman, semakin sering dipraktikkin, semakin natural reaksinya. Bahkan tanpa sadar, sekarang sering ketawa sendiri pas lagi panik. Mungkin tetangga kosan ngira gue gila, tapi setidaknya gue nggak kolaps.