Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Husband and Cousin Stole My Design

My Husband and Cousin Stole My Design

After my parents died in a car crash, my cousin stole the compensation money and moved overseas to start a business. My aunt begged me on her knees not to call the police. Then, she locked me in a dark basement for three months. I was close to breaking down and ending my life when Julien Lawson, the neighbor’s son, broke down the basement door and saved me. “Joyce, what they did is unforgivable! They stole the compensation money for your parents’ deaths. You were going to use it to open your own studio! “Marry me. I’ll protect you.” He was the only person who cared about me after my parents died. I was so grateful that I married him and had his child. I worked three jobs during the day to help support the orphanage that Julien ran. At night, I took care of our child and created design sketches. But no matter how hard I tried, none of my work was ever accepted. Even though Julien told me to keep at it, I felt discouraged and thought of giving up on my design career to focus on our family. One day, our child was sick. I went to take over the shift from Julien when I overheard him talking to my aunt on the stairs. “Julien, it’s been ten years. Joyce’s designs are getting better and better. She even passed the first round of the national competition. Are you really not going to tell her about the next round?” my aunt asked. Her voice trembled. Julien said coldly, “For years, I’ve been sending Joyce’s design sketches to Mindy to copy and enter in the competitions or publish as her own. “To help Mindy’s career, I can’t let Joyce move on to the next round. “Joyce has talent. If people notice her, she’ll be a threat to Mindy’s career!”
Short Story · Romance
2.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Rumah Risa

Rumah Risa

Tian M Farihin
Laras, seorang pengasuh muda yang baru memulai kariernya, menerima tawaran untuk merawat dua anak di sebuah rumah besar dan terpencil yang dikenal dengan nama “Rumah Risa.” Rumah ini memiliki sejarah kelam dan sering dianggap sebagai tempat yang dihantui, namun Laras menerima tawaran tersebut demi memperbaiki keadaan finansialnya. Setibanya di rumah, Laras merasakan suasana yang menekan dan tidak nyaman. Dewi, gadis berusia 8 tahun yang cerdas namun cenderung mengasingkan diri, sering berbicara tentang teman-teman tak terlihat. Riko, anak laki-laki berusia 10 tahun, tampak sangat ketakutan dan enggan berada di beberapa bagian rumah. Saat membersihkan ruangan, Laras menemukan cermin antik yang terletak di ruang utama. Cermin ini tampaknya memiliki kemampuan untuk memperlihatkan visiun yang mengganggu, menampilkan adegan-adegan dari masa lalu rumah dan sosok-sosok misterius yang tidak tampak di dunia nyata. Laras mulai mengalami kejadian-kejadian aneh dan menakutkan yang berkisar pada dua hantu yang tampaknya memiliki pengaruh kuat terhadap anak-anak. Seiring Laras menyelidiki sejarah rumah dan meneliti kejadian-kejadian aneh, dia mengungkap bahwa kedua hantu tersebut adalah jiwa-jiwa yang terikat pada masa lalu tragis rumah. Konflik batin dan ketegangan semakin meningkat saat Laras berusaha melindungi anak-anak dan mengungkap kebenaran di balik cermin serta pengaruh jahat dari hantu-hantu tersebut. Laras harus menghadapi ketegangan psikologis dan menghadapi kebenaran mengejutkan tentang rumah dan entitas yang mengganggu, sambil berjuang untuk menjaga keamanan Dewi dan Riko. Dalam klimaks cerita, Laras menemukan bahwa kebenaran tentang rumah dan hantu-hantu tersebut jauh lebih menakutkan daripada yang dia bayangkan.
Horor
10622 viewsOngoing
Read
Add to library
Dunia Tak Berputar Pada Satu Orang Saja

Dunia Tak Berputar Pada Satu Orang Saja

Sehari sebelum pesta kelulusan SMA, Ethan menyeretku ke ranjang. Gerakannya kasar dan dia menuntutku sepanjang malam. Meski tubuhku kesakitan, hatiku justru dipenuhi rasa manis. Aku telah diam-diam mencintai Ethan selama sepuluh tahun. Akhirnya, impianku menjadi nyata. Dia bilang, setelah lulus, dia akan menikahiku. Begitu dia mewarisi kekuasaan Keluarga Luciano dari ayahnya, aku akan menjadi wanita paling terhormat dalam keluarga itu. Keesokan paginya, Ethan memelukku erat dan mengaku pada kakak angkatku bahwa kami telah bersama. Aku duduk malu-malu dalam pelukannya, merasa diriku adalah wanita paling beruntung di dunia. Namun tiba-tiba, mereka mengganti percakapan ke dalam bahasa Italia. Lucas, kakak tiriku, menggoda Ethan dengan tawa, "Nggak heran kamu disebut-sebut sebagai Bos Muda. Baru pertama kali saja sudah ada primadona kelas yang nyerahin diri ke kamu." "Gimana rasanya adik tiriku?" Ethan menjawab dengan nada santai, "Luarannya memang tampak polos, tapi di ranjang ... luar biasa liar." Gelak tawa memenuhi ruangan itu. "Jadi, ke depannya aku harus panggil dia adik atau kakak ipar?" tanya Lucas. Namun, wajah Ethan tiba-tiba berubah dingin. "Kakak ipar apanya? Aku lagi coba dekati kapten tim pemandu sorak, takut dia kecewa sama kemampuanku, jadi Cynthia aku jadikan latihan dulu." "Oh ya, soal aku tidur sama Cynthia, jangan sampai Sylvia tahu. Aku takut dia marah." Tanpa mereka ketahui, aku diam-diam telah belajar bahasa Italia, hanya agar kelak bisa lebih dekat dengan Ethan. Mendengar semua itu, aku tidak berkata apa pun. Aku hanya diam-diam mengubah tujuan pendaftaran universitasku dari Caxtech menjadi Maltech.
Short Story · Romansa
48.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Letting Go in Three Seconds

Letting Go in Three Seconds

How long does it take to give up on a man you've loved for ten years? It takes me 3 seconds. The first second, I signed my name on the contract to become the chief designer of a renowned studio in Paris. The second second, I lock away ten years of my youth in my heart. The third second, I completely prepare to leave Levi's world. My fiancé Levi is the heir of the Smith Group, the absolute aristocracy. For others, he is untouchable. But for me, he's the childhood sweetheart who, with a crooked paper ring he made himself for the first time in his hand, told me, "You're the only girl I'll ever marry, even if I have to wait a hundred years." From that moment on, the only person I wanted to marry was Levi, and I never doubted that I would eventually marry Levi. But on the day of our engagement, he disappeared. I waited for a whole year, waiting for a message, a phone call, or a knock on the door, but nothing came. Later, he finally appeared. He stood next to a red Ferrari, holding flowers, and said that he still loved me, that he wasn't ready before, and begged me to give him another chance. I almost believed him. But at the same time, I received a provocative message from Levi's first love, Ruby: [Aren't you curious where he went during the time he eloped from your engagement? I'm already pregnant with Levi's child, and he loves kissing my pregnant belly the most.] I wiped away my tears, turned around, and applied to study in the Sorbonne University Faculty of Medicine, leaving only one sentence: "Levi, we're breaking up." Learning that I was leaving, Levi went crazy. He braved the heavy rain and blocked the entrance to my new place, his eyes red, asking me: "Stella, if I make Ruby abort the child, can you come back to me?"
Short Story · Romance
6.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Dipaksa Menikahi CEO

Dipaksa Menikahi CEO

"Mohon maaf, Pak. Apa bapak sudah menikah?" tanya salah seorang guru perempuan. Aira yang mendengar pertanyaan tersebut langsung menunduk dan tersenyum. "Belum," jawab Evan santai. Jleb! Hati Aira terasanyeri seketika, tiba-tiba saja matanya mengandung air dan tangannya mengepal kuat, napasnya mulai tidak teratur, tidak ingin memperkeruh suasana, Aira berniat untuk keluar dari ruangan rapat. Disisi lain, Evan yang melihat Aira keluar hanya bisa diam. Sampai rapat selesai Evan tampak tidak fokus, dan hampir semua pertanyaan Tio yang menjawab dan Farra, ia tidak sadar kalo Aira tidak balik lagi. Setelah rapat selesai, Evan langsung keluar. *** Evan berjalan mendekati Aira, tapi sebelum masuk Evan menutup pintu kelas. Aira yang melihat Evan datang langsung berdiri. "Ngapain?" tanya Aira datar. "Lu marah?" Evan balik bertanya membuat Aira memicingkan matanya. "Nggak ada yang perlu dimarahin," lanjut Aira lalu ia melangkah ingin keluar dari kelas. Tanpa mambuang waktu Evan langsung menarik tangan Aira dan menghimpitnya ke dinding. "Gua tau lu pasti marah dengan pengakuan gua tadi," lanjut Evan, ntah kenapa kata-kata Evan tersebut membuat mata Aira kembali mengembun, ia memalingkan wajahnya. "Lepasin gua," ucap Aira, tapi Evan malah mempersempit jarak mereka. "Gua bilang lepasin, nggak ada yang perlu dipermasalahkan, jalani hidup lu biar gua jalani hidup gua sendiri!" suara Aira mulai meninggi. Ntah kepada saat Evan dekat dengan Aira, ia selalu hilang kendali. Evan malah menarik tengkuk Aira dan menciumnya. Aira yang melihat itu langsung menangis dan berusaha mendorong dada Evan, setelah sadar Evan melepas Aira.
Rumah Tangga
9.3125.7K viewsCompleted
Read
Add to library
La Muse Privée du Sculpteur

La Muse Privée du Sculpteur

Lena Vasquez avait toujours été l’étudiante parfaite… jusqu’à la nuit où elle surprit son petit ami en train de la tromper. Ivre et le cœur brisé, elle s’incrusta dans une somptueuse soirée sur un toit et s’abandonna à un inconnu dévastateur qui la baisa sauvagement contre la rambarde du balcon, lui faisant tout oublier dans des vagues de honte et de plaisir. Le lendemain matin, elle découvre que l’inconnu n’est autre que Damien Ashford : le milliardaire impitoyable qui vient d’acquérir son université et contrôle désormais sa bourse, la seule chose qui l’empêche de tout abandonner. Désespérée pour sauver son avenir, Lena accepte le marché choquant de Damien : devenir son modèle nu exclusif pendant deux mois. Trois nuits par semaine, complètement nue dans son studio privé, sans limites, sans pitié. En échange, sa bourse et ses frais de scolarité sont garantis. Ce qui commence comme une transaction humiliante se transforme rapidement en quelque chose de bien plus dangereux. Sous le regard intense et possessif de Damien, sous ses touches autoritaires, la honte de Lena se mue lentement en un désir interdit. Chaque séance lui enlève bien plus que ses vêtements : elle lui arrache ses défenses. Mais Damien cache de sombres secrets. Ses fiançailles glaciales, le fantôme de sa défunte épouse qui lui ressemblait trait pour trait, et cette sculpture qui pourrait les détruire tous les deux. Un seul accord. Une seule obsession. Lena va-t-elle perdre son avenir… ou rendre son âme à l’homme qui possède déjà son corps ?
Romance
5 viewsOngoing
Read
Add to library
The Miracle is You

The Miracle is You

sun10uni
Deril mencari di setiap ruangan, mulai dari kelas 1 hingga kelas 3, di ruang praktek dan ruang latihan drama, namun gadis itu tidak ada disana. terakhir pemuda itu menemukannya di ruang loker. Hana masih terlihat serius mengecek isi lokernya sebelum pulang. Deril sangat senang dan segera mendekatinya. “Hay…!” ucap Deril sambil berjalan mendekati Hana Tanpa melihatnya Hana sudah tahu bahwa seorang yang sedang menyapanya adalah Deril. Hana mencium aroma parfum bercampur keringatnya yang masih sama sejak setahun lalu. Tentu itu adalah parfum mahal yang dia beli di toko-toko berkelas. “Hay … Deril Batara Sandrian,” jawab Hana. Gadis itu tahu betul bahwa seorang brandal seperti Deril tidak mungkin menemuinya tanpa maksud. “Sepertinya ada urusan yang sangat penting hingga anda menyempatkan diri menemuiku.” Tanya Hana langsung pada pokok permasalahan. “Ehmmm…aku tahu ini memang konyol. Tapi aku membuthkan bantuanmu” ucap Deril sedikit ragu “Great..!” Hana tersenyum bangga saat Deril mengucapkan permintaan tolong padanya. “Ya..apa kita bisa latihan drama bersama setelah pulang sekolah?, aku tidak yakin untuk memintamu, namun aku ingin pementasan nanti berjalan dengan baik” ucap Deril Hana mengangguk. “Oke…aku akan membantumu. Kita akan latihan bersama dengan satu sayarat” ucap Hana “Oke…No paroblem, sebutkan saja apa yang kamu minta” jawab Dilan penuh percaya diri “Kita akan latihan bersama asal kamu mau berjanji tidak akan jatuh cinta padaku” Hana berucap dengan sangat serius. Deril tersenyum mengolok. “ Never “ jawab Deril cepat. Bagi dirinya tidak mungkin jatuh cinta pada gadis biasa seperti Hana, tentu dia sama sekali bukan tipe Deril. Pemuda itu masih tidak percaya jika Hana seyakin itu.
Romansa
101.7K viewsOngoing
Read
Add to library
Terjebak di Dimensi Lain

Terjebak di Dimensi Lain

Nabila
Jendela rumahku gemetar oleh kekuatan guntur yang bergemuruh di langit. Petir menyambar di kejauhan, menerangi malam. Dalam momen kecil itu, beberapa detik cahaya yang membutakan mata menampilkan sosok pria yang berdiri di luar jendelaku. Memperhatikanku. Selalu memperhatikanku. Aku menjalani rutinitas, seperti yang selalu kulakukan. Jantungku berdegup kencang dan berdetak tidak teratur, napasku menjadi dangkal, dan tangan-tanganku menjadi lembab. Tidak peduli berapa kali aku melihatnya, dia selalu menimbulkan reaksi yang sama dariku. Ketakutan, Dan kegembiraan. Aku tidak tahu mengapa hal itu membuatku merasa gembira. Ada yang salah dengan diriku. Tidak normal bagi panas cairan untuk mengalir dalam pembuluh darahku, meninggalkan sensasi terbakar di belakangnya. Tidak biasa bagi pikiranku untuk mulai merenung tentang hal-hal yang seharusnya tidak aku pikirkan. Apakah dia bisa melihatku sekarang? Mengenakan hanya atasan tipis, puting susuku menonjol melalui kain? Atau celana pendek yang kupakai yang hampir tidak menutupi pantatku? Apakah dia suka pemandangan ini? Tentu saja dia suka. Itulah mengapa dia memperhatikanku, bukan begitu? Itulah mengapa dia kembali setiap malam, semakin berani dengan tatapannya sementara aku diam-diam menantangnya. Berharap dia mendekat, sehingga aku punya alasan untuk menempelkan pisau ke lehernya. Sejujurnya, aku takut padanya. Sungguh takut. Tapi pria yang berdiri di luar jendelaku membuatku merasa seolah-olah aku duduk di dalam ruangan gelap, satu lampu menyala dari televisi di mana film horor diputar di layar. Itu sangat menakutkan, dan yang aku inginkan hanyalah bersembunyi, tetapi ada bagian dari diriku yang membuatku tetap diam, membuka diri pada ketakutan. Menemukan sensasi kecil dari situ. Sekarang kembali gelap, dan petir menyambar di daerah yang lebih jauh.
Horor
101.7K viewsOngoing
Read
Add to library
isa Pala akong Batang Bilyonaryo

isa Pala akong Batang Bilyonaryo

Isang Batang Lalake ang Nabuhay na Mag isa, Dahil ang kaniyang magulang Ay namatay nang si Brayan Brilliones Ay 8 Years Old Palang, at Tanging mag bubukid ang kaniyang kinabubuhay habang nag Aaral si Brayan Brilliones, bago ito pumasok ng School, si Brayan ay nag titinda muna ng mga Gulay at Prutas na tanim nito sa Kaniyang Bukid kaya sa Araw araw na ginagawa ni Brayan ito, si Brayan ay nakapag Tapos ng 4th Year High School pagkalipas ng ilang araw, tuloy tuloy si Brayan sa kaniyang kasipagan habang naka iipon ito para sa kaniyang kinabukasan hanggang isang Araw, nagbago ang buhay ni Brayan simula nang nag Invest siya nung Bata pa lang siya sa isang Crypto Currency ng FTNS Corporation na ang Value nuon ay 0.01 Sentabos lang, ngunit pagkalipas ng ilang taon, ang Pera na Inimvest ni Brayan ay umabot ng 99 Trillion Pesos dahil ang value ng Crypto nya dati ay umabot na sa 330,000 pesos ang Value Ang Ama ni Brayan Brilliones ay isang napaka husay Fighter sa kanilang Lugar, ngunit ang Ama ni Brayan ay hindi kaylan mab sumasali sa mga Tournament, kaya mas pinili nalang nito ang maging Coach isang Araw si Brayan ay isinaman ng kaniya Ama sa Studio na kaniyang pinag Tuturuan, habang may Lumapit sa kaniyang Ama at binigyan siya ng isang Treasure Map, kaya ng Magtatanong pa si Zaldy Brilliones ang Ama ni Brayan, ay bigla nalang ito nawala, ngunit ang hindi alam ni Zaldy Brilliones, si Brayan ay Binigyan ng Matanda ng isang Magic Item, ito ang Red Brilliant Stone na Singsing may Apat na uri ng Brilliant Stone, ito ang Black, Blue, Green at ang pinaka Malakas sa lahat ng Brilliant Stone ay ang Red Brilliant Stone ni Brayan kaya naman si Brayan Brilliones ang Pinaka Mayaman at Pinaka malakas sa Kasaysayan
Fantasy
9.548.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara. Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu. Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh. Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta. Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari. Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya. Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng. Tapi aku salah. Teramat salah. Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda. "Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?" Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda." Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?" "Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya." Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar. Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya. [Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]
Short Story · Mafia
12.3K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
121314151617
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status