Dosa dalam Cinta
Perlahan, ia menoleh, dan di sana, dalam kabut tebal dan tirai hujan yang jatuh deras, sosok Kalina berdiri.
Wajah Kalina setengah tertutup bayangan, matanya merah menyala seperti bara, dan di wajahnya ada senyum yang tipis, penuh rahasia, penuh luka, dan penuh kepuasan yang mengerikan. Bibirnya bergerak perlahan, suaranya rendah, hampir menyerupai bisikan, namun menghantam Satrio seperti dentuman palu: ”Kau sudah berdoa, Satrio... kau sudah menangis... tapi doa-doamu tak pernah sampai ke mana-mana. Mereka hanya jatuh di lumpur ini, mengalir bersama darah yang kau tumpahkan. Kau pikir cinta bisa menyelamatkanmu? Kau pikir airmata bisa menebus kesalahanmu? Tidak... semua sudah ditentukan. Kau
Hot Chapters