Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Wind

The Wind

-Evan_Stefandre- Senja, hah, senja yang bagus dengan warna jingga di langit memancarkan kehangatan. Ah, aku jadi teringat kejadian tadi di sekolah, entah kenapa aku terus mengingat kejadian itu. Viona, gadis manis yang polos dan keras kepala, tetapi, enapa aku menciumnya, ya? Bahkan aku mendapat dua hadiah manis dari dia, benar-benar gadis unik, rasanya aku ingin terus menyentuhnya, tetapi menyebalkannya dia tahu rahasiaku, itu nggak bisa dibiarkan, dan cara yang terpikir oleh otakku adalah menciumnya, karena aku merasa bersalah jadi aku membuat dia jadi pacarku, ah apa itu salah, lagi pula aku suka saat dia sedang marah, itu terlihat lebih manis.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai petals on the wind
Baca
+Pustaka
ROSES

ROSES

Warna perpaduan yang pas, merah pastel dan emas. "Itu apa, bu?" tanya Chanie, diikuti oleh banyak tanda tanya melalui pikirannya, gadis itu mulai berdiri dan berjalan menuju Bibi Chitta yang tengah manahan kesabaran untuk membuka kedua undangan itu.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai petals on the wind
Baca
+Pustaka
Sweet Passion

Sweet Passion

kata Tuan Nathan mendekati rambut Gea, karena siang itu tepat matahari di atas kepala yang membuat mata Tuan Nathan silau, jadi Tuan Nathan mendekatkan wajahnya ke wajah Gea Dari sudut pandang Ale, ia melihat kalau Tuan Nathan tengah mencium Gea di bawah terik matahari, hingga sampai membakar hatinya. Namun, apa yang dilihat oleh Ale bukan seperti itu, Tuan Nathan terlihat mencium Gea karena ia memiringkan kepalanya, untuk melihat benda yang menyangkut di rambut Gea. "Daun ternyata, aku kira ulat tadi. Soalnya kamu kan tadi duduk di bawah pohon rindang," ujar Tuan Nathan memberikan daun tersebut.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai petals on the wind
Baca
+Pustaka
Surga Semalam

Surga Semalam

"Fandy, please! Ini bukan dirimu! Kamu tidak seperti ini, Fandy!" Windy berusaha menyadarkan Fandy. "Hrgggghhhh." Fandy cuma menggeram marah sebagai balasannya. Dia tidak mau menanggapi keberatan Windy itu. Fandy berusaha membuka baju yang dipakai Windy. "TOLONG! TOLONG!" Windy berteriak marah. Windy berhasil menemukan sebuah pot bunga kecil.
1051.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai petals on the wind
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status