Kulakukan Demi Keluarga
umpatnya, rahangnya mengeras, nafasnya tersengal.
Satu tamparan keras mendarat di pipiku, seketika terasa panas, aku meringis sambil menggertakkan gigiku, ingin ku balas namun aku tahan, mengingat yang aku lakukan mungkin lebih menyakitkan dari pada ini, ku usap pipi ku bekas tamparannya.
"Ternyata, tangan lembut mu ini, lumayan sakit mengenai pipi ku," ucapku seraya menyentak pergelangan tangan Silvi. Ku tarik tubuhnya hingga terhempas ke pelukan ku.
Bab Populer