OBSESI BARA
“Hahaha, ya ampun kau memang benar Kak, benar sekali ... dia akan mati sesuai dosa yang dia lakukan selama ini. Benar begitu bukan, Kak ... Shaka? ”
Shaka, ternyata pria itu yang sedari tadi terdiam cukup lama.
“Heum ... ” Shaka bergumam, matanya masih menatap tajam pada kepergian Bara setengah jam yang lalu.
“Perlahan dia akan mati ... dengan sendirinya, ” ucap Shaka setelahnya ia masuk ke dalam mobil.
“Jika bisa sekarang, kenapa harus nanti? ” Seseorang itu tersenyum miring, setelahnya ikut masuk ke dalam mobil Shaka.