Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kekasih OB-Ku Ternyata Kaya Raya

Kekasih OB-Ku Ternyata Kaya Raya

Davin sadar kalau Vania masih belum pulih dari rasa bersalahnya karena itu, Davin cuma bisa bersabar dan membelai rambut Vania sampai keduanya tertidur sama-sama. Sesudah itu, di hari-hari berikutnya, Davin mengajak Vania untuk menghadiri pemakaman para pengawalnya yang terbunuh di kediaman Keluarga Wong dan juga di Kawasan The Pearl. Gerald Wong meminta Davin untuk mengajak Vania ikut supaya Vania bisa ikut memberikan langsung bantuan-bantuan langsung untuk keluarga para pengawal itu, selain uang asuransi yang sudah menjadi hak mereka itu.
1021.3K viewsOngoingAdded to Library 597 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
Obsesi Sang Penguasa

Obsesi Sang Penguasa

Wajahnya yang layu, menyiratkan begitu banyak tekanan dan rasa takut yang tidak bisa tersampaikan. ‘Mama mau aku mati?’ ‘Kita yang akan mati.’ Dan adegan selanjutnya seperti ada yang mempercepat. Tubuh Byakta sudah mengejang dengan busa yang terus keluar dari mulutnya. Dan wanita itu juga sama. Dia bahkan sudah tidak sadarkan diri, atau bahkan sudah mati. Namun di detik terakhir, Ivanka sampai mengulang hampir lima kali untuk memastikan penglihatannya tidak salah.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
Tak Ada Obat Penyesalan

Tak Ada Obat Penyesalan

“Apakah kamu tahu, Juwita, sebenarnya akulah suamimu, di kehidupan sebelumnya, kita pernah menikah dan hidup bahagia.” Aku menatapnya dan mencibir pelan. “Bahagia? Seberapa bahagia? Lalu? Apa yang terjadi padaku kemudian?” “Kemudian, kita tumbuh tua bersama dan memiliki banyak anak dan cucu.” Aku mengungkap kebohongannya. “Jika seseorang terlalu banyak berbohong, apakah dia sendiri pun akan mempercayainya?” “Bukankah aku menderita depresi berat dan kemudian kamu meracuniku sampai mati?”
6.3K viewsCompletedAdded to Library 244 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
SAD BOY

SAD BOY

Tidak ada Papa atau mama bahkan nenek dan kakeknya. Tidak mau ambil pusing. Alex segera berjalan ke arah balkon menuju kamarnya. Dibukanya seragam sekolahnya lalu membaringkan dirinya di atas tempat tidur. Dengan tubuhnya yang masih mengigil ia kembali tertidur diatas tempat tidurnya. **** "Maafkan kami Pak,Buk. Kami sudah berusaha semaksimal dan sebisa kami. Tapi, maaf nyawa kedua orang tua ibu, tidak bisa kami selamatkan." Seorang Dokter berbicara pada Kiara dan Bram di sampingnya.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho

Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho

"Bibi nggak apa apa?" Ob itu mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk karena takut jika dia akan di bentak lagi dan hati Kavaya sedikit mencelos saat melihat wajah tua yang rentan itu nampak kelelahan tapi juga ketakutan setengah mati. "Tolong jangan pecat saya, cucu saya sedang sakit dan sedang membutuhkan banyak biaya untuk berobat." ucap sang OB itu tiba tiba.
1023.6K viewsCompletedAdded to Library 541 Times as pp wa obito sad
Show Reviews (6)
Read
+Library
Sangkarachan
Hallo kakak2 yg sudah mampir, termksh byk, sedikit info untuk season 2 aku akan lnjut lgsg untuk kisah anak2 King dan juga Kavaya dengan judul tiap Bab Triplet D. Terima kasih yang sudah berkenan mampir, bahagia selalu buat kakak2...........
Bayu khilmi
ceritanya bagus masih penasaran sama endingnya. pesan saya jgn membuat alur cerita yg sudah bagus menjadi berbelit belit akhirnya episodenya terlalu panjang pembaca akhirnya bosan kelamaan menunggu endingnya jd meski episode sedikit jadikan berkesan isi ceritanya
Read All Reviews
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Tanya salah seorang pria dengan raut penasaran. Wanita yang ditanyai juga terlihat sama bingungnya dengan temannya. "Benar, itu tidak mungkin salah! Dia memang bekerja sebagai OB di lantai tempat aku bekerja dulunya." "Astaga! Dia ternyata, putranya pak Eka." Ujar Prita terkejut, perasaannya campur aduk dan membuatnya tidak tahu bagaimana harus bereaksi pada saat itu.
9.1171.9K viewsOngoingAdded to Library 6.0K Times as pp wa obito sad
Read
+Library
Pembalasan untuk Suami dan Sahabatku

Pembalasan untuk Suami dan Sahabatku

Hal ini yang membuat Olivia mulai curiga. "Kau tau penyebab kematian Papa dan Mama?" tanya Olivia menggoyangkan tubuh OB itu. OB itu menggelengkan kepalanya cepat. Wajahnya sangat ketakutan. Dia sampai merosot dan memeluk kaki Olivia. Air matanya mengalir deras. "Saya tidak tau apa-apa Nona, tolong ampuni saya," ucap OB itu memohon. "Kau pasti tau kan? Sebenarnya apa yang terjadi?" Olivia meraih pundak OB tersebut.
11.7K viewsCompletedAdded to Library 469 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

Setelah menjatuhkan kalimat tersebut, Kukuh melangkah masuk ke dalam lift yang pintunya terbuka, membiarkan sosoknya tertelan di balik pintu baja yang perlahan menutup. Di tengah lorong yang kembali sepi, Pak Wahyu berdiri mematung selama beberapa detik. Ia mencerna kalimat terakhir yang baru saja diucapkan oleh OB tersebut. Tiba-tiba, ia mendengus kasar. "Ruang rapat?! Hah, dasar gembel sinting! Berhalusinasi dia!" maki Pak Wahyu sambil membenarkan letak dasinya. Ia tertawa sinis, sama sekali tidak menyadari bahwa badai kehancuran baru saja ia undang dengan tangannya sendiri. "Orang miskin kalau sudah stres memang suka gila sendiri."
1018.5K viewsOngoingAdded to Library 406 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
OBSESI MANTAN SUAMI

OBSESI MANTAN SUAMI

pintanya tanpa menatap ke arah Sarah berada. "Ini, Mbak, " tukas Sarah sembari menyodorka kartu tanda pasien ke hadapan si petugas. Dirinya bahkan menatap wanita itu dengan harap-harap cemas. Sang petugas lantas mengambil kartu tersebut, kemudian kembali mengetikkan no identitas yang tertera di sana. Tak lama kemudian wanita itu menoleh ke arah Sarah berada sembari tersenyum sopan. "Biaya berobat untuk pasien sudah lunas, Mbak. Termasuk juga biaya selama dirawat di kamar VVIP rumah sakit ini. Jadi tidak ada yang perlu dibayar lagi. Bahkan untuk biaya obat-obatan pun telah lunas seluruhnya," ungkapnya sembari bangkit berdiri. Tak lupa menyodorkan kembali kartu tanda pasien milik Marni.
105.7K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
Obsesi Sang Pangeran

Obsesi Sang Pangeran

suasana damai itu ternyata tidak berlangsung lama. Senyum yang begitu indah yang tadi timbul di wajah Aruna seketika lenyap begitu saja saat mendengar suara teriakan yang sangat dikenalinya. "DASAR WANITA RENDAHAN! PUTRAMU YANG TIDAK BERGUNA INI JUGA SAMA RENDAHAN SEPERTIMU!"
2.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status