Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sad Boy

Sad Boy

Atras yang memberi kabar mengejutkan melalui Seon, benar-benar sulit kuterima dan mencerna setiap detail cerita tentang kematian Bryan yang begitu tragis. Datang ke pemakaman Bryan, di sana seorang ibu renta yang duduk di kursi roda sembari terus menangis sesunggukan. Bisa dipastikan beliau adalah cinta pertama lelaki baik itu, Serra yang tidak berhenti menjerit menangis di atas gundukan tanah sembari memeluk, seperti bukan air mata palsu yang di keluarkan. Apakah Serra benar-benar merasakan kehilangan suaminya? Atau justru ini akan menjadi sebuah malapetaka dalam rumah tanggaku?
106.0K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
Kekasih OB-Ku Ternyata Kaya Raya

Kekasih OB-Ku Ternyata Kaya Raya

Davin sadar kalau Vania masih belum pulih dari rasa bersalahnya karena itu, Davin cuma bisa bersabar dan membelai rambut Vania sampai keduanya tertidur sama-sama. Sesudah itu, di hari-hari berikutnya, Davin mengajak Vania untuk menghadiri pemakaman para pengawalnya yang terbunuh di kediaman Keluarga Wong dan juga di Kawasan The Pearl. Gerald Wong meminta Davin untuk mengajak Vania ikut supaya Vania bisa ikut memberikan langsung bantuan-bantuan langsung untuk keluarga para pengawal itu, selain uang asuransi yang sudah menjadi hak mereka itu.
1020.7K viewsOngoingAdded to Library 580 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
Obsesi Gila Mantan Suamiku

Obsesi Gila Mantan Suamiku

sentak Tuan Besar De Wit makin kesal. "Ada yang lebih sempurna dan aku hanya mencintainya, Pa," tutup Rein enggan berdebat. "Papa pulang mending ya, kolesterol naik, tekanan darah nggak stabil, hati-hati, lever Papa baru aja bengkak," ucapnya sambil menunjuk sebuah grafik di layar macbooknya. "Memang bajingan anak ini," Tuan Besar De Wit menarik nafas panjang beberapa kali, kesusahan menghadapi si anak semata wayang. "Ibumu pasti murka di surga sana!"
10869 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
Tak Ada Obat Penyesalan

Tak Ada Obat Penyesalan

Setelah semua orang memasuki ruang tamu, Kakek Sumito turun ke bawah dengan tongkatnya. Dia berdiri di atas panggung yang telah disiapkan. Meskipun rambutnya sudah putih, dia masih bersemangat. Dia tersenyum dan meraih tanganku. “Hari ini adalah hari yang baik, aku ingin mengumumkan sesuatu.” Dia berhenti sejenak. “Juwita sudah genap berusia 20 tahun, menurut perjanjian awal antara aku dan kakeknya, kami akan memilih salah satu anak di Keluarga Anderson untuk menjadi suaminya, setelah menikah aku akan memberikan 80% dari aset pribadiku kepadanya dan suaminya.”
6.2K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
SAD BOY

SAD BOY

Tidak ada Papa atau mama bahkan nenek dan kakeknya. Tidak mau ambil pusing. Alex segera berjalan ke arah balkon menuju kamarnya. Dibukanya seragam sekolahnya lalu membaringkan dirinya di atas tempat tidur. Dengan tubuhnya yang masih mengigil ia kembali tertidur diatas tempat tidurnya. **** "Maafkan kami Pak,Buk. Kami sudah berusaha semaksimal dan sebisa kami. Tapi, maaf nyawa kedua orang tua ibu, tidak bisa kami selamatkan." Seorang Dokter berbicara pada Kiara dan Bram di sampingnya.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho

Cewek Tengil Terjerat Mafia Psycho

"Bibi nggak apa apa?" Ob itu mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk karena takut jika dia akan di bentak lagi dan hati Kavaya sedikit mencelos saat melihat wajah tua yang rentan itu nampak kelelahan tapi juga ketakutan setengah mati. "Tolong jangan pecat saya, cucu saya sedang sakit dan sedang membutuhkan banyak biaya untuk berobat." ucap sang OB itu tiba tiba.
1022.9K viewsCompletedAdded to Library 527 Times as pp wa obito sad
Show Reviews (6)
Read
+Library
Sangkarachan
Hallo kakak2 yg sudah mampir, termksh byk, sedikit info untuk season 2 aku akan lnjut lgsg untuk kisah anak2 King dan juga Kavaya dengan judul tiap Bab Triplet D. Terima kasih yang sudah berkenan mampir, bahagia selalu buat kakak2...........
Bayu khilmi
ceritanya bagus masih penasaran sama endingnya. pesan saya jgn membuat alur cerita yg sudah bagus menjadi berbelit belit akhirnya episodenya terlalu panjang pembaca akhirnya bosan kelamaan menunggu endingnya jd meski episode sedikit jadikan berkesan isi ceritanya
Read All Reviews
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Tanya salah seorang pria dengan raut penasaran. Wanita yang ditanyai juga terlihat sama bingungnya dengan temannya. "Benar, itu tidak mungkin salah! Dia memang bekerja sebagai OB di lantai tempat aku bekerja dulunya." "Astaga! Dia ternyata, putranya pak Eka." Ujar Prita terkejut, perasaannya campur aduk dan membuatnya tidak tahu bagaimana harus bereaksi pada saat itu.
9.1171.5K viewsOngoingAdded to Library 6.0K Times as pp wa obito sad
Read
+Library
OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

Pikirannya masih kacau balau mencoba memproses mengapa ketua appraiser pameran pingsan dan dokter kepala rumah sakit termewah membungkuk sujud pada pemuda yang ia cemooh miskin. "E-eh... i-iya, Tih... a-ayok," gagap Widya, suaranya kehilangan seluruh keangkuhannya. Ia buru-buru menyambar lengan Sadewa yang masih melongo dengan wajah pucat. "Ayo, Sayang, kita ikut Ratih."
1012.8K viewsOngoingAdded to Library 282 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
OBSESI MANTAN SUAMI

OBSESI MANTAN SUAMI

pintanya tanpa menatap ke arah Sarah berada. "Ini, Mbak, " tukas Sarah sembari menyodorka kartu tanda pasien ke hadapan si petugas. Dirinya bahkan menatap wanita itu dengan harap-harap cemas. Sang petugas lantas mengambil kartu tersebut, kemudian kembali mengetikkan no identitas yang tertera di sana. Tak lama kemudian wanita itu menoleh ke arah Sarah berada sembari tersenyum sopan. "Biaya berobat untuk pasien sudah lunas, Mbak. Termasuk juga biaya selama dirawat di kamar VVIP rumah sakit ini. Jadi tidak ada yang perlu dibayar lagi. Bahkan untuk biaya obat-obatan pun telah lunas seluruhnya," ungkapnya sembari bangkit berdiri. Tak lupa menyodorkan kembali kartu tanda pasien milik Marni.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as pp wa obito sad
Read
+Library
PREV
12

Frequently Asked Questions

Ada satu baris yang terus menghantui aku tiap kali ingat perjalanan Obito di 'Naruto'.

'Aku pernah percaya pada masa depan, tapi setelah semuanya runtuh, yang tersisa hanyalah ruang hampa di dadaku.' Kalimat ini bukan kutipan resmi, tapi buatku dia merangkum inti kehampaan Obito: bukan sekadar kehilangan orang, melainkan lenyapnya makna yang dulu menuntun langkahnya. Setelah tragedi besar yang menimpa, tindakan Obito lebih sering lahir dari kebisuan hati ketimbang kemarahan berapi-api; itu yang membuat karakternya terasa begitu tragis dan nyaris nihil.

Aku sering merenungkan bagaimana kehampaan itu mempengaruhi pilihan-pilihannya: ia tidak lagi berharap, tidak lagi merasa, sehingga segala sesuatu terasa boleh dikorbankan untuk mewujudkan ilusi dunia yang sempurna. Bagi aku, kalimat tadi bekerja karena ia sederhana tapi menyentuh lapisan terdalam — kehilangan makna, bukan sekadar kehilangan orang. Harus aku akui, setelah membaca ulang momen-momen itu, ada rasa sedih yang tak mudah hilang dan pemahaman baru tentang betapa rapuhnya hati manusia ketika harapan benar-benar padam.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status