Menanti Musim Bunga di Bawah Gerimis Semu
Demi menyelamatkan anak haramnya yang menderita gagal ginjal, Erik Gunawan tega membohongi istrinya sendiri dan mengirim putri mereka yang baru berusia lima tahun ke meja operasi untuk mendonorkan ginjalnya.
Begitu mendengar kabar tersebut, Vanya Sadewa langsung mengendarai mobilnya bak kesetanan menuju rumah sakit.
Saat dia tiba, lampu ruang operasi sudah menyala merah.
Mata Vanya merah, diselimuti amarah dan keputusasaan, saat dia menggedor pintu ruang operasi dengan histeris.
"Hentikan! Aku ibunya, aku nggak mengizinkan putriku mendonorkan ginjalnya!"
Erik langsung maju dan mendekapnya erat-erat, menyembunyikan rasa bersalah yang teramat sangat dalam suaranya.
"Vanya, maafkan aku. Kalau terus dibiarkan, nyawa Noah nggak akan tertolong. Cuma Zia yang bisa mendonorkan ginjal untuk menyelamatkannya."
Vanya menatap pria yang telah dia cintai selama bertahun-tahun itu dengan tatapan tidak percaya. Wajah yang dulunya sangat Vanya rindukan, kini terasa begitu asing.