Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Antara Dendam dan Penyesalan

Antara Dendam dan Penyesalan

ucap Selena buru-buru. "Binatang buas yang memperlihatkan taringnya tetap saja binatang. Seli, kalau bukan karena hari ini aku pakai rompi anti peluru, salah satu dari kita pasti akan mati," ujar Harvey mengusap air mata Selena dengan ujung jarinya yang dingin. Kemudian, dia membungkuk dan berkata dengan lembut di dekat telinganya, "Mengasihani musuh sama saja dengan bersikap kejam terhadap diri sendiri."
9.5979.1K viewsCompletedAdded to Library 34.3K Times as puisi anti perundungan
Show Reviews (394)
Read
+Library
Pey hakiki
hai kak author, aku adalah salah satu penggemar berat novel kaka ini, tadi aku buka PF sebelah "orange", aku gk sengaja liat buku dengan judul " antara dendam dan penyesalan", aku cuma mau nanya apakah yang ulpoad disana kaka juga? , aku cuma khawatir ada yg plagiat novel kaka yang satu ini.
Rita Andriani
Novel ini selesai di bab 1674. Akhirnya selena menikah lagi dgn Harvey sirah mati di tembak sma lupa namanya tp itu loh laki2 yg nembak mati yg lindungi selena. Tp dia jg mati kakek tua dr tuan bennett yg dikira udh meninggal ternyata masih hidup. guru slena jg penjahat tp akhirnya dia jg mati
Read All Reviews
Kaisar Tunduk Padaku

Kaisar Tunduk Padaku

“Maka kita pastikan sistem yang peduli. Kita tekan madrasah, kasim, dan dewan: hanya yang berdarah sah yang boleh didengar.” Di kota, para penjual surat kabar dan catatan sastra mulai menjual ulang isi pidato An Ji, ditulis ulang dengan bahasa yang lebih indah dan dijilid seperti puisi rakyat. “Kalau mencintai rakyat membuat seseorang lemah, maka biarkan lebih banyak orang jadi lemah.” — ini menjadi kalimat paling dicetak ulang sepanjang bulan itu. Bahkan para pelukis jalanan mulai menggambar An Ji, berdiri di bawah tiang istana, tidak dengan mahkota, tapi dengan tangan kecil yang menunjuk ke langit.
929 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER

SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER

Keira membuka buku hariannya, dan dengan pena yang gemetar karena emosi, ia menuliskan baris terakhir di bab ini: "Di bawah sinar rembulan, aku menyaksikan bahwa setiap perjuangan adalah sebuah lukisan keabadian. Warisan yang kita torehkan adalah cahaya yang akan terus menerangi jiwa-jiwa yang pernah terpinggirkan. Bersama, kita adalah obor yang tak akan pernah padam, menyinari dunia dengan harapan dan keadilan." Adrian menyentuh bahu Keira, “Kita telah menulis sejarah, Keira. Dan selama kita terus menjaga cahaya itu, tidak ada yang dapat memadamkan semangat kita untuk membangun dunia yang lebih adil.”
104.2K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Aku Mengalah

Aku Mengalah

🎶🎶🎶 Tak pernah aku impikan Betapa beratnya meruntuhkan hatimu Lama sudah ku menunggu Seutas harapan tulus cintamu Takkan 'ku temui wanita sepertimu Takkan kudapatkan rasa cinta ini Kubayangkan bila engkau datang Kupeluk bahagiakan aku Kuserahkan seluruh hidupku Menjadi penjaga hatimu Sering kali ku temukan Mahkota bertabur intan permata Meski aku telah terbiasa Tambat hatiku pada wanita Takkan 'ku temui wanita sepertimu Takkan kudapatkan rasa cinta ini **** Afi merasa lagu yang Rendra setel begitu sangat menyentuh hatinya. Lagu itu, lagu yang pernah Rendra nyanyikan bersama saat sedang live konser di sebuah cafe tempat ia bekerja. Lagu yang mengingatkan kejadian, saat dirinya harus bekerj
1050.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 24 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Di tempat lain, wanita yang memilih menyimpan perasaannya sendiri demi tidak ingin melihat pria pujaan terluka kedua kali mulai menekuni literasi dengan hati. Apa yang ia rangkai dalam cerita adalah sebuah ungkapan yang tidak bisa terucap dan berakhir lewat aksara penuh cerita juga makna.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 219 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Si Pemberontak CulunKu

Si Pemberontak CulunKu

kata Gio tiba- tiba. Mereka mendengar suara Dila dengan sangat jelas dan setiap kata yang diucapkannya. “Kamu tahu dari dulu ketamakan selalu membawa kehancuran, jika saja kamu menerima tawaran Mama saya tidak akan menjatuhkan mu. Aku akan membiarkan kamu menerima uangnya karena saya tahu kamu lakukan ini karena kamu berasal dari keluarga yang kurang mampu jadi sebaiknya kamu menerimanya. Tetapi ketamakanmu ternyata sudag melebihi akal sehatmu, kamu terlalu rakus. Satu lagi kamu bukanlah tandinganku, karena aku tidak akan membiarkan orang lain untuk mengalahkan aku dan menindasku. Tidak akan pernah, apalagi kamu, wanita materialistis. Tidak tahu malu, nach sekarang kamu tidak akan mendapatka
107.5K viewsCompletedAdded to Library 275 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

"Dulu, saat Mas Pras terus menekanku, menyakitiku, bahkan menghinaku terang-terangan, aku tetap diam dan mencoba bertahan. Aku terus menelan semua penghinaannya dengan pasrah. Lama-lama aku jadi berpikir bahwa mungkin apa yang dikatakan oleh Pras itu benar. Bahwa aku adalah orang bodoh yang tidak makan bangku sekolahan. Udik, dungu dan norak, sehingga ia malu untuk mengajakku bertemu dengan rekan-rekannya. Aku tersuggesti dengan penghinaan yang ia jejalkan padaku setiap hari." "Astaga, Ri. Jahat sekali si Pras itu. Ia sampai berhasil mencuci otakmu." Wanti memeluk Suri. Ia ikut bersedih untuk Suri dan semua perempuan-perempuan yang dianiaya secara psikis oleh pasangan mereka sendiri. Sampai-
1082.3K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Istri yang Kau Khianati

Istri yang Kau Khianati

Raut mukanya yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata menandakan bahwa wanita itu tidak mau diinjak-injak lagi. "Mbak, hati-hati kalau jalan," tandas Frani masih berusaha sabar. "Aku emang sengaja kok," sindir Yulia. "Mbak iri denganku? Apa karena mbak nggak beruntung sepertiku, mbak jadi main kasar dan membujuk orang-orang untuk benci sama aku. Emangnya mbak nggak malu?"
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 319 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.2K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Kau telah berjuang seperti seekor singa yang terluka, Rahastya. Dengan keberanian yang luar biasa dan semangat yang tak kenal menyerah. Darah dan keringat kalian tak akan pernah sia-sia. Api amarah yang membakar di dadaku ini tidak akan kubiarkan padam atau kubiarkan sia-sia. Dengan kalian semua di sisiku, kita akan bergerak. Kita akan melancarkan serangan balasan yang tidak akan pernah mereka lupakan. Ingatlah baik-baik, Rahastya dan para Wiku sekalian: api kehancuran yang kini melahap Tukmas ini, ini semua hanya akan menjadi bara yang membara, membakar dan memanaskan tekad serta semangat juang kita, untuk sebuah perlawanan abadi!"
102.1K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status