Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Somnium: Light or Darkness

Somnium: Light or Darkness

Anfiarsyi
"Jadilah pemimpi. Kemudian hancurkan semua mimpi burukmu hingga di akhir kau akan melihat mimpi indahmu menjadi kenyataan." Pada awalnya Mika menganggap hal itu sebatas bualan dari sosok misterius bernama Somnium yang mengajaknya bicara di dalam mimpi. Pun pikirnya semua itu hanyalah mimpi acak yang muncul karena dia terlalu muak akan kehidupannya. Setelah mengetahui apa yang dialaminya bukanlah mimpi kosong dan terhubung ke dunia nyata, Mika jadi tertarik dan akhirnya menerima tawaran tersebut. Bersama ketujuh pemimpi lainnya, Mika berjuang menghancurkan semua mimpi buruk demi mewujudkan mimpi indahnya. Akan tetapi, ada banyak hal yang tidak mereka ketahui tentang Somnium. Lantas apakah dengan menerima tawaran dari Somnium sudah merupakan pilihan terbaik? Atau alih-alih cahaya, mereka justru akan mendapat kegelapan?
Thriller
102.6K viewsOngoing
Read
Add to library
Garis Keturunan yang Tercemar

Garis Keturunan yang Tercemar

Aku hamil delapan bulan. Satu kontraksi serasa seperti sebilah pisau yang merobek tubuhku. Namun suamiku, Darren sang bos mafia, menolak membawaku ke rumah sakit. Anggi, istri dari mendiang kakaknya, juga sedang menunggu waktu melahirkan. Untuk membuka jalan agar dia bisa melahirkan lebih dulu, Anggi menunjukkan apa yang disebut-sebut sebagai bukti perselingkuhanku, bersikeras bahwa anak yang kukandung tidak memiliki darah Keluarga Pandita. Karena pewaris Keluarga Pandita haruslah cucu laki-laki pertama yang lahir. Darren memercayainya. Dia mengurungku di sebuah gudang anggur tua yang terbengkalai. "Jangan sedetik pun kamu pikir aku nggak tahu apa yang sudah kamu lakukan. Dengar baik-baik. Kamu nggak akan melahirkan anak haram itu sebelum aku memastikan sendiri garis darahnya." "Anak Anggi berdarah murni. Aku harus memastikan anaknya menjadi cucu laki-laki pertama keluarga ini." Aku berusaha mati-matian untuk menjelaskan semuanya. "Air ketubanku hampir pecah! Aku mohon, bawa aku ke rumah sakit! Dia anakmu! Aku bersumpah demi nyawaku!" "Aku nggak akan pernah memperjuangkan posisi pewaris! Aku cuma ingin bayiku selamat!" Darren menendangku dan melirikku dingin. "Siapa yang tahu kalau nanti kamu berubah pikiran? Jangan khawatir. Aku akan kembali setelah Anggi melahirkan. Saat bayi itu lahir, aku akan melihat sendiri siapa ayahnya." Beberapa saat kemudian, ketika dia menatap bayi yang menangis di pelukan Anggi, barulah dia teringat padaku. Namun, salah satu anak buahnya datang melapor dengan suara gemetaran. "Bos, Nyonya ... dan anaknya .... Mereka berdua sudah meninggal."
Short Story · Mafia
5.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Ketika suamiku, Rocco dari Keluarga Fauzian, menutup teleponku untuk ke-99 kalinya, aku menyeret tubuhku yang sudah berada di tahap akhir leukemia melangkah masuk ke kantor penasihat hukum keluarga. "Selamat siang, saya ingin mengajukan perceraian." Namun, sepuluh menit kemudian Rocco sudah menerima kabar itu dan menerobos masuk bersama keluargaku. Pemimpin keluarga itu baru masuk, lalu langsung menamparku. "Demi mengacaukan pesta kenaikan jabatan Sofia, kamu menyalahgunakan nomor komunikasi darurat? Otakmu taruh di mana?" Laporan diagnosis yang kugenggam, direbut paksa oleh ibuku. Dia melirikku lalu mencibir sambil tertawa sinis. "Pura-pura sakit untuk cari simpati, cuma supaya kami memperhatikanmu. Claire, dari kecil sampai besar, berapa banyak kebohongan yang sudah kamu buat?" Sofia menarik lengan Rocco sambil menahan tangis. "Maafkan aku, Kak Claire. Aku seharusnya nggak menerima kenaikan jabatan itu. Kumohon, jangan sakiti dirimu dan Rocco lagi!" Aku menyeka darah yang terus mengalir di sudut bibirku, lalu kembali menghadap pengacara. "Aku sudah nggak punya keluarga lagi. Demi tidak menunda proses kremasi jenazahku tiga hari lagi, tolong bantu selesaikan proses perceraian secepatnya."
Short Story · Mafia
7.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku

Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku

Pada peringatan satu tahun rujuk kembali dalam pernikahan mereka, Helena Paramita membawa bunga dan hadiah, bersiap pergi ke hotel tempat suaminya, Jazli Ruslan, menginap untuk perjalanan dinas, dengan niat memberi kejutan. Namun di tengah perjalanan, dia mengalami kecelakaan mobil. Dokter kemudian memberikan pemberitahuan ancaman keguguran, "Bu Helen, kamu pernah mengalami keguguran sekali dan kamu juga telah kehilangan satu ginjal. Kehamilan kali ini akan cukup berat." Helen tertegun. "Dokter salah ambil laporan nggak? Ini kehamilan pertamaku dan aku juga nggak pernah menjalani operasi ginjal." "Nggak mungkin salah. Ini adalah catatan medismu sebelumnya, lengkap dengan tanda tangan persetujuan operasi dari suamimu." Sekilas, Helen langsung melihat tanggal yang tertera di dokumen itu adalah tanggal dari kecelakaan mobil yang dialaminya setengah tahun lalu. "Saat itu kamu masih dalam kondisi koma. Suamimu yang menandatangani dokumen donor ginjal atas namamu. Bahkan demi bisa menjalani operasi tersebut, kehamilan saat itu sengaja dihentikan. Kamu nggak tahu tentang ini ...?" Kata-kata selanjutnya tak satu pun terdengar jelas oleh Helen. Tatapannya terpaku pada tanda tangan yang tertoreh dengan tegas di dokumen itu. Setiap goresannya terlihat begitu familier.
Short Story · Romansa
14.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Buah Cinta Pengkhianatan Suamiku

Buah Cinta Pengkhianatan Suamiku

"Bu Kate, kamu sudah enam kali menjalani program bayi tabung supaya bisa hamil. Kamu benar-benar ingin menyerah? Apa Pak Stuart juga setuju untuk menggugurkan anak ini?""Aku yakin, dia akan setuju." Suara Kate serak setelah semalaman tidak tidur. Namun, pikirannya tidak pernah sejernih ini. "Operasi sudah kami jadwalkan seminggu lagi." Seminggu lagi adalah hari ulang tahun pernikahannya dengan Stuart. Bagus juga. Kalau harus diakhiri, biarlah berakhir dari tempat semuanya dimulai. Setelah memesan tiket pesawat untuk pergi jauh, tangan Kate perlahan menyentuh perutnya. Di dalam sana tumbuh satu kehidupan kecil yang belum terbentuk sempurna. Lima tahun terakhir, dia menantikan kehadiran anak ini dengan penuh harap. Siapa sangka, di hari ketika harapannya akhirnya terwujud, justru dia memilih untuk melepaskan.
Short Story · Romansa
2.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Rahasia Suami Terbongkar di Meja Pendaftaran

Rahasia Suami Terbongkar di Meja Pendaftaran

Agar anakku, Edy Sudrian bisa masuk sekolah internasional yang terunggul, aku sudah mempersiapkan semua berkas selama setahun. Di hari terakhir pengecekan berkas masuk sekolah, semua berkas sudah disiapkan kecuali akta nikahku bersama suamiku, Eric Sudrian. Namun, begitu tiba di ruang pendaftaran, Eric justru menuduhku karena bertindak sepihak. Saat aku hendak membela diri, staf sekolah berkata dengan wajah aneh, "Nyonya Anida Kusuma, sistem mencatat bahwa pasangan sah Tuan Eric bukan Anda." Dalam seketika, aku langsung terdiam. Darah dalam tubuhku seakan membeku. Sebelum aku sadar kembali, Viona Hakana yang berdiri diam di belakang Eric langsung menyerahkan akta nikahnya. Usai memeriksa, staf sekolah pun mengangguk sambil berbicara, "Pak Eric dan Bu Viona telah menikah di bulan Juni empat tahun lalu, sehingga bisa diproses sekarang." Di bulan Juni empat tahun yang lalu. Hari itu adalah hari pertunanganku bersama Eric. Eric menggenggam tanganku di depan para tamu, kemudian bersumpah bahwa aku adalah satu-satunya cinta sejatinya. Namun, kalimat itu ternyata menipuku selama tujuh tahun.
Short Story · Romansa
5.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Dibuang oleh Keluarga

Dibuang oleh Keluarga

Di hari acara pernikahan, pacarku, Thomas Samono, tiba-tiba menghentikan upacara pernikahan. Hanya karena Yana Amerta mengunggah di media sosial bahwa dia telah kembali. Thomas membuang cincin pernikahan rancangannya sendiri dan meninggalkan tempat upacara pernikahan tanpa menoleh ke belakang. Aku terdiam di tempat dalam balutan gaun pengantinku, kakakku yang sedari tadi menopang melepaskanku, “Cindy Marissa, kamu selalu kuat, aku tahu kamu bisa menghadapi ini sendiri, sekarang Yana lebih membutuhkanku daripada kamu.” Setelah mengatakan itu, dia juga pergi. Mereka pergi demi wanita yang sama, meninggalkanku sendirian. Malam itu, setelah membereskan kekacauan acara pernikahan, Yana mengirimkan foto kepadaku. Dalam foto itu, Thomas dan kakakku berada di samping tempat tidurnya. Kalung buatan Thomas ada di leher Yana. Gaun pengantin rancangan kakakku dikenakan oleh Yana. Semua barang-barang ini seharusnya milikku. Akhirnya aku menyerah dan menelepon sambil menangis, “Ayah, ibu. Aku berubah pikiran, aku ingin pulang.”
Short Story · Romansa
5.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
Short Story · Realistis
12.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Semoga Dia Sebebas Angin

Semoga Dia Sebebas Angin

Pada hari jadi pernikahan kami yang ketiga, aku menunggu selama lima jam di restoran berbintang Michelin favorit Dion Bahlilah. Namun, dia tidak bisa dihubungi lagi. Pada akhirnya, aku melihatnya di unggahan sosial media milik kekasih masa kecilnya, Arina Purbaya. Dion menemaninya ke Benua Anarsia, benua yang sangat dingin. [Aku bilang aku sedang bad mood, dia langsung membatalkan seluruh janjinya untuk menemaniku bersantai.] [Ternyata, teman masa kecil lebih menenangkan daripada penguin.] Gambar yang menyertainya menunjukkan pemandangan yang sangat dingin, tetapi Dion dengan lembut memeluknya. Matanya memancarkan semangat membara yang belum pernah kulihat sebelumnya. Tiba-tiba, aku merasa lelah. Aku menghentikan pertanyaan menyakitkan itu, menghentikan tangisan histerisku. Aku hanya dengan tenang menyukai unggahan tersebut dan mengirimkan pesan pada Dion. [Ayo bercerai.] Setelah beberapa lama kemudian, dia mengirim pesan suara. Nada suaranya menantang. “Oke, akan aku tanda tangani saat pulang.” “Lihat saja nanti siapa yang akan menangis dan memohon agar aku tidak pergi.” Orang yang menerima perlakuan khusus membuat mereka berani bertindak tanpa batasan, Dion pun sama sekali tidak mempercayainya. 'Tetapi Dion... Tidak ada seorang pun yang tidak bisa meninggalkan seseorang, hanya saja orang itu masih cinta. Tetapi mulai sekarang, aku tidak ingin mencintaimu lagi.'
Short Story · Romansa
6.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Putri yang Tak Diharapkan

Putri yang Tak Diharapkan

Sebelum aku berumur delapan belas, aku adalah putri kesayangan Keluarga Mahendra. Semua berubah pada hari ulang tahunku yang kedelapan belas, ketika ayah pulang membawa seorang gadis yatim piatu bernama Karina. "Dia butuh rumah," kata ayah. "Kamu yang akan mengurusnya, seperti adikmu sendiri." Sejak saat itu, semuanya berubah. Kakakku yang dulu begitu memanjakanku, menjadi dingin dan menjauh. Dan tunanganku... seakan cintanya padaku tiba-tiba berkurang setengah. Keluarga memuji Karina karena lembut dan patuh, menyebutnya anak yang jauh lebih baik daripada aku, darah daging mereka sendiri. Setelah berkali-kali tersisih karena Karina, aku akhirnya putus asa dan meraih lengan ayah. "Apakah hubungan darah nggak ada harganya di mata kalian?" Amarah ayah menyala. Ia melindungi Karina yang berlinang air mata di belakangnya, dan di depan setiap anggota keluarga, ia menamparku. "Kamu anak egois. Seandainya aku tak pernah melahirkanmu." "Kamu mempermalukan keluarga ini." Suara saudaraku Martin Mahendra sedingin es. "Pergi!" Dan tunanganku, Vincent Santoso, menatapku penuh kecewa. "Seandainya sejak awal yang bertunangan denganku adalah Karina." Mereka mengira aku akan merangkak di hadapan mereka, seperti biasanya. Tapi aku diam saja, berjalan ke brankas keluarga, mengeluarkan kartu keluarga, dan mencoret namaku dengan satu garis. Aku melepas cincin pertunangan dari jariku dan meletakkannya di atas meja. Aku memberikan Karina segala yang menurut mereka tidak layak kuterima. Bagaimanapun, aku hanya punya beberapa hari lagi untuk hidup. Yang tak mereka sadari adalah kelak, di atas kehancuran Keluarga Mahendra, mereka akan berlutut di bawah hujan, memohon aku kembali.
Short Story · Mafia
4.2K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
2425262728
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status