BUKIT TENGKORAK
Kenanga menggelengkan kepala, ia menunjuk perutnya sendiri, lalu mengisyaratkan kehadiran anak kedua yang baru berusia dua bulan di dalam kandungannya.
Alif mengembuskan napas panjang dan berat, ia sangat senang tapi juga bingung, andaikata Kenanga mengatakan semuanya dari awal tentu ia tak akan pergi dari bukit. Sekarang semuanya telah terjadi, jika ia memaksakan diri untuk kembali belum tentu istrinya akan kuat menempuh perjalan jauh.