Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur Mbah Parjo. Setelah masuk, Pak Bachtiar baru paham kalau rumah ini merupakan tempat untuk bertapa, pemujaan spiritual, melakukan ritual perdukunan, atau sejenisnya. Pasalnya, di dalam rumah Cuma ada satu ruangan, dan di tengah ruangannya ada meja kecil yang di atasnya terdapat beragam barang serta pernak-pernik perdukunan, seperti keris, bunga setaman, patung-patung kecil, tempat menyan, dan lain sebagainya. “Mbah Parjo mau ngapain ya??!” batin Pak Bachtiar.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as mutiara puncak kemuning
Read
+Library
Forgotten You

Forgotten You

“Umh. Aku belum pernah ke sini, ada sesuatu yang harus dimakan ketika di puncak?” “Kamu mau makan mi rebus?” “Huh? Boleh! Kayaknya itu bikin hangat.” Dewa mengangguk kemudian memesankan dua mi rebus untuk mereka. Dua karbohidrat sekaligus di malam yang dingin, tak apa lah. “Kemana pengunjung yang lain? Setahu aku ketika denger cerita dari temen banyak banget yang camp di puncak?” “Sayang, kalau kamu bangun tadi kamu bakalan lihat beberapa tenda. Ini udah masuk kawasan satu vila jadi pengunjungnya jaraknya gak begitu deket. Bisa dibilang privat.”
108.1K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as mutiara puncak kemuning
Read
+Library
Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Target utamanya malam ini bukanlah membasmi seluruh populasi, melainkan mengumpulkan bahan baku energi yang cukup untuk kebutuhan kultivasinya sendiri. Dia menyarungkan kembali Pedang Inti Es dan menyimpannya ke dalam Cincin Ruang, lalu memeriksa hasil buruannya. "Total ada lima belas mustika tingkat Alam Puncak dan satu mustika tingkat Alam Surgawi," ucap Davien setelah menghitung isi penyimpanan ghaibnya. "Guru, apakah jumlah ini sudah cukup untuk membantuku mendobrak batasan menuju Alam Ilahi?"
1014.0K viewsOngoingAdded to Library 321 Times as mutiara puncak kemuning
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Puncak bukit Giri Amerta menjadi saksi bisu saat para pemimpin dari berbagai distrik, mulai dari dataran tinggi hingga pesisir, berlutut serentak. Raka berdiri di altar suci, di hadapannya terletak Mahkota Trigantara yang ditempa dari emas murni dan batu safir samudra.
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 325 Times as mutiara puncak kemuning
Read
+Library
Jenderal Naga Perkasa

Jenderal Naga Perkasa

Thomas melambaikan tangannya. Dia mengeluarkan botol kecil dan menyerahkannya kepada James, berkata, "Ada dua pil di dalamnya. Salah satunya berwarna merah dan dapat membantu kamu untuk menerobos Puncak. Yang biru dapat membantu kamu menerobos Gerbang Spiritual Tertinggi. Konsumsilah keduanya dan bermeditasilah dalam pengasingan. Berusahalah untuk memasuki peringkat ketujuh sebelum Konferensi Gunung Guntur dimulai." "Ini?" James kaget.
9.990.8K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as mutiara puncak kemuning
Read
+Library
Mertua, Awal Pembawa Petaka

Mertua, Awal Pembawa Petaka

POV Author Pagi sekali Tiara datang, gadis itu mengenakan crop top dengan belahan dada rendah semakin menampakkan dua aset berharga miliknya, penampilannya semakin seksi dengan celana jeans super pendek. Ia sudah berada di depan resort dan menunggu sang empunya keluar. "Astaghfirullah!" Arga yang membukakan pintu jntu langsung beristighfar saat melihat penampilan Tiara, lelaki itu bahkan memalingkan wajahnya dan menyuruh Tiara untuk masuk.
1064.0K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as mutiara puncak kemuning
Read
+Library
Mutiara Untuk Abang

Mutiara Untuk Abang

Juga terkenal dengan sebutan Kota Gaplek karena hasil bumi singkong yang melimpah lalu diolah menjadi salah satu sumber karbohidrat bernama Gaplek. Pagi menjelang di sekitar wilayah kampung Mutiara. Embun tebal masih menyelimuti meski seharusnya matahari mulai bersinar terik. Wilayah itu merupakan daerah perbukitan di deretan Pegunungan Seribu. Wajar jika embun begitu tebal di sana dan udara lebih dingin. Mutiara membuka matanya entah sejak kapan. Atau semalaman ia memang tak bisa tidur? Semalam Bulik Nunik memaksanya beristirahat barang sejenak setelah menyetir berjam-jam dari Jakarta.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 103 Times as mutiara puncak kemuning
Read
+Library
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

ucapnya seraya tersenyum. "Masa, sih? Padahal aku hanya menyebutkan dua huruf pertamanya saja," ucap Rara merasa heran. "Iya. Aku juga gak tau. Mungkin, itu hal baru yang bagus." Rara mangut-mangut mengerti. Dia juga merasa senang jika ada seseorang yang senang karenanya. Jo memperhatikan kartu nama yang tergelantung di leher Rara, "Mutiara. Sepertinya akan lebih indah jika disempurnakan."
102.6K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as mutiara puncak kemuning
Read
+Library
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

Mengabaikan Tiara yang menjerit-jerit dan memukul punggungnya, Bima terbahak-bahak menuju resort. *** "Ini menu khas resort kami. Setiap pengunjung yang berbulan madu akan diberi gratis seporsi. Silakan dicoba." Bima dan Tiara menatap piring di hadapan mereka. Sembari mengernyit Bima mengangkat piring itu, memperhatikan isinya, mengendus penasaran. Tiara mengunyah puding pencuci mulut dengan santai. Makan malam mereka harusnya sudah selesai, tapi chef resort sendiri mengantarkan menu yang katanya khusus ini.
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 230 Times as mutiara puncak kemuning
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status