Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MISTER GEPENG

MISTER GEPENG

SAVVANA PUTRI
Pada tahun 1998 disebuah desa terdapat satu keluarga yang hidup pas-pasan namun terbelit dengan hutang yang sangat banyak. Saat itu pak ilham selaku kepala keluarga sangat pusing bagaimana mencari uang untuk membayar hutang-hutangnya kepada rentenir. Sampai ketika ia mendengar rumor mengenai sosok hantu yang dapat menjadikan seseorang kaya raya jika orang itu dapat memanggilnya. Hantu itu bernama mister gepeng. Pak ilham tertarik akan hal itu dan pak ilham mencoba untuk memanggil hantu itu namun tidak semudah yang ia pikirkan. Pak ilham terus mencoba memanggil hantu itu sampai akhirnya ia bertemu dengan sosok itu dan memulai perjanjian dengan mengorbankan nyawanya dan juga nyawa anaknya yang bernama lidya saat berusia 17 tahun nanti. Pak ilham menyetujuinya tetapi tak lama pak ilham dan keluarga tengah merasakan kebahagiaan dengan uang itu, pak ilham pun mati karena hantu itu menagih janjinya. Beberapa tahun setelah insiden itu tepat di tahun 2007 rumor mister gepeng kembali beredar bersama dengan kejadian-kejadian aneh yang menimpa salah satu siswi di salah satu sekolah. Siswi itu bernama lidya. Dia sering mengalami kejadian aneh hingga dijauhi oleh teman-temannya. Hingga saat dimana dia diberi tantangan oleh sekelompok teman sekelasnya yang bernama adine, alex, vino dan tamara untuk memanggil mister gepeng di toilet sekolahnya. Satu hari setelah tantangan itu, lidya menghilang dan satu persatu dari mereka yang memanggil mister gepeng di teror baik disekolah maupun dirumah. Hingga tamara dan vino menjadi korban teror mister gepeng. Adine merasa bahwa kejadian ini sangat aneh dan seperti ada teka-teki didalamnya. Sehingga adine mengajak alex dan vino untuk memecahkan teka-teki mengenai mister gepeng itu. Mereka bertiga mengumpulkan data mengenai mister gepeng dari berbagai artikel, berita serta koran.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as qualitative data analysis: a methods sourcebook miles
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Di tengah jamuan makan malam keluarga, aku baru mengetahui fakta pahit bahwa sahabat masa kecilku, lelaki yang seharusnya tumbuh besar bersamaku, telah melepaskan peluang emas untuk naik pangkat di Distrik Militer Utara demi sepupuku, Ajeng Hidayat. "Nilai ujian Ajeng hanya cukup untuk masuk universitas lokal. Kebetulan kondisi kesehatan Bibi juga sedang menurun, jadi aku sudah membantu mengubah data pendaftaranmu. Kita semua akan tetap tinggal di sini," ucapnya santai. Ibuku pun menimpali dengan nada yang sama mendesaknya, "Benar, Nak. Ibu sudah berjanji pada pamanmu untuk menjaga Ajeng, jadi kamu juga harus membantu Ibu merawatnya. Lupakan saja soal kampus papan atas itu, nggak ada gunanya. Toh, nanti setelah menikah dengan Rangga, kamu juga akan ikut dia bertugas." Belum sempat aku mengeluarkan sepatah kata pun, mata Ajeng mulai berkaca-kaca. Air matanya jatuh dengan begitu dramatis. "Semua ini salahku yang nggak berguna. Ayah dan Ibu sudah tiada, sekarang aku malah membebani Kakak sampai dia nggak bisa kuliah di universitas impiannya. Sebaiknya kalian pergi saja, aku bisa menjaga diriku sendiri." Begitu air mata itu jatuh, Rangga dan ibuku langsung panik. Mereka sibuk menghibur dan menenangkannya seolah dialah pusat semesta. Tanpa suara, aku bangkit dan kembali ke kamar. Di detik terakhir sebelum batas waktu pendaftaran ditutup, aku mengubah kembali pilihan Universitas Adiwangsa. Sejujurnya, keinginanku ke sana bukan hanya agar bisa dekat dengan Rangga. Dulu, aku hanya ingin melewati setiap hal bersamanya. Berjalan beriringan di bawah satu payung hingga rintiknya membasahi rambut kami yang memutih oleh usia, sebuah janji untuk menua bersama. Akan tetapi, sekarang, siapa pun yang berdiri di sampingku saat hujan turun tak lagi jadi masalah. Hanya tempat itu yang tetap harus kudatangi.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as qualitative data analysis: a methods sourcebook miles
Read
+Library
Kembaran Terlupakan: Satu Dicintai, Satu Diabaikan

Kembaran Terlupakan: Satu Dicintai, Satu Diabaikan

Di Keluarga Paladin, setiap anak lahir dengan sebuah cip. Cip itu menyatu dengan bio-arloji di pergelangan tangan mereka, layarnya terus menghitung mundur setiap detik dari sisa hidup yang mereka miliki. Semua orang bisa melihat angka di arloji saudara kembarku terus berkurang. Begitu juga di arlojiku. Mereka semua tahu dia akan meninggal tepat di hari ulang tahun kami yang ke-18. Karena itu, Vivian menjadi putri yang tidak tersentuh di dunia kami yang kejam. Semua gaun bertabur berlian menjadi miliknya. Semua perhiasan paling langka juga menjadi miliknya. Bahkan sisa rasa kemanusiaan ayahku yang terakhir juga hanya diberikan untuknya. Sedikit kehangatan yang hanya terlihat saat pistol ayahku sudah disarungkan kembali. Dulu, aku merasa kasihan padanya. Waktunya terus berkurang. Namun, ya Tuhan ... aku juga iri padanya. Dia punya semua yang tidak pernah kumiliki, kasih sayang orang tua kami. Lalu, pada malam pesta ulang tahun kami yang ke-18 .... Orang tuaku khawatir aku akan membuat keributan. Mereka takut aku akan menyinggung bos mafia dari keluarga sekutu kami. Jadi, mereka mengunciku di ruang bawah tanah. Lembap. Dingin. Sementara demam parah membakar seluruh tubuhku. Aku terus menggedor-gedor pintu kayu ek yang berat itu sampai suaraku serak. "Mama, tolong! Keluarkan aku! Tubuhku panas sekali. Kepalaku sakit banget ...." Dari luar, suara ibuku terdengar dingin dan tak tergoyahkan. "Cukup, Lilian! Hari ini ulang tahun adikmu yang ke-18. Hari terakhirnya hidup! Berhenti cari perhatian! Apa kamu nggak bisa menahan diri demi kehormatan keluarga kita?" "Tapi aku benar-benar sakit ...." Suara langkah kakinya makin lama makin menjauh, sampai akhirnya lenyap. Lalu, kegelapan menelanku sepenuhnya. Di pergelangan tanganku, bio-arloji itu terus berkedip dan menunjukkan peringatan darurat. [ PERINGATAN KRITIS: Tanda vital tidak cocok. Data cip yang terhubung tidak kompatibel. Harap verifikasi pengguna. ]
3.8K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as qualitative data analysis: a methods sourcebook miles
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status