Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JANGAN AJARI AKU KATA SABAR!

JANGAN AJARI AKU KATA SABAR!

Satu kali diselingkuhi, Ayara masih bersabar. padahal, sang suami pulang membawa bayi hasil hubungan gelapnya dengan perempuan lain. ketika untuk kedua kalinya itu terjadi, maka, tak ada lagi kata maaf. Dia telah mempersiapkan balasan yang amat menyakitkan bagi sang suami. "Jangan ajari aku kata sabar, jika selama lima tahun lamanya, aku telah bersabar merawat dan membesarkan anak hasil selingkuhmu." -Ayara-
Thriller
1026.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kata Cinta Membuat Sakit Hati

Kata Cinta Membuat Sakit Hati

Aku sedang hamil empat bulan, tetapi suamiku yang seorang dokter membatalkan janjinya sebanyak 16 kali untuk kami mengurus surat nikah. Pertama kali, perawat kecilnya pingsan karena melihat darah saat operasi. Aku menunggunya seharian di depan Kantor Catatan Sipil. Kedua kalinya, begitu perawat kecilnya menelepon, dia meninggalkanku di jembatan layang, hanya untuk membelikan pembalut untuk si perawat kecil. Setelah itu, setiap kali kami berencana untuk mengurus surat nikah, perawat kecilnya selalu saja membuat masalah. Terakhir kali, aku mendengar suamiku sedang sakit. Aku bergegas datang ke rumah sakit di tengah hujan deras, tetapi ternyata yang sakit adalah si perawat kecilnya. Pria itu menjaga perawat kecilnya di samping tempat tidur tanpa beranjak sedikit pun, berbohong padaku tanpa perubahan ekspresi lewat telepon. Pada saat itu, aku mulai membenci pria itu. Aku dengan tegas menggugurkan kandungan, lalu pergi. Namun, pria itu malah mengejarku hingga ke luar negeri, meminta maaf padaku.
Cerita Pendek · Romansa
14.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

"Bu Juvena, apa Anda yakin ingin menayangkan foto dan video Pak Silvano dengan Nona Marisha pada hari pernikahan?" Juvena terhenti sejenak, lalu dengan tegas menjawab, "Aku yakin." "Oh ya, sekalian bantu aku urus visa. Pada hari pernikahan aku harus ke luar negeri, jangan sampai ada yang tahu." Setelah menutup telepon, Juvena berdiri lama di dalam kamar. Pagi ini saja, Juvena menemukan rumah kecil tempat tinggal tunangannya bersama cinta pertamanya. "Marisha, kalau kamu sungguh tak rela aku menikah, sebulan lagi datanglah. Rebutlah aku, dan jadilah pengantinku!" Begitu sampai di pintu, Juvena mendengar Silvano menyerukan kalimat itu kepada Marisha. Detik berikutnya, keduanya tak bisa menahan diri dan saling berciuman. Melihat adegan itu, jantung Juvena hampir meledak. Dia menahan diri untuk tidak menerobos masuk, lalu berbalik dan pergi. Pada saat itu juga, dirinya telah diam-diam membuat keputusan yang akan mengejutkan semua orang. Di hari pernikahan sebulan kemudian, sebelum rencana mereka untuk merebut pengantin terjadi ... Juvena akan kabur dari pernikahan!
Cerita Pendek · Romansa
30.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Saat Cerai Bukan Lagi Sekadar Kata

Saat Cerai Bukan Lagi Sekadar Kata

Cinta lama Yohan baru saja bercerai. Malam itu, Yohan melemparkan surat cerai yang ke-99 padaku. "Chika lagi patah hati, dia belum bisa bangkit dari kesedihan. Aku harus menjaganya." Anak laki-lakiku yang berumur tujuh tahun juga ikut menasihati. "Kamu cepat pergi saja, biar Tante Chika pindah ke sini. Rumah kita nggak butuh pembantu seperti kamu." Ayah dan anak itu yakin aku akan marah-marah, menangis, dan memohon supaya mereka tidak mengusirku. Tapi kenyataannya, aku hanya mengangguk pelan. Lalu diam-diam menandatangani surat cerai itu. Sepuluh tahun kemudian, anakku diwawancarai sebagai peraih nilai tertinggi ujian nasional. Wartawan bertanya padanya, "Nak, apa yang membuatmu tetap semangat belajar selama ini?" Dia terdiam sejenak, matanya memerah di depan semua orang. "Karena aku ingin bilang ke Ibu, aku sudah dewasa sekarang. Bisa nggak Ibu pulang? Jangan tinggalkan aku lagi."
Baca
Tambahkan
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
Baca
Tambahkan
Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami

Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami

Saat Raisa mengalami keguguran, Kevin malah asyik merayakan kepulangan mantan kekasihnya. Tiga tahun pengabdian dan pengorbanan yang dia lakukan, hanya dianggap tak lebih dari sekadar pengasuh dan koki di rumah. Raisa pun merasa sakit hati dan bertekad untuk bercerai. Bahkan sahabat yang tahu tentang hubungan mereka menganggap Raisa seperti lem yang kuat dan tak bisa dilepas sama sekali. "Aku yakin kalau Raisa akan kembali dalam satu hari." Namun Kevin menyanggahnya, "Satu hari? Kelamaan, paling lama setengah hari, dia pasti kembali." Raisa sudah mantap ingin bercerai, dia memutuskan untuk tidak menoleh lagi ke belakang dan mulai sibuk dengan kehidupan barunya, sibuk dengan karier yang pernah ditinggalkannya, dan sibuk membangun relasi baru. Seiring berjalannya waktu, Kevin mulai kehilangan sosok Raisa di rumah. Kevin tiba-tiba panik. Di sebuah pertemuan industri, dia melihatnya sedang dikelilingi kerumunan orang-orang yang kagum padanya. Dia pun bergegas maju tanpa peduli apa pun, "Raisa, apa kamu belum cukup membuat masalah?" Bravi tiba-tiba berdiri di depan Raisa dan mendorongnya dengan satu tangan, lalu berkata dengan tegas, "Jangan sentuh kakak iparmu!" Kevin tidak pernah mencintai Raisa selama ini, tetapi ketika dia sudah jatuh cinta padanya, tak ada lagi tempat tersisa untuknya.
Romansa
9.8266.2K DibacaOngoing
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
Tambahkan
Jeo Anne
3 hari update Bravi n Raisa trs bikin gerah nih pasangan bucin... Kevin sma Bravi sma2 anak kurang kasih sayang dr kecil tp mulanya Kevin ga bs berbuat baik sma orang termasuk Raisa yg dulu cinta tanpa syarat.. kasian kamu Kevin baru nyadar ditinggal Raisa yg untung Bravi dong
Anisya Kuran
awalnya aku pikir ceritanya bakal pasaran karena prolog nya nyaris sama dgn novel tetangga tapi pas lanjut baca lanjut baca lagi lanjut baca terus.. ternyata seru banget. walopun genre nya mirip2 yaitu pengkhianat an pernikahan tapi cerita nya fresh dan bikin nagih. semangat update sampe ending thor
Baca Semua Ulasan
Reset to Drill Day: Watching the Commander Break

Reset to Drill Day: Watching the Commander Break

During the outdoor orientation boot camp, Wanda Lawson, the daughter of the richest tycoon, suddenly suffered from a heart attack. She collapsed to the ground and went through a seizure, her complexion bluish-gray. My boyfriend, Joseph Jensen, the drill instructor of the boot camp, overheard my pretentious roommate, Ella Ziegler, murmur, "She's usually fine, so why is she suddenly suffering from some sort of attack when it's time for the drills to start? She must be faking it in order to laze around!" Because of those assumptions, Joseph kicked the medication that Wanda managed to pull out of her pocket into the nearby river. "Get lost if you want to play dead! Don't drag us down with you!" I quickly dived into the river and scooped the medication out. Thanks to my efforts, Wanda's life was saved. Her father was enraged when he found out about the news and wanted to hold someone responsible. With tears streaking down my face, I begged Wanda to not expose Joseph. She nodded quietly to me. Joseph narrowly escaped the judgment. But Ella was expelled by the university right away for her malicious and provocative words. She even had a permanent stain of poor conduct marking her record. On the third day after Ella returned to her village, her family forced her to marry an older man who had remained single for far too long because of his violent temperament. Wanda's father was grateful to me for saving Wanda's life, so he listed me into the list of beneficiaries of his family's trust fund. The amount of money I received was second only to Wanda's portion. On the night news of Ella getting beaten to death by her husband got out, Joseph lovingly invited me to the place we first met so that we could go hiking. When I stood on the steep slope of the mountain, Joseph suddenly snatched the backpack filled with supplies, which included a life-saving whistle, from me. Then, he shoved me off the slope. "Why must you be such a busybody? If you never saved Wanda, she wouldn't have been able to testify against Ella because she'd have died! A murderer like you should just die!" Having broken my spine from the fall, I ended up dying at the foot of the mountain. After my death, not only Joseph got to receive the trust fund thanks to his relationship to me as my fiance, but he also began sponsoring low-income students by using Ella's namesake. That was how he reaped both wealth and reputation in one go. When I open my eyes again, I've returned to the day Wanda suffers from the heart attack.
Baca
Tambahkan
Divorce Day Reset: My Wife Back at Seventeen

Divorce Day Reset: My Wife Back at Seventeen

There's a common secret kept by everyone in the upper crust. Liliana Coolidge loves me, her husband, to the core, and yet she loves the thrill of sleeping with others behind my back. She pampers her side pieces a lot, but there's one taboo that they must follow no matter what. They must never show up in front of me at all. Everyone knows that I'm the man whom she's loved for a decade and the one she almost died to marry. Liliana has made it clear that if I were dead, she'd definitely follow me to the afterlife without a doubt. But this time, her latest side piece is a rebellious one. He actually shows up before me, thinking that he has Liliana to back him up. He spams my phone with tons of used condom photos, together with Liliana's sleeping visage. "Mr. Rivero, the strawberry ribbed condom overstimulates Ms. Coolidge too much, judging from the way she kept moaning the whole night. Had she used it when she was with you in the past?" Only at that moment do I realize that my wife, who loves me to the moon and back, has chosen to pour all the love she has for me while giving her body to other people. As I stare at the photos, I weep until I don't have any tears left. Then, I draft a divorce agreement and leave my signature there. But when I turn around, I notice a 17-year-old version of Liliana standing behind me with tears streaming down her face.
Baca
Tambahkan
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Suamiku, seorang komandan resimen, akhirnya setuju aku ikut ke kesatuan, dengan satu syarat… Anak kami tak boleh memanggilnya ayah. Delapan tahun kami menjalani pernikahan rahasia. Delapan tahun pula aku tinggal di desa, merawat kedua orang tuanya. Setelah kedua mertuaku meninggal dunia, aku dan anakku memohon padanya agar kami bisa ikut bersamanya ke kesatuan. Dia setuju… Tapi dengan satu syarat! “Setibanya di kesatuan nanti, status kalian hanyalah kerabatku dari kampung,” ucapnya dingin. Saat itulah aku mengerti… Ternyata, di kesatuan sana, dia sudah memiliki keluarga lain. Akhirnya, aku membawa anakku pergi tanpa menoleh sedikit pun. Dan pria yang dikenal dingin itu… Justru tampak panik.
Baca
Tambahkan
Ikatan Hati

Ikatan Hati

Abian Bimantara. Anak kamu, Adrian Bimantara. Oke. Ini mengejutkan. Kediaman Bimantara dibuat gempar ketika sesosok bayi muncul di depan pintu rumah. Ditambah secarik kertas berisi sebaris kalimat yang menyatakan si bayi adalah keturunan keluarga Bimantara. O–wow! Seisi rumah heboh. Lalu, bagaimana reaksi si tersangka yang disebutkan dalam kertas? Siapa sebenarnya Abian? Ibunya? Orang tuanya?
Romansa
105.9K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
123456
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status