RANTAI CINTA MAFIA KEJAM
"Awalnya aku tidak ingin bercinta denganmu, melainkan membunuhmu. Tapi karena kau meragukanku, bagaimana jika kuputar balikan niatku hmm? Akan kuberikan kepuasan sejati hari ini."
Bibir Jia terkatup rapat, tak mampu berkata-kata saat mendengar pernyataan Pria di depannya. Haruskah ia melawan?
"Tapi sebelum itu, katakan. Apa kau masih perawan?"
"Ya," Jawab Jia dengan suara pelan.
Mendengar itu mata Vier menajam, rahangnya mengeras. Karena sejujurnya ia benci gadis perawan, ada alasan lain yang mengapa ia tidak suka berhubungan dengan perempuan yang masih suci.
Chapitres populaires