Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Pengganti Yang Membenciku

Suami Pengganti Yang Membenciku

Baru kali ini dia melihat rumah besar yang tak pernah dia jumpai di kampung halaman. Meskipun ragu, akhirnya dia menekan tombol bel yang terletak di sisi gerbang. Lalu kembali berdiri menunggu, hingga seorang sekuriti berbadan atletis keluar. “Mau cari siapa mbak?” “Apa benar ini rumah mas Alex?” Kedua alis Dewa bertaut mendengar pertanyaan wanita muda itu. “Ini rumah tuan Anggara. Sepertinya mbak salah alamat,” tatapan Dewa menelisik pada wanita di hadapannya. Wanita manis yang memiliki kulit warna coklat, dan penampilannya seperti gadis desa.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
HILANGNYA SIFAT MANJA ISTRIKU

HILANGNYA SIFAT MANJA ISTRIKU

kata mbak Norma sambil menunjuk jalan di depan kami. . . . Rumah yang sangat besar terletak di ujung pemukiman adalah rumah yang kami tuju. Agak jauh dari rumah-rumah penduduk lainnya. Dan jika diamati lebih teliti kesan pertama melihatnya, itu adalah bangunan rumah angker. Halaman luas yang terlihat sepi, lalu terdapat patung singa di kanan kiri pintu masuk rumah. Lalu dua buah pusaka keris yang posisinya disilangkan ditempel tepat di atas pintu.
9.8249.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.7K kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Rahasia Wanita Pemikat

Rahasia Wanita Pemikat

“Liat... ini wanita jalang yang sudah merayu suami saya, hingga melupakan anak-anak!” Teriak wanita itu, sambil menunjuk Angel yang masih berada di lantai karena terjatuh. Angel merasa, wanita ini sengaja membuat keributan, karena ia ingin mempermalukan dirinya di depan penghuni lain. “Lihat ini, tampang perempuan perusak rumah tangga orang lain, hati-hati saja dengan wanita model seperti ini!” “Asal kamu tahu yaa.. wanita jalang, saya nyonya Tito Khaidir, lelaki yang kamu racuni dengan rayuan dan mulut manis mu, Sekarang kamu mengerti kenapa saya menerobos kamar kamu!”
9.220.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 622 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Rahim Dua Ratus Juta

Rahim Dua Ratus Juta

Menggelengkan kepala, berharap kenangan bersama keluarganya tak melintas lagi. Di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi, Angelica menghentikan kendaraannya. Ia tercenung sejenak, melihat kondisi kediaman keluarga terhormat itu. Rumah yang dahulu sempat ditinggali Angelica. Wanita berpakaian seksi itu turun dari mobil. Mengetuk gerbang, menunggu security menghampiri. "Non Angelica?" desis pak Joko salah satu security rumah itu.
1020.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 728 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Pembalasan Saudara Kembar

Pembalasan Saudara Kembar

Kembali masuk ke mobil dan melajukan mobil ke halaman rumah. Suasana rumah Antoni sangat menyeramkan. Setelah kasus ini terbongkar tak ada seorang pelayan pun yang mau bekerja di rumah angker itu. Rumah bernuansa classic dan tua memancarkan aura negatif. Mungkin banyak orang yang terbunuh di rumah ini hingga arwah mereka gentayangan. Angel membuka pintu dengan kunci cadangan yang sengaja ia simpan. Sewaktu-waktu dapat dibutuhkan. Memutar kunci perlahan dan mendorong pelan. Bau debu dan pengap membuatnya sulit bernapas.
9.832.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 873 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Perempuan Kedua

Perempuan Kedua

ucap Yumna. Arini menghela nafas melihat Yumna yang mulai merapikan bekas makannya dan hendak membawa keluar kamar. Wanita yang biasa berpakaian seksi itu tidak menyangka jika dia bisa berada di tengah-tengah keluarga yang baik. Awal dia tahu hamil dan ingin meminta pertanggungjawaban Haikal batinnya bergejolak dan ketakutan.
663 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Perempuan Yang Terbuang

Perempuan Yang Terbuang

Di tengah hujan deras yang mengguyur London di tengah malam ini, tampak seorang wanita keluar dari rumah besar beserta anak gadis berumur 5 tahun serta bayi di dalam gendongannya. Tujuan wanita yang terbuang ini hanya satu. Menunjukkan kalau dia wanita yang tegar, yang akan bisa bangkit kembali tanpa campur tangan Keluarga Smith Yang Terhormat. ***** Bersambung .....
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN YANG DISEBUT SUAMIKU

PEREMPUAN YANG DISEBUT SUAMIKU

Akan kulihat bagaimana nanti, dia menahan malu datang dengan tanpa pendamping, sementara istri yang telah disakitinya memilih berada di tempat yang sama dengan peran yang berbeda. Di jalan, mulut ini menguap berkali-kali. Maka kuputuskan setelah sampai puskesmas, langsung menuju tempat istirahat para petugas yang jaga di malam hari. Ada dua kamar yang dihuni oleh kaum laki-laki dan wanita. Terlihat kasur sudah rapi dengan ditutupi seprei bermotif bunga. Aku langsung menjatuhkan tubuh di atasnya dan menarik selimut yang sudah terlipat rapi. Entah kemana para penghuni yang sudah bangun. Kakiku terasa dipukul seseorang sehingga membuat mata ini terpaksa membuka. “Emm, apaan sih?” ujarku kesal.
1027.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 836 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Tiara bisa merasakan kuku Zaki menancap di kulitnya, tapi ia tak mengeluh. Dari dalam lorong, Raka muncul perlahan, wajahnya pucat dengan mata kosong yang berkilau samar. > “Rumah sudah memilih…” Di belakangnya, Anggi merayap di dinding, gerakannya patah-patah, kepalanya miring 90 derajat, tersenyum lebar hingga pipinya robek. > “Satu untuk tinggal… satu untuk bebas…”
10809 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Perempuan Yang Kalian Remehkan

Perempuan Yang Kalian Remehkan

Dan kali ini, aku tidak akan lagi meminta izin siapa pun. Hari itu langit sore berwarna keemasan. Di ruang keluarga rumah besar keluarga Baskara, aroma teh melati bercampur dengan wangi kue-kue mahal memenuhi udara. Nyonya Ratna duduk anggun di kursi empuk, ditemani beberapa sahabat sosialitanya. Mereka adalah wanita-wanita kelas atas yang terbiasa berbalut perhiasan berkilau, dengan topik pembicaraan yang selalu sama: siapa yang sukses, siapa yang gagal, dan siapa yang harus dijadikan bahan gosip berikutnya. Gelak tawa meledak ketika salah satu dari mereka, Bu Mira, menirukan gaya bicara menantunya yang manja. “Bayangkan saja, setiap kali belanja, dia bilang, Mama, yang ini terlalu murah.”
960 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai perempuan di rumah angker
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status