Sang Ratu Tersembunyi
Pernikahannya tinggal setengah jam lagi, tapi asisten tunanganku, wanita ini, baru saja menyerahkan selembar kertas padaku.
Aturan nomor satu. Tidak boleh ada kontak fisik dengannya di luar, kecuali dia secara langsung mengizinkannya.
Aturan nomor dua. Keintiman hanya boleh terjadi jika dia yang memulainya. Aku wajib memenuhi hasratnya setidaknya sekali dalam sebulan.
Aturan nomor tiga. Dia bisa menuntut haknya kapan saja, di mana saja, dan aku tidak boleh menolak.
...
Setelah aku selesai membaca seluruh kontrak dua halaman ini, aku harus berjuang keras mempertahankan senyum di wajahku.
Menelan amarah yang membara di dalam perutku, aku menelepon tunanganku.
"Alex, ini apaan sih?"
"Apa maksudnya dengan kalimat kalau mempelai pria memiliki anak, mempelai wanita wajib membesarkannya, tanpa memedulikan siapa ibunya?"