Broken
“Ma—maaf, non. Ta—tapi bibi gak ngerti maksud—“
PRANG....
Belum selesai wanita itu berbicara, dengan segera Rein menarik taplak meja. Semua peralatan makan yang berada di atas meja pun turut berjatuhan dan berceceran di lantai.
Segelas susu cokelat hangat kini berceceran di lantai, bersama beberapa jenis buah-buahan dan juga roti yang telah disiapkan asisten rumah tangga, untuk sarapan gadis itu.
“Bisa-bisanya bibi gak ngerti! Bibi tuh punya otak gak, sih?!” ucap gadis itu memarahi asisten rumah tangganya.
“Kenapa gak pakai otak bibi biat mikir, apa kesalahan bibi?!” Wanita itu hanya tertunduk dan menerima semua kemarahan nona rumah itu, tanpa tahu apa kesalahannya.
Bab Populer