Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyintas

Penyintas

Robot itu hanya setinggi betis orang dewasa, memiliki bentuk yang cukup lucu untuk dilihat, serta dilengkapi dengan fitur children-friendly membuat para orang tua- terutama para ibu- merasa tenang ketika sedang berbelanja bersama dengan anak mereka. “Tidak, tapi aku mau ditemani sama kamu~!” jawab Satu tersenyum. “Aww~” robot itu memasang ekspresi tersipu malu. “Oke~ Ayo kita lihat-lihat~!” ujar robot itu yang kemudian berjalan di sampingnya. Semakin berjalan ke dalam, semakin banyak terlihat robot-robot lain yang sedang menjalankan tugas masing-masing. Seperti sudah terbiasa akan hal itu, Satu terlihat sibuk melihat, meninjau, dan menilai tiap-tiap pakaian yang terjejer di kiri dan kanannya
3.7K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as i robot
Read
+Library
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Kaki-kaki mekanis berlapis silikonnya mencengkeram langit-langit beton, bergerak seperti bayangan yang menyatu dengan kegelapan. Robot itu berhenti tepat di atas koordinat tempat Dimas sedang menjangkau botol ekstrak di rak tertinggi. Kaki-kaki mekanisnya yang berlapis silikon mencengkeram permukaan beton tanpa suara. Lensa sensor merahnya berputar pelan, mengunci target pada satu titik spesifik: urat nadi di samping leher Dimas. [SPY-BOT ALERT: TARGET LOCKED]
992 viewsCompletedAdded to Library 38 Times as i robot
Read
+Library
You're MINE

You're MINE

Mata biru itu kembali berbinar cerah seketika. "Bukalah." Tentu sesuai instruksi, tangan-tangan kecil sang balita segera membukanya. Namun, senyuman pria kecil itu sirna setelah tahu apa isinya. "Bukan Tlansfolmel?" "Itu Iron Man." Itu ucapan Kinara, memberitahu nama robot dengan ukuran yang lumayan besar dalam genggaman putranya. "Robot yang kuat, seperti Axel."
8.8K viewsCompletedAdded to Library 219 Times as i robot
Read
+Library
Bukan Mantan Biasa

Bukan Mantan Biasa

"Mama, cepat buka! Aku mau lihat!" Brielle dan Lastri mengangkat kotaknya ke dalam rumah, lalu mulai membukanya. Di dalamnya ada sebuah robot setinggi lebih dari satu meter, berwarna merah muda, bentuk kepalanya menyerupai manusia. Jelas ini adalah tipe robot pendamping anak. "Wow!" Mata Anya berbinar saat menyentuh kepala robot itu dengan lembut. Brielle menyalakan tombol kontrol robot tersebut. Robot itu mengeluarkan suara lembut seperti anak perempuan. "Halo, namaku Smartie. Siapa namamu?"
9.5440.2K viewsCompletedAdded to Library 15.8K Times as i robot
Show Reviews (116)
Read
+Library
Adelia
izin promosi novel kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Hydragea
Numpang promote thor. Baca juga karya Hydragea. "Sang Villainess Yang Disayang" Kisah sang FL yang bertransmigrasi dan tertaut sistem antagonis. Diberi misi mengumpulkan poin penderitaan agar bisa kembali ke dunia aslinya. Namun justru para ML menyalahartikan kejahatan FL sebagai bentuk peduli.
Read All Reviews
Neng Zulfa

Neng Zulfa

ucap Ratna pada balita tampan yang sedang memainkan robot-robotan Iron Mannya di atas rerumputan hias taman. Balita itu hanya tersenyum menatap uminya sambil menggumam lirih, “Iya, Umi.” dengan suaranya yang sangat halus lalu kembali berlari-lari kecil dengan mainan kesayangannya. Robot-robotan Iron Man yang beberapa bulan lalu dibelikan Amy Adhim-nya sang paman.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as i robot
Read
+Library
Paman, Berhenti Mengejar Mama!

Paman, Berhenti Mengejar Mama!

Dia membuka pintu itu dengan sidik jadi, kemudian berbalik sambil menunjukkan sebuah robot putih setinggi perutnya kepada Luna. “Ini adalah robot Istimewa yang baru-baru ini dikembangkan oleh Reed Group. Dia bisa diperintah untuk membersihkan rumah, seperti mesin vacuum, serta beberapa tugas lainnya yang cukup membantu kehidupan sehari-hari. Selain itu ….” Thomas menunjukkan fungsi lain dari robot polifungsi dengan sistem AI yang bisa berbicara itu sambil menjelaskan panjang lebar, seolah-olah dia sedang menawarkan produk kepada Luna.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 113 Times as i robot
Read
+Library
Like a Fairy Tale

Like a Fairy Tale

Robot tersebut berwarna hitam dan biru tua, dengan seluruh badannya yang terbuat dari besi dan kaca laminasi. “Aku harus segera memotretnya karena waktuku hanya tinggal lima belas menit saja disini!” serunya kemudian mengeluarkan inblet dari sakunya. Dia memfoto satu-persatu robot-robot tersebut. Dari robot yang bernama RM-05 sampai RM-01. Mata Tuan Owen terbelalak ketika melihat wajah RM-01. “Bukankah kau?” Tuan Owen terkejut, lalu tanpa sadar berjalan mundur keluar dari ruangan nomer satu tersebut. “Aku harus segera memberitahukan ini pada Tuan Putri!”
109.2K viewsCompletedAdded to Library 360 Times as i robot
Read
+Library
Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

"Apa aku hanya bermimpi selama ini?" Rian masih merasa ragu untuk membuka matanya. Apakah tadi itu hanyalah kenyataan atau mimpi belaka? Rian pun perlahan membuka kedua matanya dan ia melihat sebuah robot berdiri di depannya. Robot itu mengenakan armor besi berwarna coklat dengan sesuatu berwarna biru menyala di setiap sendinya. Kepalanya bagaikan tabung TV berwarna coklat. Dia seperti robot yang selalu muncul di game MMO manapun. “Subjek nomor 177013 sudah bangun.” Ucapnya.
915.9K viewsOn holdAdded to Library 541 Times as i robot
Read
+Library
Sistem Pewaris Terhebat

Sistem Pewaris Terhebat

“Apa kau memiliki nama? Aku akan sering merepotkanmu mulai sekarang.” Robot itu terdiam beberapa saat. “Aku adalah robot pelayan pribadimu, D1. Aku tidak memiliki nama. Aku hanya bertugas untuk membantumu selama berada di tempat inin.” “Bagaimana jika aku memanggilmu ... Dot? Itu cocok untukmu.” Robot itu terdiam, memproses sesuatu, mengangguk. “Dot, tunjukkan ruang latihanku sekarang. Aku tidak sabar untuk memulai.”
9.777.5K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as i robot
Read
+Library
Vonis Cinta Sang Hakim

Vonis Cinta Sang Hakim

ujar Ayahnya. Rio langsung berhenti, Viona yang menangkapnya langsung menjewernya. Rio langsung menghampiri Varen, "Maaf ya kak." ucapnya pelan. Varen tertawa menepuk bahu Rio, "Aku tak masalah, kenyataannya memang begitu kan. Aku adalah robot yang siap melayanimu Nyonya, tapi setiap kau menekan tombol on, itu akan error sedikit." selorohnya yang membuat yang lain ikut tertawa.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as i robot
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status