INICIAR SESIÓN"Kita bukan manusia biasa." Forlan, yang kehilangan ingatannya, dibawa pergi oleh Aza ke pondok di tengah gunung dan hidup bahagia bersama seorang nenek. Namun, begitu menginjak 18 tahun, Forlan mengetahui rahasia yang disembunyikan Aza: dunia sedang berperang sejak 500 tahun lalu. Manusia normal hampir punah. Dunia dikuasai para pemilik kemampuan, dan Forlan salah satunya. Tetapi itu hanya sebagian kecil dari rahasia yang disembunyikan Aza. Masalah semakin rumit ketika Forlan mengetahui dirinya memiliki adik perempuan yang tidak diketahui keberadaannya. Dirinya juga merupakan golongan langka di antara pemilik kemampuan. Kini Forlan memutuskan pergi dari pondok untuk mencari adiknya, ingatannya, dan mengetahui segala kebenaran yang telah disembunyikan selama 500 tahun. Hanya saja, tantangan Forlan begitu besar. Dia harus menghadapi musuh yang tidak pernah dia tahu bersama monster mitologi yang telah menguasai permukaan tanah selama manusia normal bersembunyi. Tanpa dia sadari, perang telah berada di ujung tanduk kekalahan.
Ver másKetika kami kembali ke Padang Anushka, lagi-lagi Lavi hanya lapor pada Dokter Gelda. Kami sedang diperiksa. Hanya ada Isha dan Dokter Gelda di sekitar kami. Ketika cerita Lavi tiba di pertempuran monster, raut Isha dan Dokter Gelda segera berubah—meski tak terlalu kentara.“Kenapa kalian tidak menghindari monster?” tuntut Dokter Gelda.“Kenapa tidak?” balas Lavi.“Lavi, ini bukan misi patroli. Ini misi pencarian.”“Kami tim penyerang.” Suara Lavi normal, tetapi caranya mengatakan itu sangat tegas. “Menghabisi monster itu tugas kami. Toh, kami pilar tim penyerang. Mau misi apa pun, itu sudah semestinya kami lakukan.”Sebut aku idiot—terserah, tetapi di detik itulah aku sadar bahwa semua yang kupikirkan tentang Lavi sudah berlebihan.Lavi tidak pernah pergi. Dia tetap membela posisiku dengan caranya.Lavi menemukan mataku yang tertegun menatapnya. Dia mengedipkan sa
Pertempuran dengan monster lebih brutal dari yang kami bayangkan.Sekarang terjawab sudah mengapa monster bisa menemukanku. Itu bukan monster yang menghampiriku, kami yang menghampiri monster. Lavi menyebut tempat itu sebagai: “Sarang monster. Kita masuk sarang monster. Luar biasa.”Pertempuran melawan monster menghabiskan waktu lumayan singkat. Saat itu sudah malam. Kami sudah di tempat persembunyian yang hanya berupa kubah batu sederhana di samping sungai. Begitu menemukan aliran air, Lavi memutuskan agar malam ini kami beristirahat tidak jauh dari sungai.Sepanjang perjalanan mencari tempat istirahat, kami tak terlalu mengungkit pertempuran melawan monster, tetapi ketika akhirnya kami berhasil duduk di dalam kubah batu dan membakar beberapa ikan, Lavi baru mulai menyebut betapa banyak hal baru dariku yang belum diketahuinya.“Aku merasa dicurangi,” katanya.“Aku juga, sejujurnya,” balasku.“Bagian
Berkat Reila, aku bisa tertidur sampai jam sarapan. Mungkin salah satu yang membuat tidurku terganggu, adalah karena aku terlalu banyak memendam.Masalahnya, aku terlelap di sofa. Dan semua beban di kepalaku tidak hilang. Begitu terbangun, aku merasa segar, tetapi hanya sedikit. Kepalaku masih kelewat berat seolah sesuatu yang mengganjal itu tidak hilang dengan tidur. Ketika mataku terpejam, aku bisa melihat bercak hitam kehampaan di mataku seolah itu jauh lebih gelap dari kegelapan mana pun. Bercak itu bergerak, membuat mataku bergetar—dan setiap mataku terpejam, itu memaksa mataku terbuka. Reila berhasil membuat bercak itu tidak terlalu terasa membara dengan caranya, dan dalam waktu yang tak bisa kusadari, aku sudah tertidur. Yang menjadi masalah: bercak gelap itu kembali, membuat mataku seperti terbakar, dan aku terlonjak bangun.Inilah alasan kedua mengapa aku dan Lavi berangkat terlambat: Lavi ada di sampingku ketika aku terbangun. Di sofa. Tepat di sampingk
Sebelum pencarian ketiga, semua mulai meledak.Aku dan Lavi baru berangkat setelah tengah hari, beda titik dengan Reila yang sudah berangkat sejak jam sarapan habis. Kali ini dia tetap berangkat dengan Profesor Merla, tetapi tanpa Kara. Sebagai gantinya, Elton ikut misi.Dan alasan pertama mengapa aku terlambat berangkat, adalah Reila.Aku tidak bisa tidur lagi—sebenarnya aku tidur, tetapi hanya satu jam. Jadi, ketika bangun, kepalaku pusing. Saat itu dini hari. Aku di dapur, mengambil minum dengan harapan pusing di kepalaku hilang, tetapi ternyata gerak motorik tanganku belum sepenuhnya kembali. Gelas itu tergelincir dari tanganku, dan: prang!Satu-satunya yang keluar kamar: Reila.Begitu dia keluar dengan raut terkejut dan curiga, kami bertautan mata. Di dekat kakiku masih tersebar pecahan kaca. Di malam itu, akhirnya tidak ada yang bisa disembunyikan lagi. Aku mengatakan semuanya.Tentang misi ini, apa yang kupikirkan di ba
Tiga tahun kemudian, Aza menyusul kepergian Nenek.Sekitar tiga sampai empat bulan setelah kematian Nenek, tiba-tiba kondisi Aza menurun. Dia tidak terlihat punya penyakit, dan—dia dokter paling hebat yang pernah kutahu. Namun, dia tidak berdaya menghadapi serangan penyakit itu. Seja
“Aku tidak tahu siapa kau,” kataku. “Aku tidak tahu namaku. Aku tidak bisa ingat apa-apa. Siapa aku?” Tiba-tiba aku menangis. “Aku takut.”Ketika ingatanku hilang, sebenarnya Aza punya kesempatan memanfaatkan bocah kecil dengan kebohongan manis, tetapi d
Aku ingin bercerita apa yang terjadi padaku. Orang paling fenomenal dalam hidupku perlu diberitahukan: Aza.Akhir-akhir ini aku sering bermimpi buruk, yang belakangan juga semakin aneh. Namun, satu mimpi yang terus berulang tanpa henti, adalah pertemuan antara bocah berusia delapan tahun y
Mimpi terakhirku bagaikan kiamat.Terakhir kali aku memejamkan mata adalah ketika jaring laba-laba di langit-langit pondok membuatku membayangkan apa yang akan kulakukan pada baju-baju kusut. Aku berpikir akan menyetrika. Tubuhku—aku yakin sudah bergerak, tetapi tiba-tiba aku meringk












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reseñasMás