Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jangan Jatuh  Cinta, Pengawal!

Jangan Jatuh Cinta, Pengawal!

Layar monitor optik kedua robot itu langsung eror buram menampilkan gambar logo kartun naga emas yang sedang tertawa mengejek. Arkan memanfaatkan momen kebutaan mekanik itu dengan sangat brilian. Dia berputar cepat di udara, melepaskan dua tendangan sapuan berenergi Qi tinggi yang langsung mematahkan engsel kaki kedua robot eksoskeleton tipe berat tersebut hingga ambruk mencium lantai beton. *Brakkkk!* Dua robot raksasa itu tumbang tidak berdaya, menyisakan kepulan asap oli terbakar di seluruh ruangan kontrol siber basement.
10972 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 23 Beses bilang the robots
Read
+Library
Penyintas

Penyintas

--------------------- ~Funfact~ Hal yang kulihat pertama kali setelah tersadar kedua kalinya di ruangan itu adalah robot berwajah berang-berang itu… “Oh! Tu- tuan! Nona sudah bangun!” teriak robot itu menoleh ke arah belakangnya. Segera setelah robot itu berteriak, terdengar suara langkah kaki yang terasa berat. Awalnya kukira itu adalah semacam robot lainnya yang lumayan lebih besar (mungkin induknya?), tapi ternyata dugaanku itu salah, robot berat itu menyerupai manusia. Kalau tidak salah, Visera dan yang lainnya menyebut robot semacam ini tuh AMAH? Advanced… ah, apalah itu! Di film-film pada masaku dulu biasanya robot yang memiliki kecerdasaan seperti itu disebut human-android, atau cybor
3.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 111 Beses bilang the robots
Read
+Library
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

"Berapa banyak robot di sini?" Krisna diam-diam terkejut. Ruang bulat itu setidaknya berdiameter lebih dari ratusan kilometer. Berapa banyak robot yang ada karena ada banyak robot di setiap jembatan dan banyak jembatan saling silang di ruang yang begitu besar? Banyak sekali. Robot dengan berbagai bentuk dan ukuran memenuhi seluruh ruangan, semuanya bekerja secara monoton seperti boneka tali.
1066.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.5K Beses bilang the robots
Read
+Library
ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat

ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat

Saat ia menyentuh ikon robot di layar, dua cahaya terang muncul di sudut ruangan yang kosong. Dalam sekejap, dua robot berdiri tegak di depannya, satu dengan warna dominan biru muda dan putih yang bersih, dan yang lain dengan kombinasi abu-abu muda dan putih. Kedua robot memiliki bentuk ramping namun kokoh, dengan mata berupa layar LED yang bisa berubah warna sesuai dengan kondisi mereka. "Wow... kalian berdua adalah robot multifungsi yang menjadi hadiahku? Canggih sekali?" tanya Adnan dengan mata yang penuh kagum, sambil berjalan mendekati kedua robot tersebut.
107.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 141 Beses bilang the robots
Read
+Library
Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh

Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh

“Aku bahkan tidak bisa tidur semalaman.” “Seharusnya aku menolak undangan kompetisi ini,” sahut yang lain, dengan nada getir. Di tengah kerumunan itu, El berdiri tenang. Seragam putihnya rapi, dan wajahnya menunjukkan keteguhan yang tak goyah sedikit pun. Di sisinya, empat robot medis berwarna perak berdiri sejajar. Tubuh mereka ramping dan tinggi, dengan desain futuristik yang mencolok. Masing-masing memiliki lencana nama: ARC-1, LYNX-2, KIRA-3, dan TESS-4.
1026.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 520 Beses bilang the robots
Read
+Library
Cinta Tak Sehebat Robot

Cinta Tak Sehebat Robot

“Iya, memangnya kenapa?” “Cuma beberapa robot saja, ‘kan? Kamu tinggal membuatnya lagi nanti.” Mendengar nada bicara Evan yang meremehkan, seluruh emosi yang kupendam selama ini membubung tinggi pada detik ini. “Evan, apa kamu tahu? Robot-robot ini sangat khusus. Sekali diaktifkan sembarangan, mereka akan rusak total! Itu artinya, seluruh kerja kerasku selama hampir sepuluh tahun ini sia-sia!”
2.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 74 Beses bilang the robots
Read
+Library
MY BAD BOSS

MY BAD BOSS

Kemudian, ia mengacungkan jempol dengan bangga. Alex ternganga. “Kamu tahu?” Wajahnya terlihat sangat heran. Andro mengedikan bahu. “Karena aku sudah tanya lebih dulu.” Lalu, ia tertawa. “O.” Mulut Alex membulat. “Dan ini?” Ia menatap pada sebuah robot berbentuk dua tangan yang berada tak jauh dari meja itu. “Itu disebut dengan robot automomus yang difungsikan untuk mempercepat pekerjaan membuat robot-robot yang lain,” jawab Andro seolah dia tour guide dalam kediaman Hana yang baru.
2.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 81 Beses bilang the robots
Read
+Library
Terjebak di Tubuh Bocah SMA

Terjebak di Tubuh Bocah SMA

Tapi dasar Gavin saja gabut, harap maklumi saja tingkahnya. Kembali ke soal ruang bawah tanah ini. Di ujung ruangan ini terdapat dinding kaca yang membatasi ruangan. Di dalamnya terdapat banyak sekali robot-robot yang jumlahnya mencapai ratusan. Ukurannya setinggi dua kali manusia. Desainnya kekar dan kuat. Selain itu ruang ini juga dilengkapi dengan perangkat komputer yang diakses dengan layar monitor tiga dimensi.
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 125 Beses bilang the robots
Read
+Library
Like a Fairy Tale

Like a Fairy Tale

Sama seperti ruangan yang pertama kali dia masuki, ketika masuk ke dalam uap-uap disinfektan disemprotkan ke seluruh badannya. Tuan Owen batuk, tak sengaja menghirup terlalu banyak uap-uap tersebut. Dia mengedarkan pandangan ke ruangan tersebut, dan terlihatlah ada lima robot-robot raksasa berukuran sepuluh meter. Robot tersebut berbentuk seperti robot penjaga, namun tangan dan kakinya mirip menyerupai rupa manusia. Robot tersebut berwarna hitam dan biru tua, dengan seluruh badannya yang terbuat dari besi dan kaca laminasi.
109.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 353 Beses bilang the robots
Read
+Library
SEMUA KARENA SUAMI KEDUA

SEMUA KARENA SUAMI KEDUA

Robot-robotan yang telah dikeluarkan dari bungkusnya itu patah menjadi beberapa bagian karena mengenai lantai keras. "Aduh, Kris... maafin anakku ya," sesal Ruth berusaha memungut patahan robot-robotan itu. Ratmi juga turut membantu mengumpulkan dari lantai. "Sudah Ruth, tidak apa-apa," sahut Kris. "Maklum saja anak-anak perlu proses pendekatan," lanjut Kris tanpa emosi berlebihan.
1083.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang the robots
Ipakita ang mga Review (27)
Read
+Library
Rietha Hartanti
kirain setelah selesai masalah dgn kris dan naomi, ruth dan hizkia akan happy ending akhirnya ee... ternyata masih ada lagi lydia sebagai calon pelakor baru..ayo dunk kak buat mereka hidup bahagia tanpa ada org ketiga lg..
Saraswati
cerita yg manis dan menggemaskan. bab 63 so beautiful, di saat cerita lain menggambarkan seks yg teramat vulgar, penulis ini menggambarkan dengan kiasan yg amat indah. krn ruth dan hizkia akhirnya sudah saling memahami dan saling mencinta maka saya cukupkan sampai di bab 63 aja hehehe...
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status