Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saudara Rasa Orang Lain

Saudara Rasa Orang Lain

Akankah HARTA, selamanya menjadi tolok ukur para keluarga, walau saudara sekandung sekalipun. Ketika kita susah, tak ada yang mau mendekat sama sekali, walau saudara kandung sekalipun. Dan ketika kita kaya, maka semuanya akan menganggap kita saudara.
Lainnya
7.79.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Bertahan dari Cacian Kakak Kandungku

Bertahan dari Cacian Kakak Kandungku

Roda kehidupan memang akan terus berputar. Terkadang ada saatnya kita diatas dan ada saatnya juga kita dibawah. Hanya orang-orang yang ikhlas dan tak pantang menyerah yang dapat melaluinya.
Lainnya
105.9K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Legenda Pendekar Pedang Ganda

Legenda Pendekar Pedang Ganda

"Kalau aku sedang tidak memegang pedangku sendiri, mungkin aku akan mengira kalau kamu sudah lancang berani menyentuh pedang milik shifu." Qing Yuan berkata tajam sambil menghunus salah satu pedang ganda milik Yu Zhen. "Meskipun pedang ini tampak palsu, tetapi ini juga terlihat cukup asli." Perkataan Qing Yuan sukses membakar kemarahan Yu Zhen. "Lancang! Siapa kamu yang berani-beraninya mengatakan kalau pedangku adalah pedang palsu? Pedang ini ditempa oleh ayahku sendiri!" Qing Yuan tertawa sembari melemparkan sepasang pedang milik Yu Zhen ke arah tuan pemiliknya dan bertanya dengan nada sinis. "Jadi, kamu merasa marah sekarang? Apa bagusnya jika pedang itu ditempa sendiri oleh Yu Shan, ayahmu?" Yu Zhen dengan tangkas menangkap pedang gandanya. Murid dari Xu Guan itu merasa sangat marah hingga ia segera menghunus kedua senjatanya dan bersiaga untuk melawan orang yang telah menghina sang ayah. "Shifu, Tuan Muda Yu! Kumohon kalian tenanglah, dan jangan bertengkar!" Shen Ji, murid dari Qing Yuan berusaha melerai serta memohon kepada dua orang pendekar pedang ganda yang sekarang berhadapan sebagai musuh dan bersiap saling membunuh. Pertarungan antara para pemilik pedang ganda akan segera dimulai!
Pendekar
105.4K DibacaTamat
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
Tambahkan
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Serpihan Salju
Hai semua, Serpihan Salju ingin mengucapkan rasa terima kasih atas kesetiaan dan kesediaan para pembaca tersayang dalam mengikuti kisah 'Legenda Pendekar Pedang Ganda' hingga sejauh ini. Jangan lupa untuk terus mengikuti dan mendukung naskah ini dengan limpahan berlian tosca (gem) agar penulis menj
Baca Semua Ulasan
Kesetiaan yang Kadaluwarsa

Kesetiaan yang Kadaluwarsa

"Bu Regina, usia kandunganmu sudah hampir enam minggu. Mengingat kondisi fisikmu yang kurang baik, aku cuma bisa kasih kamu waktu setengah bulan untuk mempertimbangkan apakah akan menggugurkan kandungan ini atau nggak." Mengingat Rafael Davanka, kekasihnya selama lima tahun, Regina Kalingga pun mengangguk tanpa ragu sedikit pun. "Dua minggu lagi, aku akan datang untuk operasi." Melihat Regina sama sekali tidak bimbang, dokter itu pun merasa sedikit terkejut. "Apa kamu nggak perlu membicarakannya dulu dengan kekasihmu?" Regina tersenyum pahit sambil menggelengkan kepalanya. Pria yang dulu bersumpah setia sehidup semati dan berjanji akan menikahinya itu, kini justru menanti dengan penuh semangat kelahiran anaknya dari wanita lain, tiga bulan lagi.
Baca
Tambahkan
TETANGGA SEBELAH RUMAH

TETANGGA SEBELAH RUMAH

Kasih Dgreen
Nina yang baru saja pindah ke rumah kontrakan barunya, malah bertemu dengan Seorang Tetangga aneh dan berniat untuk menjadi Pelakor di dalam rumah tangganya.
Rumah Tangga
3.3K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Harga Mahal dari Sebuah Mangga

Saat aku berusia tujuh tahun, wanita cantik yang dibawa pulang oleh ayahku memberiku sekotak mangga. Hari itu, sambil melihatku menyantap mangga dengan lahapnya, ibuku membubuhkan tanda tangannya di atas surat cerai, lalu melompat dari gedung untuk mengakhiri hidupnya. Sejak saat itu, mangga menjadi mimpi burukku seumur hidup. Oleh karena itu, di hari pernikahan kami, aku berkata kepada suamiku, Edwin Faresta, "Kalau suatu saat kamu mau cerai, kasih saja aku buah mangga." Suamiku memelukku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun, sejak saat itu, mangga juga menjadi hal yang tabu bagi dirinya. Pada malam Natal di tahun kelima pernikahan kami, teman masa kecil suamiku meletakkan sebuah mangga di atas meja kerjanya. Hari itu juga, suamiku mengumumkan pemutusan hubungan dengan teman masa kecilnya, Rani Delana dan memecat Rani dari perusahaan. Pada hari itu, aku merasa bahwa dialah pria yang memang sudah ditakdirkan untukku. Hingga setengah tahun kemudian, aku kembali dari luar negeri setelah berhasil menegosiasikan kontrak kerja sama senilai dua triliun. Di pesta perayaan itu, suamiku menyodorkan segelas minuman kepadaku. Setelah aku meminum setengahnya, teman masa kecil suamiku, yaitu wanita yang dulu diusirnya dari perusahaan itu, berdiri di belakangku dan bertanya sambil menyeringai, "Apa jus mangganya enak?" Dengan wajah penuh rasa tidak percaya, aku menoleh ke arah Edwin, suamiku. Namun, Edwin justru menahan tawa dan berkata, "Jangan marah ya. Rani bersikeras memintaku untuk mengerjaimu sedikit." "Aku kan nggak kasih kamu buah mangga. Aku cuma kasih kamu sebotol jus mangga saja." "Lagi pula, menurutku Rani benar. Kamu nggak mau makan mangga itu cuma karena kamu banyak tingkah aja." "Lihat sendiri, 'kan? Tadi kamu meminumnya dengan sangat senang." Wajahku langsung menjadi dingin. Aku mengangkat tangan dan menyiramkan sisa jus mangga itu ke wajah pria itu, lalu berbalik pergi. Ada beberapa hal yang selamanya tidak akan pernah menjadi bahan candaan. Mangga bukan sekadar lelucon dan niatku untuk bercerai juga bukan candaan.
Cerita Pendek · Romansa
12.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Suamiku Menjadi Ayah Anak Orang Lain

Suamiku Menjadi Ayah Anak Orang Lain

Di acara perayaan hari keluarga taman kanak-kanak, suamiku Gaius beralasan ada urusan kantor dan bahkan menyuruhku dan putri kami untuk tidak ikut menghadirinya. Melihat wajah kecewa putriku, hatiku terasa sakit. Akhirnya, aku memutuskan untuk pergi sendiri bersamanya. Saat baru sampai di taman kanak-kanak, aku melihat Gaius sedang menggendong seorang anak laki-laki di satu tangan, sementara tangan lainnya menggandeng Sunlina, teman masa kecilnya. Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia, berbincang dan tertawa bersama dengan akrab. Saat melihat diriku dan putri kami, Gaius mengerutkan dahi, lalu buru-buru melepaskan tangan Sunlina. "Jangan salah paham, Yuri. Sunlina itu ibu tunggal dan membesarkan anaknya sendirian. Hari ini ulang tahun anaknya yang kelima, jadi dia hanya ingin anaknya merasakan kasih sayang seorang ayah." Aku menatapnya dengan tatapan penuh arti, lalu berjongkok dan menggenggam tangan putriku, berkata, "Sayang, ayo panggil om."
Cerita Pendek · Romansa
14.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kebersamaan Tanpa Cinta

Kebersamaan Tanpa Cinta

"Bibi, dulu kita sudah sepakat waktunya sepuluh tahun. Sekarang masa itu sudah habis, aku ingin bawa Adele pergi. Tante tahu sendiri, dia memang nggak pernah menyukai Adele sejak awal." Di ruang teh, Amanda mengucapkan kata-kata itu dengan ekspresi getir. Dia sudah hidup bersama Arga selama sepuluh tahun, tapi selama itu pula dia tak pernah berhasil menghangatkan hati pria itu. Hingga suatu malam ketika Arga mabuk, dia menindih Amanda di ranjang. Di bawah pengaruh nafsu, mereka bermesraan hingga Amanda hamil. Setelah kejadian itu, Arga memberinya sebuah vila dan mengizinkannya melahirkan anak itu. Satu-satunya syarat adalah anak itu tidak boleh memanggilnya ayah. Di hadapan publik, Arga tetaplah pria lajang. "Aku nggak mungkin menikahimu, lupakan saja. Aku akan kasih uang untuk biaya hidup anak itu, tapi jangan harap aku akan mengakui statusnya. Bagiku, anak itu nggak pernah ada."
Cerita Pendek · Romansa
31.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta yang Hanyalah Ucapan Palsu

Cinta yang Hanyalah Ucapan Palsu

"Ayah, Ibu, aku sudah pertimbangkan. Aku bersedia pulang untuk mewarisi bisnis keluarga." Mendengar putri mereka akhirnya mau mengalah, orang tua Dilla Safira yang berada di seberang telepon langsung sangat gembira. Namun, ketika teringat pacar yang selama ini dia kencani dengan menyembunyikan identitasnya, mereka akhirnya bertanya, "Terus pacarmu itu bakal pulang sama kamu? Kamu juga belum kasih tahu dia tentang identitasmu yang sebenarnya, 'kan?" "Nggak. Aku akan putus dengannya."
Baca
Tambahkan
Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

Di hari ulang tahunku, tunanganku menukarkan poin supermarket untuk membelikanku sepasang sarung tangan cuci piring. Namun, di lelang, dia menawar paling tinggi demi membelikan permata seharga 10 miliar untuk cinta pertamanya. Aku marah, tetapi dia justru menuduhku sebagai perempuan materialistis. "Aku kasih kamu uang buat dipakai, bukannya sudah sewajarnya kamu melayaniku? Ini sebenarnya ujian terakhir yang mau aku kasih sebelum nikah. Kalau kamu lulus, kita nikah. Tapi kamu benaran bikin aku kecewa." Aku mengajukan putus, dan dia langsung berbalik melamar cinta pertamanya. Lima tahun kemudian, kami bertemu kembali di sebuah pulau liburan pribadi. Kevin melihatku mengenakan pakaian kerja sambil memungut sampah di pantai, lalu langsung melontarkan ejekan. "Celine, dulu kamu remehin sarung tangan yang kubelikan, sekarang malah mungut sampah di sini." "Sekarang, sekalipun kamu mohon agar aku nikahi kamu, aku nggak akan melirikmu lagi." Aku tidak menanggapinya. Pelajaran praktik sosial putraku berjudul membersihkan halaman belakang rumah bersama orang tua. Ayahnya memperluas halaman sampai ke tepi pantai, membersihkannya sungguh melelahkan.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
1920212223
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status