Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
HUMAIRA

HUMAIRA

Dia pun ikut menangis. *****
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 68 Beses bilang ad-dain
Read
+Library
DINAR

DINAR

tanya dinar "aku sedang berdo'a suatu saat aku ingin dipeluk ibu dan ayahku" jawab raccel "apa kau tidak ingin berdo'a?" tanya raccel kembali "oh tentu saja,!" jawab dinar sambil mulai memejamkan matanya juga dan diikuti kembali oleh raccel, karena disana diyakini jika berdo'a saat matahari terbenam dan bersungguh-sungguh dengan do'a nya itu suatu saat akan dikabulkan. Dan raccel selalu melakukan itu setiap sore dan do'anya tetap sama.
105.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 185 Beses bilang ad-dain
Read
+Library
SaDriS

SaDriS

Sadris pun turun kebawah menemui Adri,teman kerja satu toko dengan sadris. Sadris pun menjelaskan yang terjadi pada Adri dan meminjam 2,5 juta uang toko,Adri pun mengiyakan dan memberikan 2,5 juta itu pada sadris... Sadris pun bergegas menuju toko Riza untuk mengembalikan uangnya
9.63.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 110 Beses bilang ad-dain
Read
+Library
Sang Pewaris Konsorsium

Sang Pewaris Konsorsium

Dia dengan cepat menggelengkan kepalanya, menggumam, “A … Aku tidak akan! Kumohon! Aku bersumpah aku tidak akan melawanmu jika kamu mengampuniku hari ini.” “Sudah terlambat untuk itu sekarang,” ujar Daffa yang menggelengkan kepalanya. “Aku sudah mengetahui kamu dengan cukup baik. Interaksi kita hari ini sudah memberiku informasi yang cukup mengenai sifatmu, bahkan lebih dari apa yang kuterima dalam penyelidikanku.” Aidan berbaring di tanah. Ketidakpercayaan menyelimuti matanya yang besar seraya dia melongo ke arah Daffa.
995.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.0K Beses bilang ad-dain
Read
+Library
Dominasi sang Pewaris
Read
+Library
Saat Doa Si Miskin Diijabah

Saat Doa Si Miskin Diijabah

Karena nanti setelah dzuhur Amar harus berjualan. ***** "Assalamualaikum, Bu." Kini Aliyah tengah berada di rumah pak Darto, dan di teras sudah ada bu Sri yang sedang menjemur pakaian. "Eh, kamu, Nak, sendiri aja?" tanya bu Sri sembari mengelap tangan ke bajunya, karena Aliyah tertarik pada salim.
1076.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.4K Beses bilang ad-dain
Read
+Library
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

“Teh Khaira sudah jago bikin masakan yang ibu bikin.” Deg. Khaira merasakan sesuatu menembus jantungnya. Padahal, ketika kalimat yang sama diucapkan Khair, sebelumnya dia merasa seperti disulut api. Namun, saat kalimat yang sama tersebut diucapkan kedua kalinya, Khaira justru merasa seperti disiram air dingin seketika. “Ayo makan, Teh!” ajakan Khair membuyarkan pikirannya. "Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar. Aamiin.”
1011.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 363 Beses bilang ad-dain
Ipakita ang mga Review (85)
Read
+Library
Eneng Susanti
Siapapun yang membaca cerita ini, tolong berikan tanda dengan komen atau ulasan. Walau hanya sepatah dua patah kata, itu sangat berarti bagi penulisnya 🥲 Terima kasih buat semua yang sudah memberikan ulasan ...
Agatha Orchidas
ternyata cerita ini manis kak... ... aku suka alurnya, aku gak paham ttg bahasa yg bagus baik dan benar itu seperti apa... sejauh ini bagiku bahasa hanya penghantar penyampaian kata... intinya aku suka... ... semangat terus kak... lanjut ya... ...
Basahin ang Lahat ng Review
Adelia VS Adipati

Adelia VS Adipati

Lain hal dengan Adelia, wajah gadis itu merah padam karna menahan amarah agar tak meluap sekarang. "Singkirin tangan lo dari kepala gue, brengsek." Sungut Adelia. Daffa dan Aura semakin kaget mendengar kata terakhir yang terlontar dengan mulus dari mulut sahabatnya ini. Adipati menghela nafas, menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali melipat kedua tangannya di atas meja. "Gua cuma sekedar ingetin lo supaya kasih asupan yang banyak buat tubuh lo. Karna setelah ini, lo akan banyak kekurangan ion di tubuh lo."
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 86 Beses bilang ad-dain
Read
+Library
Dendam Qarin Ibu

Dendam Qarin Ibu

Janji yang sanggup menyeberangi alam kematian, lalu menggumpal di sudut-sudut kegelapan. Sesosok entitas gelap berdiri di pojok ruangan, menatap Kamelia dan anak-anaknya yang telah terbakar habis. Sosok itu hanya tahu, kalau dia punya urusan yang belum dia selesaikan, yaitu menunaikan dendam kesumat, qarin seorang ibu. *** "Laa ilaha Illa Allah. Laa Ilaha Illa Allah!" suara tahlil mengiringi pemakaman Kamelia dan ketiga anaknya.
102.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 48 Beses bilang ad-dain
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status