Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengejar Mantan

Mengejar Mantan

Enam tahun lalu, dia dijebak oleh saudara perempuannya yang jahat dan ditinggalkan oleh suaminya saat dia hamil.Enam tahun kemudian, dia memulai hidup baru dengan identitas yang berbeda. Anehnya, pria yang sama yang meninggalkannya di masa lalu tidak berhenti mengganggu di pintu depan rumahnya. ”Nona Gibson, apa hubungan Anda dengan Tuan Lynch?"Dia tersenyum dan menjawab dengan acuh tak acuh, "Aku tidak mengenalnya." "Tetapi sumber mengatakan bahwa Anda pernah menikah."Dia menjawab sambil menyelipkan rambutnya, “Itu hanya fitnah. Aku tidak buta, Anda tahu itu. ”Hari itu, dia dihimpit ke dinding saat dia melangkah di pintunya. Ketiga bayinya bersorak, “Ayah bilang mata ibu buruk! Ayah bilang dia akan memperbaikinya untuk ibu!"Dia meratap, "Tolong lepaskan aku, sayang!"
Romansa
9.1761.5K VuesComplété
Afficher les avis (190)
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Kiky
Sumsum tulang belakang buat Nigel harusnya yang bisa 100% cocok cm dari Joshua, Luna, Neil, Nellie... Bahkan dari keluarga terdekat pun sangat jarang ditemukan kecocokan... Malah Fiona yg cocok... aneeeh Thor ... walaupun novel itu ngehalu, tapi alur ceritanya jangan terlalu dipaksain atuuh Thor......️
edward
terima kasih kak setelah baca komenku akhirnya thor bertambah bagus udah kuran sikopatnya lanjutkan ceritannya tambah banyak dikit babnya yah..setelah luna sadar perasaan joshua akhirnya luna merasakan sakit bagus tapi masih sedih joshua dari dulu udah ngk enak pasal joshua ternyata benar dugaanku..
Lire tous les avis
27 Hari Menanti Janji Palsu

27 Hari Menanti Janji Palsu

Ibuku sakit kritis dan ingin melihatku menikah sebelum dia meninggal dunia. Selama 27 hari, aku memohon kepada pacarku, Rayhan, sebelum akhirnya dia setuju untuk buat akta nikah denganku. Aku menunggu di Kantor Catatan Sipil hingga jam tutup, tapi dia tidak pernah datang. Pada hari yang sama, Mira, teman masa kecil Rayhan, mengunggah akta nikahnya di media sosial. "Waktu berlalu begitu cepat. Tiga hari lagi, pernikahan kita genap sebulan." Baru saat itu aku sadar bahwa pada hari pertama aku memohon kepada Rayhan, dia sudah menikah dengan teman masa kecilnya. Pada saat itu juga, aku menerima pesan permintaan maaf dari Rayhan. [Nadia, Mira dipaksa menikah oleh keluarganya. Aku nggak bisa diam saja melihat dia menikah dengan orang sembarangan.] [Kami bisa cerai tiga hari lagi.] [Tiga hari lagi, aku akan menikahimu.] Tiga hari kemudian, Rayhan datang dengan setelan jas rapi di pintu masuk Kantor Catatan Sipil. Tapi dia menerima pesan dariku. [Rayhan, selamat tinggal selamanya.]
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Saat Terbangun dari Mimpi

Saat Terbangun dari Mimpi

Saat bertemu orang tuanya, barulah aku tahu bahwa pacarku adalah pewaris keluarga mafia terkuat di Lunaris, yaitu Keluarga Draven. Dalam aturan turun-temurun keluarganya, untuk menjadi bagian dari Keluarga Draven, seseorang harus memiliki aset pribadi sebesar 100 miliar. Untuk itu, aku hidup sangat berhemat dan berjuang keras di industri properti. Dengan susah payah, akhirnya aku berhasil menabung 80 miliar. Namun setelah itu, bisnis perusahaan terus bermasalah, proyek-proyek yang sudah disepakati pun satu per satu batal. Bagaimana pun caranya, sisa 20 miliar itu tetap tidak bisa kukumpulkan. Rafael memelukku dengan penuh rasa iba, dan berkata akan mencari cara dan menabung bersamaku. Namun ketika adikku tiba-tiba terkena serangan jantung dan membutuhkan biaya besar untuk menyelamatkan nyawanya …. Aku menggesek tiga kartu sekaligus, tetapi semuanya menunjukkan saldo tidak cukup dan pembayaran gagal. Dengan panik aku berlari ke bank untuk bertanya, tetapi pegawai teller memberitahuku bahwa rekeningku kosong. Bagaimana mungkin? Di dalamnya jelas tersimpan 80 miliar hasil jerih payahku! Penanggung jawab itu memandangku dengan rasa bersalah. “Memang ada pengeluaran sebesar 80 miliar, Tuan Muda Draven menggunakannya untuk membeli vila sebagai hadiah ulang tahun memasuki usia dewasa untuk Nona Selena.”
Histoires courtes · Mafia
1.0K VuesComplété
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Pernikahan yang Tidak Pernah Dia Sadari

Pernikahan yang Tidak Pernah Dia Sadari

Sebuah video unik viral dalam satu malam. Di dalam video itu, di puncak gunung yang diselimuti kabut, pacarku, Adriel Mahendra, berlutut dengan satu lutut dan dengan ekspresi yang lembut. Di tengah sorak-sorai, cincin di jari perempuan itu berkilau yang menandai dirinya sebagai calon istri Keluarga Mahendra. Dalam hitungan jam, video itu menduduki puncak berbagai daftar tren. Orang-orang menyebutnya sebagai lamaran paling romantis tahun ini. Isabel Santoso kemudian menulis pesan di akun media sosialnya. [Aku sudah menunggu pernikahan ini begitu lama, dan akhirnya sekarang benar-benar terjadi! Terima kasih!] Kolom komentar langsung dipenuhi seruan antusias. [Pewaris keluarga mafia dan wanita biasa? Suka banget!] [Seperti cerita di novel.] [Aku iri banget.] Aku mendatangi pacarku untuk meminta penjelasan. Tapi bahkan sebelum aku sempat membuka mulut, aku mendengar suaranya berbicara dengan sahabat dekatnya di ruang kerja. "Emangnya aku punya pilihan lain?" kata Adriel dengan nada suaranya yang sedikit kesal. "Kalau aku tidak menikahinya, ayahnya akan menjualnya." Temannya ragu sejenak. "Tapi bagaimana dengan Karina? Dia sudah bersamamu bertahun-tahun. Apa kau tidak khawatir dia bisa hilang kendali?" Adriel tertawa, sama sekali tidak peduli. "Terus kenapa kalau dia marah? Karina dan aku sudah bersama selama enam tahun. Dia tidak akan pergi. Dia tidak mungkin pergi." Hampir seluruh tubuhku terasa membeku saat itu. Sebulan kemudian. Aku menikah dengan pria lain di hari yang sama ketika Adriel dan Isabel menikah. Rombongan pernikahan kami bertemu di pusat kota. Sesuai adat, kami bertukar buket bunga di antara dua mobil pengantin yang saling berpapasan, dan jendela kami turun bersamaan. Saat itulah Adriel melihatku. Aku mengenakan gaun pengantin putih dan bukan bersamanya, tapi di dalam pelukan pria lain. Setelah bertahun-tahun mengenal Adriel Mahendra, wajah tenangnya yang selalu sempurna akhirnya retak untuk pertama kalinya.
Histoires courtes · Mafia
3.7K VuesComplété
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Melodi Kasih Sukma
Ehsan dan Lania telah merajut tali perkawinan selama dua tahun. Rumah tangga mereka berjalan damai, walau belum dikaruniai momongan. Perkawinan mereka mendapatkan ujian ketika Ehsan melihat dua foto. Foto pertama adalah foto penggrebekan perzinahan Lania dan seorang pria. Foto kedua adalah foto kondom bekas yang berisi lendir putih pria itu. Jiwa Ehsan pun terguncang. Hatinya merasakan kejengkelan. Di pihak lain, Lania merasa cemburu saat mengetahui upaya tiga gadis rupawan dalam menjerat perhatian Ehsan. Rasa cemburu Lania membesar ketika memperoleh bukti kemesraan antara Ehsan dan seorang perempuan seksi. Kejengkelan Ehsan dan rasa cemburu Lania menghasilkan berbagai pertikaian di antara mereka berdua. Ibunda Ehsan pun bersikap. Ia menyuruh Ehsan agar melayangkan gugatan cerai talak. Dia bersedia menanggung ongkos jasa pengacara andal pada sidang perceraian Ehsan dan Lania. Ehsan lantas merenung. Pikirannya menggelontorkan rentetan pertanyaan. Apakah dirinya benar-benar siap menceraikan Lania? Jika siap, apakah gugatan cerai talaknya diterima oleh majelis hakim? Jika diterima, apakah gadis-gadis yang menjerat perhatiannya dan perempuan seksi itu bersedia menjadi istrinya? Jika bersedia, apakah mereka dapat memberikan momongan kepada Ehsan? Jika dapat, apakah perkawinan yang dijalani bakal langgeng?
Rumah Tangga
102.1K VuesEn cours
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Usiaku 15 tahun saat Ayah dan Ibu akhirnya menemukan aku dari pegunungan terpencil. Melihat tubuhku yang penuh luka dan kekurangan gizi, mereka bersumpah akan menebus semua yang pernah hilang dariku. Ibu berkata aku adalah harta paling berharga milik Keluarga Atmaja. Dia mengganti namaku dari "Ilalang" menjadi "Ratna Atmaja". Ayah berkata, seberapa pun sibuknya dia nanti, setiap hari dia akan pulang untuk makan malam bersamaku, agar aku bisa merasakan kembali arti rumah. Aku pikir, akhirnya aku akan bahagia. Namun sepuluh tahun kemudian, aku malah meninggal di rumah kontrakan yang diberikan oleh adik perempuanku yang palsu itu. Saat itu, anakku berusia tiga tahun. Untuk bersenang-senang, para penculik memberiku tiga kali kesempatan meminta pertolongan. Selama ada seseorang yang mau datang melihatku, mereka akan melepaskan anakku. Kesempatan pertama, aku menelepon Ayah yang tak pernah berhenti mencariku selama 15 tahun. Saat itu dia sedang mengatur para pelayan untuk menyiapkan pesta ulang tahun adik palsuku. Setelah menerima teleponku, dia mengerutkan kening. "Ratna, kamu nggak tahu hari ini ulang tahun adikmu? Jangan bikin sial." Kesempatan kedua, aku menelepon Ibu yang dulu berjanji akan menganggapku sebagai harta paling berharga. Dia memandang penuh sayang ketika adik palsu itu merebut ponsel, lalu menatapku dengan jijik tanpa ditutupi sedikit pun. "Ratna, kalau mau bohong, bisa nggak lebih pintar sedikit? Kalau kamu terus bikin masalah, jangan harap bisa dapat uang hidup untuk bulan depan." Kesempatan ketiga, aku menelepon ayah dari anakku, suami yang dipilih dengan sangat teliti oleh orang tuaku. Dia bilang sedang rapat, setelah itu masih harus memilih hadiah untuk adikku, tidak ada waktu meladeniku bermain drama. Dia juga berkata, kalau aku mau bersikap patuh, minggu depan dia akan mengizinkanku membawa anak pulang untuk makan bersama keluarga. Aku mencium putraku yang gemetar ketakutan di dalam pelukanku, lalu memohon agar mereka memberiku satu kesempatan terakhir, membiarkanku menulis pesan perpisahan. Saat ponsel kembali ke tanganku, aku mengirim dua pesan ke grup keluarga. Satu foto tubuhku yang berlumuran darah. Satu kalimat pendek yang keluar dari lubuk hatiku. [ Aku benar-benar akan mati. Di kehidupan berikutnya, jangan jemput aku pulang lagi. ]
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir

Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir

Saat aku melakukan pengambilan sel telur yang ketiga kalinya untuk program bayi tabung, Johannes sedang lembur dan tidak bisa menemaniku. Aku terbangun tengah malam karena kesakitan. Aku mendapati tangan dan kakiku bengkak, sedangkan perutku penuh cairan hingga membengkak bagaikan wanita hamil delapan bulan. Aku hampir tidak bisa bernapas dan dengan panik meraih ponsel untuk menghubunginya. Telepon berdering selama semenit sebelum diangkat. Namun, yang mengangkat telepon bukanlah Johannes, melainkan seorang wanita asing. "Halo?" Suaranya terdengar lembut dan penuh gairah. "Siapa kamu? Johannes, aku nggak bisa bernapas." "Kamu nakal. Kenapa kamu masih pakai baju?" Plak! Terdengar suara cambukan yang nyaring dengan diiringi erangan wanita. Kemudian, panggilannya pun terputus.
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Mutiara yang Tersia-siakan

Mutiara yang Tersia-siakan

Menikah selama empat tahun, suamiku tidak pernah mengajakku pergi ke tempat populer yang dikunjungi pasangan, katanya aku norak dan suka ikut-ikutan. Namun, ketika perempuan yang selalu dia cintai kembali ke negara ini, dia justru tidak sabar membawanya mendaki gunung yang konon bisa membuat sepasang kekasih hidup bersama hingga tua. Setelah aku bercerai dan pergi ke luar negeri, mantan suamiku malah mengejarku, menangis sambil mencariku di antara reruntuhan...
Histoires courtes · Romansa
14.3K VuesComplété
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Rahasia di Balik Cincin Besar Itu

Rahasia di Balik Cincin Besar Itu

Pada tanggal 11 November, asisten polos dan lugu tunanganku menjual berlian satu karat seharga satu sen. Dalam waktu singkat 20 menit, perusahaan merugi 400 miliar. Aku gemetar karena marah, sementara Arvino memelukku dan menenangkanku, "Jangan khawatir, serahkan hal ini padaku." Namun, malam itu, Lunaria Sasmaya mengunggah di IG Story tangkapan layar transfer sebesar 3 miliar dan menuliskan keterangan: [Hari ini aku melakukan kesalahan besar, tapi bos malah menghiburku. Dia juga berpesan supaya aku tidak marah pada harimau betina dan harus patuh ya.] Aku berkomentar di bawahnya: [Semoga langgeng.] Lunaria langsung menghapus postingan itu. Tiba-tiba Arvino Satya menerobos masuk dan menamparku dengan keras. "Dengan niat apa kamu menyukai postingan Lunaria? Dia sekarang sampai malu dan mencoba bunuh diri!" "Cuma rugi 400 miliar saja, perlu kamu desak dia sampai tak bisa hidup lagi?" Arvino berbicara dengan nada penuh pembenaran, seolah berada di pihak yang benar dan tanpa rasa takut. Namun, kemudian saat bahkan uang 40 ribu untuk makan pun tak mampu dia keluarkan, kenapa dia malah menangis?
Read
Ajouter dans ma bibliothèque
Dernier
1
...
2324252627
...
50
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status