CEO Brondong itu Kekasihku
sahutnya sambil mengangkat kedua tangan.
Kembali aku berkeliling. Telunjukku menyusuri rak buku kayu yang menjulang sampai atap. Berbagai buku-buku tebal tentang ilmu pengetahuan alam berjajar. Mulai dari kimia, fisika, biologi, dan berbagai jurnal penelitian. Melihatnya pun sudah pusing aku. Berbeda dengan koleksi bukuku sekarang didominasi dengan buku fiksi yang memantik emosi. Entah emosi senang, sedih, atau kemarahan.
Aku pun menyukai science, tapi tidak segaris keras lelaki ini. Apa tidak bosan sepanjang hari berkutat dengan rumus, hitungan seperti itu?
Hot Chapters