Kematian Palsu, Lembaran Baru
Saat Arseno berselingkuh, aku tidak menangis ataupun membuat keributan. Aku hanya berpura-pura tidak tahu. Ketika dia menjadikan Hazel sebagai simpanan di luar, aku juga memaksa diri menahan kesedihan di hati dan terus bersabar.
Sebab, aku dan Arseno memiliki seorang putra yang lucu. Dia sangat mencintaiku dan aku ingin memberinya keluarga yang utuh.
Sampai akhirnya aku mengetahui bahwa putraku, Ryder, dengan sukarela mengikuti Arseno ke keluarga kecil itu, bahkan memanggil Hazel sebagai "Kakak" dengan akrab. Saat itulah, aku akhirnya tidak ingin bertahan lagi.
Aku berkata pada sahabat masa kecilku bahwa aku ingin bercerai. Dia menatapku dalam-dalam lalu berkata, "Aurora, Arseno cinta mati sama kamu. Seluruh Napolis tahu itu. Kekuasaannya tersebar di seluruh Napolis. Nggak akan semudah itu kalau kamu mau pergi."
Namun, aku berkata dengan mati rasa, "Kalau begitu, biarkan 'Aurora' mati saja. Mati di depan mata Arseno, biarkan dia menyaksikan sendiri kepergian istrinya. Mulai sekarang, nggak akan ada lagi Aurora di dunia ini."
Setelah mengetahui bahwa Ryder lebih menyukai Hazel, barulah aku sadar bahwa dua tahun pertahananku hanyalah sebuah lelucon.
Jadi kali ini, baik suami ataupun anakku ... aku sudah tidak menginginkan keduanya lagi.