KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Sudahlah, lupakan. Oh iya, aku mau juga roti selai strawberry,“ katanya. Aku mengangguk cepat dan segera membuatnya.
.
“Maaf untuk semalam.“
Aku mendongak mendengar ucapannya. Menatap jelaga hitamnya yang dipenuhi binar penyesalan.
Aku menarik napas cepat dan mengembuskannya kasar, saat air mata mulai merebak. Lalu mematung sejenak, saat tangannya terulur mengusap air mata di pipi ini.
“Maaf, semalam aku kelepasan.“
Aku tersenyum tipis. Menahan tangannya, lalu menatapnya lekat-lekat.
“Aku maafkan, Mas. Asal jangan diulang lagi,“ katanya tersenyum. Membuatnya menatapku tak percaya.
“Semudah itu?“ tanyanya.
“Semudah itu kamu memaafkanku?“
Hot Chapters