Racun Mertua
Bayi gembul itu tampak anteng di pangkuan Bu Anita.
"Duduk sini, Mir," ajak Nenek.
Pelan aku mengedarkan pandangan. Keluarga Pak Rezi membawa banyak seserahan, dan semakin banyak karena tak lupa mainan dan keperluan Kainan.
"Bisa kita mulai sekarang ya, karena yang ditunggu-tunggu Rezi juga sudah datang, eh ditunggu kita semua maksudnya," ujar Pak Pratama, Ayah Pak Rezi membuka suara yang membuat semua orang disana tertawa, hanya aku dan Pak Rezi saja yang diam dengan wajah memerah menahan malu.
Hot Chapters