Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni
Namun, lelaki itu mencoba mengukur kekuatan hati Andri jika menghadiri reunian.
“Kenapa harus datang? Mereka gak pernah anggap aku ada.” Andri tertawa miris. Untuk apa mengenang sesuatu yang tak ingin dikenang.
Reuni?
Terdengar menyakitkan bagi Andri. Itu artinya, ia akan melihat kembali wajah-wajah itu. Wajah temannya yang pernah mendorongnya, yang pernah mengolok namanya, yang pernah merebut buku diarynya, yang pernah menghinanya. Wajah-wajah itu nanti akan kembali membuatnya murung, karena mereka kembali membuka luka lama.