Menantu Hina Jadi Nyonya
Sejak saat itulah perangai ibu mertuanya berubah, merasa tak ada lagi yang harus di sungkani dari Mega, toh dia tak lagi memiliki orang tua.
Air mata membasahi pipinya, entah mengapa orang menilainya salah, padahal ia tak merasa pernah berbuat jahat. Mereka bilang dirinya angkuh, begitu congkak dan sombongnya, padahal apa yang mau ia sombongkan, bahkan untuk makan dengan layak saja ia harus ikut memutar otaknya.
"Ga, Mega!" Suara ibu mertuanya membuyarkan lamunan. Mega menyeka cepat air mata di pipi, ia segera keluar mendengar namamya di sebut.
Hot Chapters