Malam Panjang di Bus Terakhir
Tubuhku benar-benar terasa gatal dan tidak nyaman, ditambah lagi udara di dalam bus yang pengap membuat bagian bawahku mulai mengeluarkan cairan.
Saat itu, salah satu rekan kerjanya berkata dengan nada kesal, "Panas banget bus ini, nggak tahan aku."
Sambil menggerutu, dia melepas kaosnya dan memamerkan otot perut delapan kotak yang kekar.
Aku seketika kehilangan kendali, rasanya seperti ada semut yang merayap di bagian bawahku.
Dia menatapku lalu tersenyum. "Busnya pengap banget. Aku buka baju begini, kamu nggak keberatan, 'kan?"