Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kesendirian

Kesendirian

“See you too, Ma.” Aku ingin sekali keluar sekedar menghirup udara segar, dan rasanya sesak sekali saat berlama-lama di kost. Seketika itu aku keluar dari kost, dan berjumpa lagi dengan pak satpam. Aku langsung langkahkan kaki dengan cepat dan mengalihkan pandangan dari pak satpam. Jika aku ngobrol nanti dengannya yang ada panjang-lebar tanpa jedah. Aku ingin sekali keluar sekedar menghirup udara segar, dan rasanya sesak sekali saat berlama-lama di kost.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as sighs
Read
+Library
Sadena

Sadena

jawab Zoe Menghembuskan napas keras dan tanpa ingin banyak tau mengenai Zoe, Sadava pun mundur. "Selesaikan dulu pekerjaan kamu, habis itu kita jalan, aku tunggu di mobil," pesannya pada Marsha. Belum perempuan itu menyahut Sadava lebih dulu pergi dengan ekspresi datar. "Maaf—" Marsha menghembus berat, ia kembali melayani Bella dan Zoe. Tidak lupa meminta maaf pada mereka. ***
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 314 Times as sighs
Read
+Library
Sihir Cinta Sang Rembulan

Sihir Cinta Sang Rembulan

Quesha tidak menghiraukan apa pun perkataan Nick, di sana hanya fokus terus menerima ingatan yang hilang akibat sihir sang rembulan dan Sunke. Mata Quesha terpejam, tetapi dia sudah mengeluarkan tenaganya untuk pergi dari Nick yang berusaha tidak berjarak dengannya. "Maafkan aku Nick, aku harus pergi sampai kepala ini aman lagi," ucap Quesha menghilang. Nick mencari di mana wanita itu sekarang. Namun, dia belum menemukan apa yang di cari yaitu Saharah. "Tidak ada di mana pun, aku heran kenapa cepat sekali pergi di saat kepalanya sedang sakit, apakah dia masih ada di sekitar sini?"
104.8K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as sighs
Read
+Library
SACRIFICE

SACRIFICE

First melotot seraya menepuk pelan dadanya untuk meminimalisir rasa sesak, bahkan matanya berkaca-kaca dan tenggorokan terasa sangat perih. "KAU GILA!?" First berteriak kencang saat rasa sakit di tenggorokan juga sesak di dadanya mereda. Tanpa memperdulikan pengunjung cafe yang menjadikan mereka pusat perhatian karena teriakan First, juga posisi mereka. Dimana Thana yang sedang meletakkan satu tangannya di puncak kepala First, sedang tangan satunya yang menopang tubuh di meja dan condong ke depan. Dengan jarak mereka yang tidak lebih dari lima belas senti.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as sighs
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status