Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kadrun

Kadrun

OK. Kadrun kembali berusaha memejamkan mata. Akan tetapi wajah Siti kembali membayang di pelupuk matanya. Dia mengambil bantal dan menutup wajahnya rapat-rapat. Tapi bukannya wajah Siti yang sirna dari ingatannya tapi dia jadi tersengal-sengal kehabisan napas. Kadrun meraih buku sketsa yang ada dalam tas kerjanya. Lelaki itu mulai melukis sebuah desain batik. Lelaki berambut gondrong itu sangat tekun mengguratkan pensil pada kertas sketsanya. Setelah melengkapi gambar sketsanya dia mewarnainya dengan pensil warna. Tak terasa weker di nakas sudah menunjukkan jam 05.00 WIB. Sebuah desain batik yang cantik dan tidak umum tertuang di atas kertas. Walaupun bukan khas Jambi. Sketsa itu penuh denga
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai sketsa ukiran kayu simple
Baca
+Pustaka
 Cinta dalam Bayangan Hutang

Cinta dalam Bayangan Hutang

Ia duduk di bangku kayu panjang yang Adrian buat sendiri, tangannya menggambar garis-garis halus di kertas, mencoba menangkap bayangan taman yang ada di pikirannya. Ia ingin taman itu menjadi ruang yang mencerminkan kedamaian yang akhirnya ia temukan—dengan bunga warna-warni, bangku-bangku kecil, dan mungkin sudut untuk membaca di bawah pohon besar. Adrian muncul beberapa saat kemudian dengan secangkir teh hijau untuknya. Ia duduk di samping Ara, memperhatikan sketsa yang sedang dikerjakan istrinya.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai sketsa ukiran kayu simple
Baca
+Pustaka
Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Namun lebih menyerupai coretan bocah—kepala bulat, mata titik, mulut garis melengkung—daripada gambar yang bisa dikenali. Finn menatap kertas itu penuh keyakinan. “Ini… cukup. Minimal mirip. Ya, pasti mirip.” Dengan secuil harapan dan selembar sketsa absurd, ia melangkah lagi. Pertama mendekati seorang pedagang apel. Dengan gaya penuh rahasia, ia menempelkan gambar itu ke wajah si pedagang. “Lihat ini baik-baik. Kau pernah melihat mereka?”
8.92.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai sketsa ukiran kayu simple
Baca
+Pustaka
Kembali ke  1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Kembali ke 1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Seno Wu datang belakangan membawa ukuran kayu untuk pintu, jendela, dan rak besar. Di tangan Leo ada sketsa sederhana. Tidak ada gambar bangunan tinggi atau mesin aneh dari masa depan. Untuk ukuran desa tahun 1980, rencana itu sudah jauh lebih rapi daripada dapur rumah biasa, tetapi tetap bisa dibangun dengan bata, kayu, genteng, rak, wadah besar, dan tenaga manusia.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai sketsa ukiran kayu simple
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status