Kepergian Istri yang Tuan Dingin Sesali
“Tapi tetap harus ada sentuhan feminim. Mungkin siluet bulan sabit di bagian tengah, dengan detail ukiran seperti gaun malam.”
Sagara tak langsung menjawab. Kini ia sibuk menorehkan garis. Jemarinya lincah membentuk siluet lengkung, titik-titik berlian, lalu garis-garis tipis yang menghubungkan. Dalam sepuluh menit, ia menyodorkan hasilnya pada Ranaya.
"Seperti ini?" tanyanya.
Ranaya terdiam sejenak. Sketsa itu ... persis seperti yang ia bayangkan. Bahkan lebih. Ada keanggunan dalam kesederhanaan garisnya, ada keindahan yang terasa seperti bisikan malam.