Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bunga Biru

Bunga Biru

“Kalau begitu aku memang datang untuk bunga.” Alira memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali bekerja. Ia menata beberapa tangkai tulip pucat dan memindahkan hydrangea biru ke dalam ember yang lebih besar, seolah memberi ruang bagi percakapan di depan meja. “Bunga seperti apa?” tanya Evelune. Neriel memperhatikan meja yang dipenuhi berbagai warna. Mawar putih, anyelir merah, beberapa ranting eucalyptus, dan bunga kecil berwarna kuning yang baru saja dibersihkan daunnya.
10531 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai lukisan di talenan kayu simple bunga
Baca
+Pustaka
Cerita Cinta Sang Janda Muda

Cerita Cinta Sang Janda Muda

Aku rasa melukis bunga sederhana akan menjadi permulaan dan pemanasan yang baik. Aku mengangkat kuas dan mulai mengusapkan warna-warna kontras yang perlahan memenuhi kanvas. Kali ini aku tidak membuat pola, bahkan tidak merencanakan apa yang akan kulukis. Aku hanya mengayunkan kuasku dan membiarkan hatiku memimpin tanganku.
8.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai lukisan di talenan kayu simple bunga
Baca
+Pustaka
Dewi Medis Kesayangan Kaisar

Dewi Medis Kesayangan Kaisar

Juga karena tintanya menggores kertas yang dia gunakan. Xie Qingyan menarik kertas itu dengan kasar, lalu membuangnya begitu saja. Dia menatap Jing Xuan, lalu tersenyum, “Maafkan aku, Yang Mulia. Tampaknya aku harus memulai dari awal.” Jing Xuan berkata, “Kalau begitu lukislah setangkai bunga teratai untuk diberikan pada Selir Rong.”
9.851.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai lukisan di talenan kayu simple bunga
Baca
+Pustaka
 Cinta dalam Bayangan Hutang

Cinta dalam Bayangan Hutang

Ia duduk di bangku kayu panjang yang Adrian buat sendiri, tangannya menggambar garis-garis halus di kertas, mencoba menangkap bayangan taman yang ada di pikirannya. Ia ingin taman itu menjadi ruang yang mencerminkan kedamaian yang akhirnya ia temukan—dengan bunga warna-warni, bangku-bangku kecil, dan mungkin sudut untuk membaca di bawah pohon besar. Adrian muncul beberapa saat kemudian dengan secangkir teh hijau untuknya. Ia duduk di samping Ara, memperhatikan sketsa yang sedang dikerjakan istrinya.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai lukisan di talenan kayu simple bunga
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

Aku bisa membayangkan Bibi mengatur tiap petak dengan jenis bunga yang sama, sehingga ketika dilihat dari kejauhan, ladang bunga ini benar-benar indah karena keteraturannya. Haswin menggambar denah ladang bunga semirip yang bisa kubayangkan. Kami duduk di dermaga kayu tempat empat kail pancingan terlempar. Kami duduk berempat, saling melingkar ketika Haswin mencoret-coret menggambar area tebing di ladang bunga. Tempat itu ada di ujung jalan setapak—yang secara teknis, tidak ada bunga yang tertanam. Wilayah itu hanya deretan pohon.
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai lukisan di talenan kayu simple bunga
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku

Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku

Bryan memanggil anak pertamanya yang tengah asik bermain bersama saudara yang lainnya di halaman rumah. Brianna berlari menghampiri Bryan yang kini masuk ke dalam rumah. “Kenapa, Pa?” Bryan menyerahkan tiga tangkai bunga tulip yang dibuatnya dari kertas origami. Satunya berwarna ungu, merah muda, dan biru. Serta ada satu buah surat yang dia tulis dan disimpan rapi di dalam amplop putih. “Kasih ke Mama,” kata Bryan.
10490.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.7K kali sebagai lukisan di talenan kayu simple bunga
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Priangga Angga
ceritanya dari bab per bab nya membuat semakin penasaran terus untuk membaca setiap bab lanjutannya, tapi sekarang semakin sedikit lanjutan bab nya. perhari Hanya 2 sampai 3 bab saja lanjutannya yg bisa di baca. tolong dong kaka lanjutan bab nya di tambahin lg, biar gak bikin tambah penasaran terus.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

"Alright, thanks." Aku lalu membuka bandana dan memasukkannya ke dalam tas. Mengeluarkan peralatan menyulam dan memulai seperti yang Diajarkan Shopia. Aku ingin membuat sulaman bunga tulip merah. Menurut Shopia, sebaiknya aku memulai dengan tema-tema yang sederhana dulu. Bunga, misalnya. Jadi, apalagi yang harus kusulam, jika bukan tulip? Apalagi, tadi---dengan senang hati---Shopia menggambarkannya untukku. Go, go, gooo! Do your best, Anyelir!
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai lukisan di talenan kayu simple bunga
Baca
+Pustaka
Legenda Kultivator Naga

Legenda Kultivator Naga

"Seni Lukis - Hujan Bunga Persik." Hu Jian mengayunkan kuasnya, menciptakan lukisan bunga persik yang berubah menjadi nyata. Ribuan bunga persik itu melesat mengincar Xuan Long, saat mencapai jarak serangan bunga-bunga persik tersebut menjelang menjadi pedang Qi. "Seni Pedang - Pusaran Bintang."
9.8160.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai lukisan di talenan kayu simple bunga
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Seutou kisaki
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Baca Semua Ulasan
Aku Juga Keturunan Jenderal

Aku Juga Keturunan Jenderal

Intan menganggap lukisan itu bagus, jadi dia mencap stempel kakak seperguruannya dan memasukkannya ke dalam tasnya dan membawa semuanya kembali. Dia memilih salah satu gambar bunga plum. Tentu saja, ada banyak lukisan dan kaligrafi kakak seperguruannya di ruang kerja yang semuanya dibuat dengan hati-hati. Intan tentu saja tidak akan memberikannya kepada Putri Agung. Yang telah dibuang ini adalah yang paling cocok. Gulungan itu perlahan terbuka dan lukisan itu adalah pohon plum di Gunung Pir. Seluruh bagian dari pohon plum termasuk setiap cabang, daun dan bunga tercermin dalam lukisan itu.
10190.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai lukisan di talenan kayu simple bunga
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Arumi Nasha
baru mulai baca dari author ini, memang lagi nyari² novel begini. Krena saat ini lagi baca mayor jendral joka yg masih on going. sambil nungguin updatenya tiap hari, jadi kesini dulu... mantapp Thor ... ada karyawan baru kah ???
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status