Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjadi Istri Pengganti Suami Kembaranku

Menjadi Istri Pengganti Suami Kembaranku

Alice Rayes pergi ke Negara Casia ketika usianya baru menginjak 17 tahun, demi mewujudkan cita-citanya menempuh pendidikan militer terbaik di dunia. Setelah 10 tahun mengabdikan diri, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak dan pulang ke Albain, negara kelahirannya. Sesampainya di Albain, ia mengatur pertemuan dengan saudara kembarnya Elisa. Di dunia ini, hanya Elisa lah satu-satunya keluarga yang dimiliki Alice, setelah mereka menjadi yatim piatu sejak kecil. Kedua orangtuanya telah lama meninggal dalam sebuah kecelakaan. Malang bagi Alice, setelah dia bertemu dengan Elisa, saudara kembarnya itu mengalami kecelakaan hingga koma. Elisa telah menikah dengan orang terkaya di Negara Albain, Gavin Welbert. Pertemuan tak terduga antara Alice dan keluarga Welbert, membuat mereka salah mengira bahwa Alice adalah Alice istri dari Gavin Welbert. Alice kemudian masuk ke dalam keluarga Welbert sebagai 'Alice'. Tunggu, bagaimana bisa Alice menyamar dan menggantikan 'Alice'? Ternyata selama ini Elisa menikah dengan Gavin Welbert dengan menggunakan identitas 'Alice'. Alice mencurigai, bahwa kecelakaan aneh yang dialami Elisa adalah perbuatan salah satu anggota keluarga Welbert.
Rumah Tangga
1031.7K DibacaTamat
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
Tambahkan
Stefani
Dear pembaca setia novel 'Menjadi Istri Pengganti Suami Kembaranku'... Terima kasih atas kebersamaannya dalam membaca cerita ini. Semoga dari awal hingga tamatnya cerita ini, berkenan di hati pembaca semua. Sampai jumpa di karyaku selanjutnya ya....
irene
Baru selesai baca seluruh bab baru sadar ini on going 🥲 ide dan alur ceritanya bagus cuman penyusunan kalimatny kadang agak belibet atau kadang kurang ngena sama sikon yg terjadi.. di bbrp bagian yg harusnya dibuat seru jadi kurang greget..
Baca Semua Ulasan
Istri Dadakan Dosen Idaman

Istri Dadakan Dosen Idaman

"Lalu kamu mau sampai kapan hidup seperti ini? Dikeluarkan dari kampus, dipanggil polisi karena tawuran, dilaporkan karena menabrak kendaraan dalam kondisi mabuk?" "Oma ... aku masih muda. Aku masih pengin hidup bebas, jalanin hidupku sendiri!" Regita merengek. Suaranya mulai pecah, tubuhnya gemetar menahan gejolak dalam dada. Menikah bukan keinginannya. Pernikahan orangtuanya yang berantakan, menyisakan trauma untuk Regita. "Cukup!" potong Oma dingin. "Semuanya sudah Oma bicarakan pada keluarga calon suamimu. Lamaran akan dilakukan hari Sabtu ini dan menikah secepatnya di Minggu depan." "Omaaaa—!" Regita menjerit frustasi, melempar bantal sofa ke lantai. Regita terdiam dalam tangis yang tertahan. Sekuat apa pun ia ingin melawan, ia tahu hidupnya masih bergantung pada sang Oma. Rumah tinggal, biaya hidup, bahkan nama keluarganya. "Kalau kamu tetap menolak." Suara Oma kembali terdengar, pelan tapi menusuk. "Mulai besok, kamu silakan cari tempat tinggal sendiri. Uang sakumu, makan, fasilitas, dan semua yang kamu gunakan, akan Oma cabut." Regita terdiam. Sang Oma sedang tidak main-main. "Bereskan dirimu. Jangan buat hal memalukan lebih besar lagi. Berhenti main-main dan kamu harus berubah!" Menikah? Satu hal yang tidak pernah masuk ke dalam harapan Regita, tapi justru akan menjadi kenyataan yang tidak bisa ia hindarkan.
Romansa
1.7K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Ghost of a Broken Home

Ghost of a Broken Home

On April Fool’s Day, my CEO husband cut out my heart to save his childhood sweetheart's son. After the surgery, he tossed me into a cold rental apartment, where I died in agony. Three days after my death, my five-year-old daughter played in the room as usual. Walking by the sofa, she wrinkled her little nose and mumbled, "Mommy, there's a weird smell in here." She touched my face and murmured, "Mommy, are you pretending to be Snow White? Why are you so pale?" She shook my arm harder and raised her voice, "Mommy, it's my birthday today—get up and blow out the candles!" Confused, she picked up the phone and called her father. “Daddy, did I make Mommy mad? I lit the candles, but no matter how much I call her, she won’t wake up.” On the other end of the call, Patrick Hart’s voice was cold and impatient. “What could possibly be wrong with her? She’s just pretending to be asleep for sympathy. It’s Johnny’s birthday, I’m busy. Don’t bother me! Tell your melodramatic mother to stop playing her little tricks. I don't have time to humor her." My daughter removed the candle from her bun, pinched off a piece of the bun, and fed it to me. "Mommy, I made a secret wish… I really wish you could hold me again, just like before."
Baca
Tambahkan
Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Pada malam hari jadi pernikahan kami yang keenam, aku tersipu dan menghindari ciuman panas suamiku, Arga, lalu mendorongnya untuk meraih pengaman di meja samping tempat tidur. Di dalamnya, ada kejutan yang aku siapkan, alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Aku membayangkan senyum seperti apa yang akan dia tunjukkan saat menemukannya. Namun, tepat saat dia hendak meraih laci, ponselnya berdering. Suara sahabatnya, Omar, terdengar dari gagang telepon, berbicara dalam bahasa Jerman. “Pak Arga, semalam bagaimana rasanya? Apa sofa erotis baru dari perusahaan kita nyaman?” Arga terkekeh pelan dan menjawab dalam bahasa Jerman, “Fungsi pijatnya berfungsi dengan baik, jadi aku tidak perlu memijat punggung Hanna lagi.” Dia masih memelukku erat, tapi tatapannya seolah menembusku, menatap seseorang yang lain. “Hanya kita berdua yang tahu tentang ini. Kalau istriku tahu aku tidur dengan adiknya, mampus aku.” Hatiku serasa ditusuk dengan keras. Mereka tidak tahu kalau aku mengambil mata kuliah minor Bahasa Jerman di perguruan tinggi, jadi aku mengerti setiap katanya. Aku memaksakan diri untuk tetap tenang, tetapi tanganku yang melingkari lehernya sedikit gemetar. Saat itu, aku akhirnya memutuskan untuk menerima undangan dari proyek penelitian internasional. Tiga hari kemudian, aku akan lenyap sepenuhnya dari dunia Arga.
Cerita Pendek · Romansa
13.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
"Custom-Made" Lies

"Custom-Made" Lies

By the time I got home from my business trip, it was already past midnight—and my husband wasn't there. A woman's blouse lay on the sofa. It wasn't mine. I called him. He said he was working late at the office. I didn't bother with pretense. "Whose blouse is on the sofa?" His tone was light and casual. "Who else would it be? It's obviously a gift for you. Try it on." Suspicious, I picked it up and held it against myself. The blouse was clearly one size too small. "Honey, this is a size S. I always wear M." My husband owns a clothing company. He handles all my clothes. He's even used my measurements to design women's wear. There's no way he doesn't know my size. On the phone, he froze for half a second, then spoke as if piecing something together. "This is a new women's line I'm launching. I ordered custom pieces for you and my sister. I must've grabbed the wrong one. I'll switch it tomorrow." A moment later, his voice softened with exhaustion. "Babe, you've been gone for days. Without you, I feel so tired… I miss you so much…" It was already late into the night. Hearing him sound vulnerable—something he rarely did—made my chest tighten. I blamed myself for overthinking. But the moment I hung up, realization struck. His sister has the same build as me. She always wears size M.
Baca
Tambahkan
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

“Aku mau pindah,” kata Aira suatu malam. Arsen hanya tersenyum, seolah itu keputusan paling wajar di dunia. “Kalau gitu, aku ikut.” Mereka sudah hidup bersama sejak kuliah. Berbagi ruang, waktu, dan kebiasaan kecil yang tanpa sadar berubah menjadi kebutuhan. Saling bergantung, saling menjaga, tanpa pernah berani menyentuh satu batas yang terlalu berisiko untuk dilanggar, yaitu perasaan. Hingga suatu hari, Arsen mendengar rumor bahwa Aira menyukai seseorang. “Bener?” tanyanya, setenang mungkin. Aira mengangguk. Ia mengakui perasaannya, tapi saat Arsen bertanya lebih jauh, ia memilih diam. Bukan karena tak ingin jujur, melainkan karena nama yang ingin ia sebut adalah milik Arsen sendiri. Namun kebungkaman itu justru melahirkan salah paham. Arsen mulai percaya bahwa pria yang disukai Aira adalah Adrian, manajernya. Dari satu kesalahpahaman kecil, jarak pelan-pelan tercipta di antara mereka, meski keduanya masih berdiri di tempat yang sama. Karena sejak awal, mereka sama-sama tahu, rumah itu selalu ada di samping. Lantas, jika mereka sama-sama saling mencintai, apa lagi yang sebenarnya mereka tunggu? Ikuti akun sosmed IG @hana_ryuuga untuk update novel
Young Adult
10331 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Biarlah Kau Jadi Kakak Ipar Selamanya

Biarlah Kau Jadi Kakak Ipar Selamanya

Setelah mendengar kabar dari pasukan bahwa kakak kembar suamiku gugur dalam sebuah misi, kakak ipar yang baru ditinggal suaminya itu sangat terpukul hingga pingsan. Saat sadar kembali, dia kehilangan ingatannya. Tangannya menggenggam erat tangan suamiku dan tidak mau melepaskannya. Hanya karena dokter mengatakan, “Pasien tidak boleh menerima guncangan.” Suamiku dan ibu mertua pun membujukku agar ikut dia bersandiwara. Setiap kali aku menyinggung soal itu, mereka berdua selalu menjawab, “Tunggu aja sampai kakak iparmu pulih kembali ingatannya!” Maka dari itu, aku hanya bisa memandangi suamiku sendiri tinggal dan makan bersama kakak iparnya dengan mataku sendiri. Bahkan putri kami pun hanya bisa melihat anak kakak iparku memanggil suamiku sebagai papa di hadapannya. Sampai suatu ketika, putriku demam tinggi dan tak kunjung sadar. Aku memohon padanya untuk mengantarkan kami ke rumah sakit. Dan yang tidak kusangka, kakak ipar justru marah besar karena hal ini. Dia menangis sambil mengancam bunuh diri. Pada saat tarik menarik pertikaian mereka, sebilah gunting itu malah menancap ke jantungku. Saat kembali membuka mata, aku mendapati diriku telah kembali ke hari ketika suamiku memutuskan untuk menjadi suami pengganti bagi kakak iparnya.
Baca
Tambahkan
Vexed

Vexed

Mel Liss
` It was a cool, breezy and stormy night. Rain came down in sheets, as a dark figure stood before a house. The house was pretty ordinary, white with blue shutters; it didn't have more than two bedrooms. It looked like a cozy little family home with flowers and shrubs lining the front lawn, and then the smell from the pellet stove smoke invaded his nostrils. He took a deep breath and pulled out an old, rusted compass from his black trench coat. It looked like it could have been from the 14th century, the small, brass disc was dented and the Victorian designs were faded. He studied it as it pointed east, towards the small house. He looked the house over carefully, looking for the best entrance, before proceeding towards the side to gaze into the window. Inside you can see the small kitchen; the brand new, all black appliances off set the linoleum floor. Cabinets filled almost every wall of the small space that made it look more crowded than it should have been. The kitchen opened to a larger room which seemed to be used as a living room and a dining room all at once. The whole house looked crowded, with the furniture in the living room all touching except for a small gap to walk through and the dining room was so close to the sofa, it could have been sitting on it. He stepped back into the shadows as he watched a young couple enter the kitchen. The wife was tall and slender, had strawberry blond hair formed around her face accenting her jaw-line and her deep blue eyes stopped your heart as you got lost in them. Her fair complexion was silky and complimented her soft face.
Fantasy
101.4K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Desire To Control Her

Desire To Control Her

He was the strictest Dom, he loved to control women. She was a free bird and didn't want anybody to control her. He was into BDSM stuff and she despised it with all her heart. He was looking for a challenging submissive and she was a perfect match but this girl wasn't ready to accept his offer since she lived her life without any rules and regulations. She wanted to fly high like a free bird without any limitations. He had this burning desire to control her because she could be a perfect choice but she was a tough nut to crack. He was getting crazy to make her his submissive, controlling her mind, soul and body. Will their fate fulfil his desire to control her? Or will this desire transform into the desire of making her his? To get your answers dive into the heartwarming and intense journey of the hottest and strictest Master you will ever find and his innocent little butterfly. *** "Fuck you and get the hell out of my cafe if you don't want me to kick your ass." He frowned and dragged me to the backside of the cafe by seizing my wrist. Then he pushed me into the party hall and hurriedly locked the door. "What the fuck do you think of yourself? You," "Shut up." He roared, cutting my words. He grabbed my wrist again and dragged me to the sofa. He sat down and then, with a swift motion he yanked me down and bent me over his lap. He pinned me against the sofa by pressing his hand on my back and locked my legs between his. What is he doing? Chills rushed down my spine.
Romance
8.1126.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Istri Simpanan Sang Aktor

Istri Simpanan Sang Aktor

LeneRina
Doni terjebak dalam cinta lokasi dengan seorang model cantik bernama Dona dalam project sebuah syuting iklan. Perkenalan yang manis berlanjut ke pertemuan-pertemuan intens dan panas yang lain membuat Delon merasa nyaman. Doni akhirnya menikahi Dona secara siri menjadi istri keduanya. *** “Angkat dulu, Sayang. Mana tahu panggilan penting,” ucap Dona. “Tidak ada yang lebih penting bagi ku saat ini selain hal ini, Sayang.” “Angkat dulu sayang. Nanti kita bisa teruskan sampai puas.” Dona bangkit dari baringnya dan duduk menghadap Doni. Doni menggeram. Dengan terpaksa dia beranjak dari sofa menuju meja tempat dia meletakkan tasnya dan mengambil ponselnya. “Jihan,” ucap Doni sambil melihat ke arah Dona. Dona mengerti maksud ucapan Doni. Dengan cepat dia mengangguk dan memakai kembali pakaiannya. “Halo sayang,” ucap Doni begitu mengangkat panggilan telepon dari istri pertamanya itu. Dona tersenyum sinis mendengar pembicaraan Doni pada Jihan. Dona berdiri dan melangkahkan kakinya ke dapur untuk mengambil air minum. Tenggorokannya tiba-tiba terasa kering. Dona menghabiskan satu gelas penuh air minum dingin. Diraihnya kursi di meja makan dan duduk sendiri disana. “Lihat saja Jihan, akan kamu rasakan kepedihan yang aku rasakan dulu. Kamu harus menerima pembalasan atas perbuatan kejammu terhadap aku sepuluh kali lipat dari yang aku rasakan dulu. Bukan, seratus kali lipat dari itu." Dona meremas gelas kosong yang ada di tangannya.
Rumah Tangga
101.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
8910111213
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status