Once then Forever
Mata besar dengan iris gelap itu menatap tenang, tetapi mengancam.
"Jangan besar kepala. Kamu tidak seberharga itu, hingga aku bersedia mengorbankan nama baikku." Ia memojokkan Sofia ke mobil, menjepit dagu perempuan itu kuat.
Sofia meringis. Ia berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangan Dimitri. Nyali seketika ciut karena sorot mengerikan si lelaki.
"Bisa saja ini benar anakmu, Dim." Sofia berusaha mempertahankan argumen.