Janda Ceroboh dan Pengacara Dingin
ucap Sofia lirih, hampir berbisik.
Tanpa menunggu lama, Oma sendiri yang menuangkan makanan ke piring Sofia.
“Ayo makan, Nak,” ujarnya lembut, matanya menatap wajah Sofia dengan penuh iba.
Namun, Oma menahan diri untuk tidak bertanya apa pun. Dia tahu, pagi ini bukan saat yang tepat untuk membuka luka. Biarlah suasana sarapan tetap hangat, karena Oma sadar apa yang dilalui Sofia sama sekali tidak mudah.
الفصول الرائجة