Lima Jari Playboy
aku duduk di hadapannya seraya mengerlingkan mata.
“Wahaha! Bisa aja lo!” tawa Gwen yang tentu saja tak tergoda sama sekali dengan ekspresi sok menggodaku barusan. Bisa dianalisis dari penampilannya saat ini yang begitu apa adanya. Dengan rambut yang diikat asal, Gwen tak merias wajahnya dengan apapun. Barangkali memang hanya memakai baby cream dan sedikit lipgloss. Meski begitu, aku tak melihat penampilannya buruk. Kebetulan, kulitnya bersih dan pembawaannya supel, sehingga menarik. Jadi, aku menganggapnya bukan tak memikirkan soal percintaan. Memang dirinya saja yang tak menjadikanku sebagai kandidat di hatinya. Meski dianggap seorang playboy, aku merasa senang dengan sikap Gwen yang biasa
Hot Chapters