Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Sederhana Sang Duda

Istri Sederhana Sang Duda

Baiklah, aku ada di taman dekat rumah sakit, aku tunggu mas disini] balas Alisa, pesan itu langsung centang dua biru, menunjukkan jika Darma langsung membaca pesan itu, terlihat Darma mengetik hingga terpapang tulisan ('Tunggu mas, mas akan segera sampai' )pesan itu membuat Alisa gamang, ia gugup tentang hal yang akan ia katakan nanti pada Darma. Dengan perasaan tak menentu, Alisa duduk menatap seluruh taman, ia tersenyum melihat kaluarga yang begitu bahagia ketika mereka bermain bersama. Seketika bayangan Alia membawa Aditya bermain tanpa ada Darma di sisinya.
102.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai cuddle duduk
Baca
+Pustaka
SETELAH IBUKU MENIKAHI BERONDONG

SETELAH IBUKU MENIKAHI BERONDONG

Gawat! "Bu-bukan .... " "Tenang saja, paling juga nanti kamu di suruh cuci piring," kekehnya sambil melangkah. Aku kembali mencebik sambil mengikutinya. Om Do memilih tempat duduk di ujung, di dekat air mancur yang berada di taman kecil. Konsep restoran ini memang gabungan in door dan out door. Jadi cocok untuk pasangan yang ingin menikmati suasana yang berbeda ketika sambil menikmati hidangan.
1062.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai cuddle duduk
Baca
+Pustaka
HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH

HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH

Naran duduk dan berkata, "Sebenarnya Anda tidak perlu repot-repot lagi menyeduh kopi untuk saya." Zeyan tersenyum tipis seraya mendekati mesin kopi kemudian berkata, "Jika Anda tidak minum kopi, saya tetap menyeduhnya untuk saya." Anran memutar mata, tetapi tidak bisa menahan senyum kecil di wajahnya. Entah kenapa humor kering Zeyan masih terasa menyebalkan, tetapi sekarang tidak pernah benar-benar membuatnya kesal.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai cuddle duduk
Baca
+Pustaka
Aku Menyerah, Mas!

Aku Menyerah, Mas!

POV Kanaya Duduk di sofa sambil mengelus perut yang kian membukit sambil menatap Dilan yang sedang sibuk memungut buah-buahan yang tercecer di lantai. Ada rasa sesak di dada saat tiba-tiba kedatangan tamu yang tidak disangka-sangka.
1098.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai cuddle duduk
Baca
+Pustaka
DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

Ya … emang, momen-momen terakhir begini kadang bikin tegang. “Kupikir aku sedang tidur berjalan, tapi mataku masih terbuka lebar.” Sepertinya, siapa pun orang cerewet ini, dia lagi bicara sama aku. “Duke Dexter.” Duke Dexter adalah jenis pria flamboyan yang sangat perhatian soal penampilan dan kebersihan. Rambut hitamnya yang terkuncir itu kayaknya bahkan lebih panjang dan lebih halus dari rambut pirangku. Janggutnya selalu tercukur. Dan kumisnya diukir.
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai cuddle duduk
Baca
+Pustaka
Status Janda, Bikin Resah!

Status Janda, Bikin Resah!

Lalu, tanpa di duga lagi, ia memelukku dengan erat, seperti tadi. "Makasih ya, Sis. Aku terhura." "Terharu, Du. Terhura apaan?" kataku membenarkan. Akhirnya, senyum terbit di bibir si Dudu, setelah ia melepaskan pelukannya. "Udah ah, jangan cengeng. Malu sama umur," ledekku. Dia cekikikan.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai cuddle duduk
Baca
+Pustaka
Skandal Cinta Hot Duda

Skandal Cinta Hot Duda

“Minunlah. O ya, sebentar. Nyonya Ann membuat puding di kulkas.” Setelah semua terhidang di meja, Peter pun ikut duduk bersama Tricia. “Jadi, kita sudah bisa berbicara sekarang,” ujar Peter. Tricia tersenyum. Laki laki ini terlihat jauh lebih santai di matanya. “Kau tidak bekerja?” tanya Tricia. “Dari kemarin, Emily merengek meminta seekor anjing pudel. Kau tahu sebuah rumah yang berada di samping sekolah Emily?” tanya Peter.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai cuddle duduk
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Sang Duda

Istri Kedua Sang Duda

Yang berada di dalam dada terasa berdegup dengan kencang, mereka kini hanya berdua saja di ruangan yang megah dan luas ini. Terasa jari hangat itu menyentuh tengkuk berikut kalung yang dilepaskan dengan perlahan, benda itu kini telah berada pada torso yang terletak di atas meja. Mereka bersentuhan fisik memang bukan yang pertama kali, dahulu sering sekali tapi hanya terbatas pada pelukan juga kecup kecil di dahi ketika ada hari istimewa. Sekarang orang itu telah resmi menjadi suaminya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai cuddle duduk
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

tutur Ardian, membuat Ayu semakin pusing dibuatnya. "Jelaskan sekarang juga!" pinta Ayu. "Maaf aku telat mengucapkan selamat hari jadi untukmu, lagipula aku pria biasa yang bingung bagaimana memberikan kejutan untuk kamu, di hari spesial kamu, jangan salah paham Ayu, aku memeluk Sasmitha, karena aku tidak tahu melakukan apa lagi selain memberimu bunga, coklat, hadiah, aku meminta Sasmitha untuk mengajariku berdansa agar kau suka dengan kejutan ini!"
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai cuddle duduk
Baca
+Pustaka
Terjebak Dekapan Panas Duda Posesif

Terjebak Dekapan Panas Duda Posesif

Bahkan Gia karena kaget spontan menelan paksa kue yang saat itu masih ada dalam mulutnya. “Kiara lo yang bener dong. Serius duda?” tanya odisa. “Ngarang lo ya,” tambah Hagia. “Ya beneran. Sean itu Duda. Artinya apa? Artinya dia sudah pernah nikah. Udah ada cewek lain di kehidupannya sebelum gue. Jadi ya ... nggak usah berekpektasi lebih tinggi sama dia. Nikah hanya sekadar status. Jangan berharap lebih.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai cuddle duduk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status