Cintai Aku Komandan
pria itu kembali bicara, kali ini menatap Pitaloka dengan sopan, “Komandan Laksamana baru saja kembali dari operasi. Jadwal beliau cukup padat.”
Setiap kata terasa asing di telinga Pitaloka.
Komandan.
Laksamana.
Jadwal.
Operasi.
Semua terdengar jauh dari pria yang dulu ia kenal.
“Dia… bukan prajurit biasa lagi?” tanya Pitaloka pelan, hampir pada dirinya sendiri.
Pria itu sedikit ragu, lalu menjawab, “Beliau adalah komandan pasukan khusus, Nona.”