LOGINTidak pernah terbayangkan olehku untuk tiba-tiba terbangun di masa tiga puluh tahun silam! Kini kusadari bahwa aku harus mengulangi kembali masa kecil di tahun 90-an, juga masa remaja dan dewasaku pada era milenial. Kalau kau menjadi diriku, apa yang akan kau lakukan?
View More"Mom, are we gonna stay in the room again?" my 6 year old son-EJ asked me.
"EJ, come here. Mama will have a visitor," DJ said to his brother.
I smiled at them. My babies that are special to me; the source of my strength.
"Please, you know that it's dangerous to go outside, right?"
The four of them nodded. "EJ, DJ, come here. Stop asking mma," CJ said annoyed. Among of his siblings, he is the grumpy one.
The two went to CJ while BJ just smirked at them. Boys.. I shook my head.
"EJ, can you help me in this one?" then here's the princess of our little household, holding her doll that was given by her great aunt.
The boys stood up to help our youngest, AJ. I cannot remember how I made them out of my tummy. There are so many of them to the point that I need to undergo in cesarean.
I thought I won't survive but thank God, all of us were alive. Giving birth to quintuplets was not a joke. I thought it just happened in the movie but no. It's true. It happened to me.
My case is rare.
I gave birth to 4 boys and 1 girl. I didn't know that my boss would leave me an offspring as much as this.
A car that speaks millions stopped in front of my house.
A sophisticated lady got out of the car and looked at my apartment. I put my finger in my lips to “shh” them. The quintuplets nodded.
I went out of the room and closed the door. I was nervous going down because after 7 years, Attorney Manilou and I will meet again.
"Hija, it's been so long since the last time I saw you," she said and kissed me on the cheeks.
"Good morning attorney,"
"How are you?"
"I’m fine. Have a seat," I said and gestured the couch in front of us.
We sat down and I looked at the bodyguards she brought.
"Do you live here alone?" she asked while roaming the apartment.
I nodded. Partially a lie. I don't want her to know that I have children with me. Her grandchildren to be exact.
"I see. So you know why I am here right?” I nodded.
"My son having a hard time after the accident with his wife. But his ungrateful wife left him since Rod cannot stand for the time being."
I gasped. What happened to him? Is he okay? my mind fired a lot of questions but my face remained stoic.
"Do you want to take my offer, hija? Can you take care of Rod until the rehabilitation is done?”
"How is his feet? Can't he stand up anymore?”
"He still can. He needs a rehab for that. The doctors are helping him and so far, he's doing well.”
My answer is no. I won’t agree no matter how much the attorney offers me. She didn't know what happened between me and her son. And when she finds out, for sure she’ll be mad at me.
Attorney helped me to finish my studies. I owe my life to her. Without her help, I'm not sure if I can graduate.
But I became his son's mistress and that was a big shame for their family.
But attorney won't take no from me. I knew her very well.
"Why don't you hire a private nurse?"
"I like you hija. You can nurse him while guiding him in his business. I can trust no one else but you."
I held my breath and narrowly nodded. The money she offered isn't bad at all. I that amount, I can support my five children and send them to a well-known school.
I saw her smile.
"Thank you, March. You never let me down. If only you had agreed to be adopted then, I would have become your mom," she said.
I just smiled but didn't bother to say anything. I wanted to be her daughter, but Rod doesn't want it. He hates me so much but I am so crazy in love with him to the point that I let him use my body whenever he wanted.
I let him made me a mistress. It was my choice back then. That's how desperate I am. But not anymore. He's not my world now—I hope so.
"See you tomorrow, hija," attorney said before leaving.
When the attorney's car left, I heard the voices of my children while going down the stairs.
"Mama who was it?" BJ asked
"Was she your boss?" CJ concluded.
I nodded.
"I thought she is our grandma, mama." AJ said innocently while peeking outside the house. My heart beats so fast because of what my girl said.
Starla memang jarang menunjukkannya, tapi aku tahu bahwa dia juga memikirkan masa depan Adam. Butuh waktu cukup lama bagiku meyakinkan dirinya sampai ia setuju metode pendidikan yang akan kami terapkan pada Adam.Saat ini aku menikmati masa-masa Adam bermain dengan ceria. Kulitnya yang ditimpa sinar matahari pagi dan sore. Keringatnya saat bermain sepakbola, juga caranya meneguk air putih dalam jumlah banyak usai lelahnya bertanding.“Gimana permainanku, Ayah?”“Kamu melakukannya dengan sangat baik, Adam. Kamu hebat,”“Ayah selalu bilang gitu,” Adam tertawa.“Itu kenyataannya, Ayah nggak mengada-ada,” kataku sambil mengacak-acak rambutnya.Lalu kami pulang, seiring adzan magrib yang mulai berkumandang.Adam memantul-mantulkan bolanya ke jalanan selama kami menuju rumah.Mobil-mobil mulai berdatangan dari mereka yang baru saja menyelesaikan harinya.Aku membiarkan Adam masuk terlebih dahulu dan menyuruhnya untuk segera mandi, sementara kusaksikan matahari terbenam dengan indah.Sebenta
Alarm ponselku.Perlahan kubuka mata.Starla masih ada dalam dekapanku.Ini masih kamar kami. Bukan kamar Mama dan Papa.Ini masih 2020, bukan 1989.Kuperhatikan sekujur tubuhku, tak puas, lalu aku beranjak menuju cermin.Aku, masih diriku, diriku yang berusia tiga puluh empat tahun.“Sayang?” suara lembut Starla memanggilku.Aku menoleh, tanpa sadar air mataku telah berlinang.“Kamu...kenapa?”Jawabanku adalah menghambur ke arahnya, dan memeluknya.“Re?” katanya sambil balas memelukku.“Sayang...”“Apa yang sudah terjadi? Apakah yang kamu bilang semalam....?”“Nggak..nggak sayang! Nggak!”“Maksudmu?”“Aku nggak tahu apa yang harus kubilang. Nggak ada yang harus kuceritakan. Yang pasti adalah...semua baik-baik saja,”“Jadi semua misterimu masih akan menjadi misteri?”“Kuharap selamanya,”Starla menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.Kami melanjutkan hidup kami.Aku membeli sejumlah bangunan di Selatan ibu kota, tempat kami tinggal sekarang. Kuratakan mereka dan kudirikan kom
Pesawat Starla telah tiba, aku menjemputnya, lalu membawakan bagasinya, setelah sebelumnya memeluknya erat-erat.Kugenggam tangannya sambil kami berjalan, jauh lebih erat daripada biasanya.Ia adalah hartaku yang paling berharga.Lalu di sanalah kulihat sosok itu. Di tengah keramaian bandara, ia berdiri, menatapku.Sosoknya seperti tidak terpengaruh oleh orang lain yang berlalu-lalang di sekitarnya. Semula otakku masih berusaha memproses tentang sosok ini.Lama kelamaan aku mulai menyadarinya.Rambut dan janggutnya yang putih sangat kuingat.Ia adalah bapak tua yang membelaku saat aku disidang karena menghajar Dimas. Dan dia tidak tampak berubah sama sekali, bahkan pakaian yang dikenakannya pun masih pakaian yang kulihat puluhan tahun silam.Yaitu saat ia muncul di depan kelas.Kurasa ia tersenyum ke arahku.Kupercepat langkahku untuk menghampirinya. Aku yakin ia bukan orang biasa. Bahkan aku punya firasat bahwa ia memiliki jawaban atas banyak pertanyaan yang berputar di benakku. Ten
2023Pandemi virus Corona telah berakhir satu tahun silam. Keadaan dunia telah kembali seperti semula. Pemandangan orang-orang yang mengenakan masker di jalanan telah lama hilang.Aku dan Starla juga bisa leluasa pergi ke mana pun kami mau. Karena aku menjadi orang yang memberi petunjuk kepada Dr. Hobson untuk vaksin virus Corona, maka aku dan keluargaku mendapatkan prioritas pertama untuk mendapatkan vaksin.Kubawa Starla menyaksikan El Classico, Derby De La Madonnina, dan Derby Manchester. Kami mengenakan seragam AC Milan saat pertandingan di Milan. Aku mengamatinya berteriak, meniup peluit ejekan kepada tim lawan, dan menyanyikan lagu Curva Sud. Kami pergi berkeliling dunia, beberapa kali dengan sistem backpacking. Namun lebih sering kami menginap di hotel mewah. Walaupun demikian, kami menyusuri jalan-jalan di Paris, Munich, Madrid, Barcelona, dan Zurich. Trotoar demi trotoar kami lalui, dan kami hanya menggunakan satu buah payung jika hari hujan.Starla sendiri tidak ingin berg












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore