Obsesi Suci
Aku pun sudah sangat mabuk hingga nyaris kehilangan kesadaran.
Dalam keremangan, aku mendengar suara tawa yang sangat kukenal. Beberapa preman dengan rambut warna-warni sedang mengerumuni seseorang, sepertinya mereka sedang menggoda wanita itu. Aku mengucek mata dan menajamkan pandangan. Ternyata wanita itu adalah Tina! Amarahku seketika membara. Aku bangkit berdiri, menerobos kerumunan, dan menerjang ke arah Tina.
"Minggir kalian semua!" teriakku murka. Efek alkohol membuat suaraku terdengar semakin serak dan menakutkan.