Obsesi Tuan Kaivan
Namun di dalam mobil, pikirannya justru semakin kacau dan sulit dikendalikan.
Ia teringat semua hal yang pernah dilakukan demi Vanessa. Ia pernah membela, mempertahankan, bahkan menyakiti orang lain tanpa berpikir panjang. Dan kini, semua pengorbanan itu terasa seperti sebuah kebodohan besar, kebodohan yang berlangsung selama bertahun-tahun, dan baru ia sadari malam ini.
"Aku benar-benar bodoh," ucap Kaivan lirih sambil memukul setir sekali.