Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUSAN... OOH SUSAN

SUSAN... OOH SUSAN

balas Susan, dan setelah itu Lucky justru menghela nafas lalu menghembuskannya dengan sangat kasar. "Iya. Aku memang keras dan setinggi tiang listrik Susan sayang, tapi tetap aja aku tidak akan melukai seseorang yang menabrak ku hanya dengan bahu. Orang menggempur mu aja kamu nggak kenapa-kenapa, masa iya cuma nabrak sedikit langsung patah tulang. Ada-ada aja kamu Susan!" Ucap Lucky yang justru melebar kesana kemari dan mendadak kepala Susan justru oleng, tidak mampu untuk memikirkan kalimat menggempur yang baru saja Lucky serukan padanya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as unluckily
Read
+Library
Happiness is Unwanted

Happiness is Unwanted

Gumam Audy menarik nafasnya dalam-dalam. Tak ada lagi suara tangisan, yang ada hanyalah senyum kebahagiaan. Meski semesta menakdirkan dirinya untuk menikah dengan laki-laki yang tidak memiliki kode etik, tapi dia bersyukur karena telah dipertemukan oleh mertua yang super baik. Bruukkk Tiba-tiba ada sebuah bantal yang melayang tepat di kepalanya. "Aduh." Refleks Audy mengaduh meskipun tidak terlalu sakit tapi mampu membuatnya kaget.
9.99.5K viewsOngoingAdded to Library 332 Times as unluckily
Read
+Library
Tricky Situation

Tricky Situation

"Pikirkan ini baik-baik, May. Kita bisa saja saling menyakiti. Tapi ... hidup berdua tanpa ikatan akan membuat kita tidak mudah menyakiti. Iya, kan?" "Kenapa bisa begitu?" "Simpel saja. Manusia cenderung saling menyakiti usai berada di wilayahnya. Wilayah yang dia rasa miliknya. Seperti rumah tangga. Suami istri bisa merasa paling benar dan berujung menyakiti. Right?" What? "Lo bisa ya berpikir seburuk itu? Nikah, kan nggak seburuk itu, Nji." Panji menggeleng. "Nikah seburuk itu, May."
9.52.2K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as unluckily
Read
+Library
Gembel Elit

Gembel Elit

" Leni berkata di dalam hati nya. belum juga Leni memalingkan wajah nya, tiba-tiba Robert memandang nya dan tentu saja kedua mata Leni dan Robert saling ber adu pandang tanpa sepatah kata pun. dan kedua nya pun kini merasa canggung meskipun untuk mengatakan beberapa patah kata saja. Sementara itu Lucky yang bosan berada di rumah, pergi jalan-jalan sebentar untuk mencari udara segar seorang diri.entah angin apa yang membawa nya sampai di taman Bugenfil, segera ia memesan satu gelas es teh dan beberapa potong kue kering. ia sengaja hanya membeli itu karena ia sadar, ia harus berhemat sebelum ia mendapatkan pekerjaan paruh waktu kembali. setelah ia membayar beberapa ribu kepada penjual makanan
9.94.6K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as unluckily
Read
+Library
FATED

FATED

Datang di saat yang sangat tidak terduga. “Gomawo, Hyunsik-ah. Jika kau tidak ada, I won’t make it this far.”
104.4K viewsCompletedAdded to Library 152 Times as unluckily
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

beri tahunya sambil memasang ekspresi sedih. “Baguslah wanita murahan seperti dirinya cepat mati, sehingga populasi pelakor di dunia ini berkurang satu,” Lisa menanggapinya tanpa ragu atau memperhalus bahasanya. Ia tidak peduli dengan keterkejutan dan reaksi Mariska setelah mendengar tanggapannya yang terkesan kejam sekaligus kasar. “Aku tidak pernah menyangka kamu tega membuatku kecewa untuk kedua kalinya, Fel,” desisnya penuh penekanan kepada Felix.
9.838.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as unluckily
Read
+Library
Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga

Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga

gumam Clara lirih, suaranya dipenuhi keputusasaan. “Jika kamu bersungguh-sungguh menyadari kesalahanmu, dan mau berubah, aku yakin akan selalu ada jalan buatmu,” timpal Lucy, “ingatlah kak, dalam diri kita tidak ada darah pecundang ataupun orang jahat, hati kecilmu pasti akan tersiksa jika kamu melakukan kejahatan.”
107.7K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as unluckily
Read
+Library
Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

“Memang kamu keluarganya.” “Pernah jadi keluarga,” ujar Lintang mengingatkan, dan lebih dulu berjalan meninggalkan Maha. “Sakit apa, Lin?” Dengan mudahnya, Maha mensejajarkan langkah dengan Lintang. “Sampai masuk ICU?” “Bronko … apa ya, kemarin. Pokoknya paru-parunya bermasalah. Saturasi oksigennya turun, makanya langsung masuk ICU tadi malam.”
9.8399.4K viewsCompletedAdded to Library 8.8K Times as unluckily
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status