Ada sesuatu yang menarik tentang konsep 'obsessed with myself' dalam budaya pop belakangan ini. Kalau dilihat dari sudut pandang musik, artis seperti Doja Cat atau Lil Nas X sering banget memainkan tema ini lewat lirik dan persona panggung mereka—bukan sekadar narsisme, tapi lebih seperti perayaan identitas yang unik dan tak terbantahkan. Ini jadi semacam respons terhadap tekanan sosial untuk selalu rendah hati atau memprioritaskan orang lain.
Di sisi lain, fenomena ini juga muncul di platform seperti TikTok di mana tren 'self-love' kadang berubah jadi semacam performance. Orang nggak cuma mencintai diri sendiri secara privat, tapi juga merasa perlu menunjukkannya ke publik. Jadi, 'obsession' di sini punya dimensi ganda: bisa otentik, bisa juga sekadar strategi konten. Menurutku, menarik melihat bagaimana budaya pop mengubah konsep psikologis jadi komoditas yang bisa dikonsumsi.